Sabtu, Maret 21, 2026
spot_img

Ancam 3 Kecamatan, Banjir dan Tanggul Longsor Sungai Cilamaya Dibahas di RDP DPR RI

KARAWANG – Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Cilamaya Berbunga berkesempatan menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPR RI yang difasilitasi Fraksi PKS, bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS, guna membahas longsornya tanggul Sungai Cilamaya di Dusun Kalihegar, Desa Barugbug, Kecamatan Jatisari.

Fordas Cilamaya Berbunga menyampaikan bahwa dampak longsor tersebut sangat serius.
Sebanyak 30 rumah warga telah hanyut tergerus longsoran, dan kondisi tanggul yang tersisa masih terus mengancam keselamatan penduduk lainnya di sekitar bantaran sungai.

Selain itu, Fordas juga menegaskan persoalan banjir musiman yang setiap tahun melanda Kecamatan Jatisari, Kecamatan Banyusari, dan Kecamatan Cilamaya Wetan.

Ketiga kecamatan tersebut telah menjadi langganan banjir setiap musim penghujan akibat jebolnya tanggul Sungai Cilamaya dan Sungai Ciherang yang hingga kini belum mendapatkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Berita Lainnya  Rieke Menduga Ada Motif Lain Dibalik Tewasnya Ermanto Usman

Dampak banjir tersebut tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga menghantam sektor pertanian, perikanan tambak, dan peternakan, yang menyebabkan gagal panen dan menurunnya pendapatan masyarakat.

Jaenal Arip, Pengurus Fordas Cilamaya Berbunga menyampaikan, kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan tanggul sungai tidak bisa lagi ditangani secara parsial dan tambal sulam.

“Longsornya tanggul di Barugbug adalah peringatan serius. Jika tidak segera ditangani secara menyeluruh, bukan tidak mungkin jumlah rumah dan warga terdampak akan terus bertambah,” tuturnya, Jumat (30/1/2026).

Berita Lainnya  Pemerintah Batasi Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Jaenal Arip juga menekankan bahwa masyarakat di tiga kecamatan tersebut telah terlalu lama hidup dalam kecemasan setiap kali musim hujan tiba.

“Setiap musim hujan, warga Jatisari, Banyusari, dan Cilamaya Wetan selalu berada dalam kondisi waswas. Banjir datang berulang karena tanggul yang jebol dibiarkan tanpa penanganan permanen,” tambahnya.

Dalam RDP tersebut, Fordas Cilamaya Berbunga mendesak agar BBWS dan Kementerian PU segera melakukan penanganan serius dan terintegrasi, khususnya terhadap longsoran di Desa Barugbug yang kondisinya semakin mengancam keselamatan warga.

Selain menyampaikan tuntutan, Fordas juga menawarkan mitigasi bencana berbasis “Solusi Alami dan Berkelanjutan” melalui penanaman rumput Vetiver di sepanjang tanggul Sungai Cilamaya dan Sungai Ciherang bagian hilir.

Berita Lainnya  Komisi V ke Dedi Mulyadi : Perbaiki Transportasi Umum, Bukan Liburkan Angkot Saat Lebaran

“Rumput Vetiver bukan hanya memperkuat tanggul dan menahan erosi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, bahan minuman kesehatan, hingga kerajinan tangan. Artinya, mitigasi bencana sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga,” jelas Jaenal Arip.

Melalui pendekatan tersebut, Fordas Cilamaya Berbunga berharap tanggul sungai di Kabupaten Karawang menjadi lebih kokoh, aman, dan tetap alami, serta mampu mengurangi risiko banjir tahunan yang selama ini membebani masyarakat.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan