Kamis, Agustus 6, 2026
spot_img

Ancam 3 Kecamatan, Banjir dan Tanggul Longsor Sungai Cilamaya Dibahas di RDP DPR RI

KARAWANG – Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Cilamaya Berbunga berkesempatan menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPR RI yang difasilitasi Fraksi PKS, bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS, guna membahas longsornya tanggul Sungai Cilamaya di Dusun Kalihegar, Desa Barugbug, Kecamatan Jatisari.

Fordas Cilamaya Berbunga menyampaikan bahwa dampak longsor tersebut sangat serius.
Sebanyak 30 rumah warga telah hanyut tergerus longsoran, dan kondisi tanggul yang tersisa masih terus mengancam keselamatan penduduk lainnya di sekitar bantaran sungai.

Selain itu, Fordas juga menegaskan persoalan banjir musiman yang setiap tahun melanda Kecamatan Jatisari, Kecamatan Banyusari, dan Kecamatan Cilamaya Wetan.

Ketiga kecamatan tersebut telah menjadi langganan banjir setiap musim penghujan akibat jebolnya tanggul Sungai Cilamaya dan Sungai Ciherang yang hingga kini belum mendapatkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Bentuk Pansus Raperda Pembangunan Industri dan Penguatan Ekonomi Daerah

Dampak banjir tersebut tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga menghantam sektor pertanian, perikanan tambak, dan peternakan, yang menyebabkan gagal panen dan menurunnya pendapatan masyarakat.

Jaenal Arip, Pengurus Fordas Cilamaya Berbunga menyampaikan, kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan tanggul sungai tidak bisa lagi ditangani secara parsial dan tambal sulam.

“Longsornya tanggul di Barugbug adalah peringatan serius. Jika tidak segera ditangani secara menyeluruh, bukan tidak mungkin jumlah rumah dan warga terdampak akan terus bertambah,” tuturnya, Jumat (30/1/2026).

Berita Lainnya  DPRD Karawang Matangkan Raperda RPIK, Libatkan KADIN hingga Akademisi UNSIKA

Jaenal Arip juga menekankan bahwa masyarakat di tiga kecamatan tersebut telah terlalu lama hidup dalam kecemasan setiap kali musim hujan tiba.

“Setiap musim hujan, warga Jatisari, Banyusari, dan Cilamaya Wetan selalu berada dalam kondisi waswas. Banjir datang berulang karena tanggul yang jebol dibiarkan tanpa penanganan permanen,” tambahnya.

Dalam RDP tersebut, Fordas Cilamaya Berbunga mendesak agar BBWS dan Kementerian PU segera melakukan penanganan serius dan terintegrasi, khususnya terhadap longsoran di Desa Barugbug yang kondisinya semakin mengancam keselamatan warga.

Selain menyampaikan tuntutan, Fordas juga menawarkan mitigasi bencana berbasis “Solusi Alami dan Berkelanjutan” melalui penanaman rumput Vetiver di sepanjang tanggul Sungai Cilamaya dan Sungai Ciherang bagian hilir.

Berita Lainnya  DPR RI Soroti Anggaran Fantastis Rp1,8 Triliun Pengadaan Kipas Angin

“Rumput Vetiver bukan hanya memperkuat tanggul dan menahan erosi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, bahan minuman kesehatan, hingga kerajinan tangan. Artinya, mitigasi bencana sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga,” jelas Jaenal Arip.

Melalui pendekatan tersebut, Fordas Cilamaya Berbunga berharap tanggul sungai di Kabupaten Karawang menjadi lebih kokoh, aman, dan tetap alami, serta mampu mengurangi risiko banjir tahunan yang selama ini membebani masyarakat.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Terlibat Kasus Perselingkuhan, 2 Guru SMKN 1 Mempawah Diteriaki Siswanya Saat Diamankan Polisi

MEMPAWAH - Tak kurang dari 700 siswa-siswi SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya,...

Mantan Istri Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Tembakan Senpi ke Kepala, Motif Masih Didalami

MEDAN - W (30) ditemukan tewas dalam kamar mandi rumah mantan suaminya, Brigadir I, di Kota Medan pada Minggu (2/8/2026). Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak...

Sidang Perdana Dugaan Penganiayaan oleh Anggota DPRD Bekasi, JPU Bacakan Surat Dakwaan

BEKASI - Sidang perdana perkara dugaan penganiayaan oleh anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi,...

Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

KOTA BEKASI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor menindak lima perusahaan diduga mencemari air sungai atau Kali Bekasi berubah...

Warga dan Siswa di Papua Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

JAYAPURA - Sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Jayapura Yunus Wonda langsung meninjau...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan