SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang resmi mencabut status Tanggap Darurat Bencana Banjir Pantura. Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi Pasca-Bencana di Kantor Bupati Subang, Jumat (6/2/2026).
Meski status darurat berakhir, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita (Kang Rey) menegaskan bahwa pekerjaan besar baru saja dimulai, yakni fase transisi menuju pemulihan total.
Kang Rey memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian yang luluh lantak. Berdasarkan data Dinas Pertanian, sekitar 4.059 hektar sawah terdampak banjir.
Bupati meminta jajarannya tidak hanya menyajikan angka, tetapi melakukan validasi data yang akurat di lapangan.
“Kondisi memang membaik, tapi kita harus pikirkan nasib petani. Berapa kerugian riil mereka? Data ini harus valid agar bantuan dari pemerintah maupun skema asuransi pertanian tepat sasaran,” tegas Kang Rey, dilansir dari PikiranRakyat.com.
Strategi Tanggul 8 Meter, Normalisasi dan Embung
Terkait infrastruktur, Kang Rey menyoroti kondisi tanggul Sungai Cipunagara yang kian menipis dan rawan jebol. Mengingat keterbatasan anggaran pusat melalui BBWS, Pemkab Subang akan mengambil langkah mandiri untuk titik-titik yang paling mendesak (urgent).
“Saya sudah mengusulkan peninggian tanggul hingga delapan meter agar Pamanukan tetap aman saat debit air ekstrem. Sambil menunggu intervensi pusat, kita gerakkan sumber daya yang ada, termasuk dana CSR perusahaan,” tambahnya.
Selain tanggul, pembangunan embung dan normalisasi sungai menjadi agenda jangka panjang yang mulai dikaji serius. Kabar baik bagi warga yang rumahnya rusak akibat terjangan air.
Bantuan dari Rans Entertainment (Raffi Ahmad dan Nagita Slavina) akan difokuskan untuk rehabilitasi bangunan. Kang Rey menginstruksikan para Camat untuk mendata rumah warga dengan teliti.
“Bantuan ini harus tepat sasaran. Jangan sampai tumpang tindih dengan program Rutilahu. Fokuskan pada kerusakan akibat banjir agar warga bisa kembali tinggal dengan layak,” perintah Bupati.
Sementara Kepala BPBD Subang, Udin Jazudin, melaporkan bahwa banjir kali ini melanda 9 kecamatan dan berdampak pada 77.426 jiwa.
Meski 23.833 rumah sempat terendam dan ribuan hektar tambak terdampak, penanganan terpadu berhasil mencatatkan zero casualty atau tanpa korban jiwa.
Di lain sisi, Ketua DPRD Subang, Victor Wirabuana, mengapresiasi kinerja cepat Pemkab, TNI-Polri, dan relawan.
Ia berharap momen pemulihan ini menjadi titik balik bagi Subang untuk membangun sistem pencegahan banjir yang lebih permanen, termasuk melalui skema asuransi bagi para petani di zona rawan.***
Sumber : PikiranRakyat.com










