Minggu, Agustus 16, 2026
spot_img

Viral Video Anggota Dewan PKS Karawang Cekcok dengan Warga

KARAWANG – Sebuah video viral beredar di media sosial yang mempertontonkan seorang Anggota DPRD Karawang, H. Tatang Taufik (Jitang) yang sedang cekcok dengan warga.

Belakang diketahui, video viral ini terjado di Dusun Gintungkolot, Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Karawang, Jawa Barat, tepatnya di depan PT. Multisana Bahtermandiri (MB).

Jitang cekcok dengan seorang tokoh masyarakat yang diketahui bernama Pak Joko yang memprotes aksi parkir di tengah jalan, sehingga menyebabkan kemacetan panjang.

Diduga, aksi ini sengaja dilakukan Jitang yang menyuruh sopir pribadinya untuk memarkirkan kendaraan di tengah jalan, sebagai bentuk protes kepada pihak perusahaan soal rekrutmen tenaga kerja security.

“Diperintahkan Pak Haji Tatang. Pak KDM (Kang Dedi Mulyadi) tolong, tolong ini, warga resah. Sisi lain pemerintah pengen investasi masuk, sisi lain ada yang menghambat. Oleh karena itu Pak KDM tolong turun ke Desa Gintungkerta atau Dewan DPRD Karawang, tindak!,” tutur Pak Joko, dalam video viral tersebut.

Tak berselang lama, terlihat sosok Jitang datang menghampiri Pak Joko yang sedang terlihat emosional ini. Akhirnya terjadi cekcok yang sempat dilerai oleh anggota kepolisian.

Berita Lainnya  Polda Jabar Tangkap Pelaku Manipulasi Gambar Presiden Prabowo, Terancam 12 Tahun Penjara

“Ini daerah saya pak…,” tutur Jitang yang juga tersulut emosi.

Yang mengejutkan, mobil yang memblokir akses perusahaan tersebut diduga kuat milik Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi PKS, Tatang, atau yang dikenal akrab sebagai Jitang.

Aksi penutupan ini segera menjadi sorotan tajam di media sosial. Akun “Karawang Update” memviralkan insiden tersebut, menunjukkan mobil gelap milik sang legislator yang terparkir persis di depan gerbang, secara sengaja menghambat keluar masuk kendaraan industri. Tindakan ini dinilai telah mengganggu investasi dan aktivitas gudang perusahaan.

“Anggota Dewan Arogan”: Adu Mulut Terekam Kamera

Sementara saat dikonfirmasi wartawan, Jitang yang merupakan Wakil Ketua III DPRD Karawang ini tidak menampik insiden pemalangan tersebut. Namun ia membantah keras tudingan arogan dan premanisme.

Jitang mengklaim aksinya adalah puncak kekesalan dirinya dalam memperjuangkan hak warga setempat.

“Saya tidak arogan,” kata Jitang, dilansir dari Onedigienews.com.

Berita Lainnya  Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

“Pabrik itu persis di depan rumah saya. Jadi, ajak dong warga yang pro saya kerja di sana, jangan hanya “orangnya” kepala desa,”

Ia menjelaskan, masalah bermula pada 2024 saat ada rekrutmen tenaga keamanan (security) oleh vendor PISS.

Perekrutan saat itu dilakukan melalui Kepala Desa Gintungkereta, sosok yang diakuinya kerap bergesekan dengannya sejak pemilihan Kades periode sebelumnya.

Menurut Jitang, tim yang pro kepada Kepala Desa saat itu justru mendapatkan pekerjaan, sementara warga yang pro kepadanya bahkan tidak dipertimbangkan.

Jitang melanjutkan, setelah protes keras dari pihaknya, vendor sempat berunding dan berjanji akan mengakomodir warga yang diajukan.

“Tapi, setelah sebulan lancar komunikasi, tiba-tiba vendor perusahaan ini tidak lagi bisa dihubungi. Terputuslah hubungan,” ungkapnya.

Kekesalannya memuncak dua minggu terakhir ketika ia mendapati mobil-mobil kontainer perusahaan parkir berjejer di bahu jalan umum setiap malam, mengganggu keselamatan dan kenyamanan warga.

“Saya tegur vendor itu. Mereka beralasan takut hilang. Lalu saya minta perusahaan ganti vendor,” kata Jitang.

Berita Lainnya  Viral Video 'Celetukan' Lurah Paya Pasir : "Cie Curhat Dia Bah..."

“Saat itu si pemilik vendor memohon agar tidak diganti, lalu saya tagih kembali janji soal perekrutan warga saat itu. Tapi mereka tetap tidak mengindahkan,” ulasnya.

Karena merasa diabaikan, Jitang mengakui dirinya kesal dan memarkirkan mobilnya di depan gerbang perusahaan. Saat perundingan kembali dilakukan, mobil sudah dipindahkan ke halaman rumahnya.

“Perundingan berjalan deadlock karena mereka hanya bilang mau diusahakan tanpa kepastian. Saat itu saya memang sempat terpancing emosi, lalu kemudian berdebat dengan pihak perusahaan dan vendor,” tuturnya.

Jitang terang-terangan menuduh video yang memviralkan dirinya adalah upaya penjegalan.

“Saya terpancing karena warga bernama Joko ini berteriak-teriak meminta saya menunjukkan sertifikat lahan pribadi saya saat saya bilang mobil diparkir di lahan milik saya. Video itu dibuat memang seolah untuk menjatuhkan saya,” tutup Jitang, bersikeras dan menegaskan bahwa intinya ia hanya berjuang untuk masyarakat.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Peringatan Hari Damai Aceh Berujung Ricuh, Massa Kibarkan Bendera Bulan Bintang, Polisi Tembakan Gas Air Mata

ACEH - Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berakhir ricuh. Agenda doa tolak bala dan zikir akbar yang...

Bobby Nasution Jenguk Siswa Korban Keracunan MBG yang Kondisinya Parah

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjenguk salah seorang siswa SMK Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, yang menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi...

Bukan Hanya 269 Siswa di Karo, 45 Siswa di Kota Dumai juga Keracunan MBG

RIAU - Bukan hanya 269 siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dugaan keracunan menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terjadi di Kota Dumai...

Banyak Kasus Keracunan MBG, DPD RI : Anggaran Bahan Makanan Perlu Ditambah Jadi Rp 15-20 Ribu

SEMARANG - Anggota DPD RI Abdul Kholik mengungkapkan, masih banyak aspek yang perlu ditinjau dan dievaluasi dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal...

Kawal Program Presiden Prabowo, PKB Deklarasi ‘Satgas Prabowonomics’

JAKARTA - PKB melalui organisasi sayapnya, Panji Bangsa, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Prabowonomics Panji Bangsa. Satgas tersebut didirikan Panji Bangsa sebagai tindak lanjut dari...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan