Kamis, Mei 7, 2026
spot_img

Ancam 3 Kecamatan, Banjir dan Tanggul Longsor Sungai Cilamaya Dibahas di RDP DPR RI

KARAWANG – Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Cilamaya Berbunga berkesempatan menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPR RI yang difasilitasi Fraksi PKS, bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS, guna membahas longsornya tanggul Sungai Cilamaya di Dusun Kalihegar, Desa Barugbug, Kecamatan Jatisari.

Fordas Cilamaya Berbunga menyampaikan bahwa dampak longsor tersebut sangat serius.
Sebanyak 30 rumah warga telah hanyut tergerus longsoran, dan kondisi tanggul yang tersisa masih terus mengancam keselamatan penduduk lainnya di sekitar bantaran sungai.

Selain itu, Fordas juga menegaskan persoalan banjir musiman yang setiap tahun melanda Kecamatan Jatisari, Kecamatan Banyusari, dan Kecamatan Cilamaya Wetan.

Ketiga kecamatan tersebut telah menjadi langganan banjir setiap musim penghujan akibat jebolnya tanggul Sungai Cilamaya dan Sungai Ciherang yang hingga kini belum mendapatkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Berita Lainnya  Miliki Peran Vital di Masyarakat, Fauzi Ridwan Minta Honor RT/RW Dibayarkan Tepat Waktu

Dampak banjir tersebut tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga menghantam sektor pertanian, perikanan tambak, dan peternakan, yang menyebabkan gagal panen dan menurunnya pendapatan masyarakat.

Jaenal Arip, Pengurus Fordas Cilamaya Berbunga menyampaikan, kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan tanggul sungai tidak bisa lagi ditangani secara parsial dan tambal sulam.

“Longsornya tanggul di Barugbug adalah peringatan serius. Jika tidak segera ditangani secara menyeluruh, bukan tidak mungkin jumlah rumah dan warga terdampak akan terus bertambah,” tuturnya, Jumat (30/1/2026).

Berita Lainnya  DPRD Karawang Gelar Paripurna LKPJ Tahun 2025

Jaenal Arip juga menekankan bahwa masyarakat di tiga kecamatan tersebut telah terlalu lama hidup dalam kecemasan setiap kali musim hujan tiba.

“Setiap musim hujan, warga Jatisari, Banyusari, dan Cilamaya Wetan selalu berada dalam kondisi waswas. Banjir datang berulang karena tanggul yang jebol dibiarkan tanpa penanganan permanen,” tambahnya.

Dalam RDP tersebut, Fordas Cilamaya Berbunga mendesak agar BBWS dan Kementerian PU segera melakukan penanganan serius dan terintegrasi, khususnya terhadap longsoran di Desa Barugbug yang kondisinya semakin mengancam keselamatan warga.

Selain menyampaikan tuntutan, Fordas juga menawarkan mitigasi bencana berbasis “Solusi Alami dan Berkelanjutan” melalui penanaman rumput Vetiver di sepanjang tanggul Sungai Cilamaya dan Sungai Ciherang bagian hilir.

Berita Lainnya  Realisasikan Aspirasi Warga, DIS Resmikan Lapangan Voli di Perum CKM

“Rumput Vetiver bukan hanya memperkuat tanggul dan menahan erosi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, bahan minuman kesehatan, hingga kerajinan tangan. Artinya, mitigasi bencana sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga,” jelas Jaenal Arip.

Melalui pendekatan tersebut, Fordas Cilamaya Berbunga berharap tanggul sungai di Kabupaten Karawang menjadi lebih kokoh, aman, dan tetap alami, serta mampu mengurangi risiko banjir tahunan yang selama ini membebani masyarakat.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dikritik Budayawan, Lokasi Kirab Mahkota Binokasih Dipindah ke Masjid Syech Quro

KARAWANG - Pasca dikritik keras budayawan, Nace Permana, titik lokasi Kirab Mahkota Binokasih dalam rangka Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Karawang akhirnya dipindah ke...

Gaduh Duit Sogokan Rekrutmen Nakes, Askun : Karawang Harus Bersih dari Oknum ASN Biadab

KARAWANG - Terkait adanya dugaan uang sogokan atau suap Rp 10 juta dalam rekrutmen tenaga kerja kesehatan (Nakes) di RSUD Rengasdengklok yang melibatkan oknum...

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Kakek Bejat di Subang Cabuli 4 Cucu Tiri Sejak Tahun 2012

SUBANG - HT (66), seorang kakek di Kabupaten Subang - Jawa Barat terpaksa diringkus polisi, karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap...

Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

JAKARTA - Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Laporan itu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan