Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Ancam 3 Kecamatan, Banjir dan Tanggul Longsor Sungai Cilamaya Dibahas di RDP DPR RI

KARAWANG – Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Cilamaya Berbunga berkesempatan menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPR RI yang difasilitasi Fraksi PKS, bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS, guna membahas longsornya tanggul Sungai Cilamaya di Dusun Kalihegar, Desa Barugbug, Kecamatan Jatisari.

Fordas Cilamaya Berbunga menyampaikan bahwa dampak longsor tersebut sangat serius.
Sebanyak 30 rumah warga telah hanyut tergerus longsoran, dan kondisi tanggul yang tersisa masih terus mengancam keselamatan penduduk lainnya di sekitar bantaran sungai.

Selain itu, Fordas juga menegaskan persoalan banjir musiman yang setiap tahun melanda Kecamatan Jatisari, Kecamatan Banyusari, dan Kecamatan Cilamaya Wetan.

Ketiga kecamatan tersebut telah menjadi langganan banjir setiap musim penghujan akibat jebolnya tanggul Sungai Cilamaya dan Sungai Ciherang yang hingga kini belum mendapatkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Setujui Perubahan KUA - PPAS 2026 dan Bahas Raperda APBD 2027

Dampak banjir tersebut tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga menghantam sektor pertanian, perikanan tambak, dan peternakan, yang menyebabkan gagal panen dan menurunnya pendapatan masyarakat.

Jaenal Arip, Pengurus Fordas Cilamaya Berbunga menyampaikan, kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan tanggul sungai tidak bisa lagi ditangani secara parsial dan tambal sulam.

“Longsornya tanggul di Barugbug adalah peringatan serius. Jika tidak segera ditangani secara menyeluruh, bukan tidak mungkin jumlah rumah dan warga terdampak akan terus bertambah,” tuturnya, Jumat (30/1/2026).

Berita Lainnya  Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

Jaenal Arip juga menekankan bahwa masyarakat di tiga kecamatan tersebut telah terlalu lama hidup dalam kecemasan setiap kali musim hujan tiba.

“Setiap musim hujan, warga Jatisari, Banyusari, dan Cilamaya Wetan selalu berada dalam kondisi waswas. Banjir datang berulang karena tanggul yang jebol dibiarkan tanpa penanganan permanen,” tambahnya.

Dalam RDP tersebut, Fordas Cilamaya Berbunga mendesak agar BBWS dan Kementerian PU segera melakukan penanganan serius dan terintegrasi, khususnya terhadap longsoran di Desa Barugbug yang kondisinya semakin mengancam keselamatan warga.

Selain menyampaikan tuntutan, Fordas juga menawarkan mitigasi bencana berbasis “Solusi Alami dan Berkelanjutan” melalui penanaman rumput Vetiver di sepanjang tanggul Sungai Cilamaya dan Sungai Ciherang bagian hilir.

Berita Lainnya  Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-393, Karawang Terus Berbenah dan Bangun Infrastruktur

“Rumput Vetiver bukan hanya memperkuat tanggul dan menahan erosi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, bahan minuman kesehatan, hingga kerajinan tangan. Artinya, mitigasi bencana sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga,” jelas Jaenal Arip.

Melalui pendekatan tersebut, Fordas Cilamaya Berbunga berharap tanggul sungai di Kabupaten Karawang menjadi lebih kokoh, aman, dan tetap alami, serta mampu mengurangi risiko banjir tahunan yang selama ini membebani masyarakat.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan