Rabu, Mei 13, 2026
spot_img

48 Rumah di Purwakarta Rusak Akibat Pergerakan Tanah

Warga Kampung Cigintung, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Purwakarta gotong royong mengevakuasi barang-barang milik warga yang rumahnya terdampak pergerakan tanah.

Pantauan detikJabar, para warga ini menyisir satu demi satu rumah terdampak yang membutuhkan bantuan, mereka menggotong barang-barang rumah seperti perabotan, barang elektronik, kasur, lemari hingga hewan ternak.

Namun banyak juga barang-barang rumah yang tidak bisa diselamatkan karena tertimpa reruntuhan bangunan lantaran rumahnya ambruk hingga rata dengan tanah.

Sejumlah warga tampak menangis meratapi kondisi rumahnya yang luluh lantak. Sementara itu, warga lainnya sibuk membawa barang untuk dievakuasi.

Salah seorang warga Kampung Cigintung Susi Susilawati mengatakan, kejadian tanah bergerak itu terjadi pada Rabu (11/6/2025) sekitar pukul 19.30 WIB.

Berita Lainnya  Mobil MBG Tabrak Lapak UMKM, 4 Luka-luka dan 1 Orang Kritis

Saat itu, ia berada di dalam rumah bersama suami dan anaknya. Susi mendengar suara aneh yang kemudian disambut dengan retaknya rumah. Susi bersama keluarganya serta warga lainnya langsung menyelamatkan diri keluar rumah hingga harus dievakuasi.

“Pada ambruk di sini udah nggak ada yang terselamatkan, bahkan banyak barang di rumah nggak bisa diambil keburu ambruk,” ujar Susi sambil menahan tangis, Kamis (12/06/2025).

Susi terus menceritakan detik-detik rumah roboh dan suasana mencekam. Warga teriak tanpa henti sembari menyelamatkan diri.

Berita Lainnya  Guru SD Jadi Korban Tewas Kecelakaan Kereta, KDM Jadikan Anak Almarhum Nurlaela sebagai Anak Angkat

Ia juga mengungkapkan kondisi pergerakan tanah sudah terjadi beberapa bulan lalu, namun intensitasnya masih sangat sedikit.

“Prosesnya satu minggu (bulan) puasa, bencana di atas longsor sampai membledag, cuma belum parah seperti ini. Kemarin sore malah sedikit, cuma malam dan sekarang sudah besar sekali, sudah pada runtuh, jalan rusak. Sudah nggak ada yang terselamatkan,” katanya.

Sementara itu, Kalak BPBD Kabupaten Purwakarta Erlan Heriyadi mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendata dan membantu korban terdampak pergerakan tanah. Ia menyebut dari 48 rumah warga yang terdampak, 25 di antaranya hancur.

“Kejadian pergerakan tanah di Desa Pasirmunjul, Sukatani Purwakarta, ini berawal dari tanggal 20 April 2025, 23 April, 19 Mei dan kemarin 11 Juni, yang hari ini mungkin cukup parah terjadinya. Jumlah terdampak 48 rumah, 42 di Kampung Cigintung, 6 di Sukamulya,”

Berita Lainnya  Pria Asal Subang Ditemukan Tewas di Garut, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

“Dari 48 terdampak, ambruk sampai saat ini 25 rumah, jadi saat ini kita mengevakuasi barang-barang rumah yang bisa di selamatkan. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada korban jiwa,” ucap Abah Erlan sapaan akrabnya.***

Sumber : Detik

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Saling Lempar Tanggungjawab di Sidang Ade Kunang, Hakim Minta Para Saksi Dikonfrontir

BANDUNG - Sidang kasus dugaan korupsi dan ijon proyek di Kabupaten Bekasi dengan terdakwa Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang alias Ade Kunang dan...

2 Napiter di Lapas Subang Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

SUBANG – Langkah nyata pembinaan dan deradikalisasi kembali membuahkan hasil di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang. Dua narapidana tindak pidana terorisme (Napiter) secara resmi...

Upaya Penyelundupan Narkotika ke Lapas Karawang Digagalkan Petugas

KARAWANG - Upaya penyelundupan narkotika oleh orang tak dikenal (OTK) ke dalam Lapas Karawang berhasil digagalkan petugas, Senin (11/5/2026). Pelaku melakukan modus pelemparan barang haram...

Buntut Bentrokan Suporter, Dedi Mulyadi Minta Bobotoh Tak Berlebihan Rayakan Kemenangan

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan imbauan tegas kepada para pendukung Persib Bandung atau Bobotoh untuk tidak merayakan kemenangan atas Persija Jakarta...

Sidang Lanjutan Ade Kunang Ungkap Sopir Angkot Dijadikan Direktur Fiktif untuk Dapat Proyek

BANDUNG - Sidang lanjutan kasus korupsi proyek ijon dengan terdakwa Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara, dan ayahnya, HM Kunang, mengungkap fakta baru. Seorang pengusaha...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan