Senin, Agustus 24, 2026
spot_img

Viral Gumpalan Hitam di Langit Subang, BMKG : itu Bukan Disebabkan Alam

BANDUNG – Sebuah video yang menampilkan gumpalan diduga busa berwarna hitam menyerupai awan di Subang, Jawa Barat, viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @infoban**** pada Selasa (28/10/2025), terlihat gumpalan tersebut melayang di atas area persawahan pada Jumat (24/10/2025).

Seorang warga yang merekam kejadian itu terdengar memperingatkan agar orang lain berhati-hati karena gumpalan tersebut diduga mengandung racun dan mengeluarkan bau.

Ketika gumpalan hitam itu jatuh ke sawah, permukaannya tampak bergelombang menyerupai busa.

“Cek detik-detik kemunculan benda misterius yang bentuknya unik banget ini. Warga sampai bingung, ini awan? Busa? Atau fenomena alam apa?? Sumpah, ini bau banget! ???? Bahkan ada yang bilang bau ini bisa beracun,” tulis pengunggah di keterangan video.

Berita Lainnya  Lagi, Giliran Siswa SMKN 1 Tapung Keracunan Menu MBG

Penjelasan BMKG soal gumpalan hitam mirip awan muncul di Subang

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu alias Ayu buka suara terkait video gumpalan hitam menyerupai awan jatuh di sebuah sawah di Subang.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil kajian awal dari aspek meteorologi (data), fenomena ini tidak termasuk dalam kejadian alam yang disebabkan oleh proses cuaca, awan, maupun aktivitas atmosfer lainnya.

Secara ilmiah, awan terbentuk dari proses kondensasi uap air di atmosfer dengan pola, ketinggian, dan karakteristik tertentu yang dapat diidentifikasi oleh citra satelit dan radar cuaca BMKG.

“Kondisi cuaca di wilayah Subang pada tanggal 27 Oktober 2025 secara umum pada pagi berawan kemudian pada sore hari terpantau adanya awan hujan di sebagian wilayah Subang bagian selatan,” ujar Teguh dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (29/10/2025).

Berita Lainnya  Karnaval Agustusan di Cicalengka Berujung Ricuh dan Adu Jotos

“Pada 28 Oktober 2025, cuaca Subang secara umum berawan tebal hingga hujan ringan sejak pagi hari hingga sore hari,” tambahnya.

Khusus Senin (27/10/2025), alat pengamatan terdekat (AWS Sukamandi) menunjukkan bahwa angin bertiup dominan dari timur-selatan dengan kecepatan maksimum 26,1 km/jam.

Kemudian, kondisi pada Selasa (28/10/2025) menunjukkan bahwa angin di wilayah Subang didominasi dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum 13,3 km/jam.

Ayu menegaskan bahwa kemunculan gumpalan hitam di Subang kemungkinan berasal dari aktivitas di permukaan Bumi, seperti proses industri, reaksi kimia limbah, atau aktivitas manusia lainnya.

Berita Lainnya  'Drag Race Maut', 6 Penonton Meninggal, 11 Lainnya Luka-luka

Faktor-faktor tersebut memungkinkan terbentuknya busa atau material ringan yang kemudian terangkat oleh angin.

“Namun, untuk memastikan sumber serta kandungan materialnya, disarankan agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau BPBD setempat,” ujar Ayu.

“BMKG Jabar terus memantau kondisi cuaca dan atmosfer di wilayah Subang serta siap memberikan dukungan data, apabila diperlukan untuk kajian lebih lanjut oleh pihak berwenang,” pungkasnya.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Viral Pengunjung Taman Safari Nekat Buka Kaca Mobil, Langsung Dihampiri Harimau

BOGOR - Video seorang pengunjung membuka jendela mobil di area harimau Taman Safari Bogor, Jawa Barat, beredar di media sosial. Terlihat jendela yang terbuka...

Dari 89 Laporan, Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla

JAKARTA - Bareskrim Polri menetapkan puluhan tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Total sudah 72 orang yang ditetapkan sebagai...

Gagal Menyalip, Mobil Damkar Terguling saat Perjalanan Memadamkan Kebakaran, 7 Personel Luka-luka

LAMPUNG - Satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) terbalik di Desa Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Minggu (23/8/2026). Mobil damkar itu...

Sempat Akting di Publik, Polisi Tangkap Ayah Kandung yang Bunuh dan Mutilas Anak Perempuan Disabilitas

Polres Merauke menetapkan seorang ayah kandung berinisial MRP alias Maulana sebagai tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap putrinya yang menyandang disabilitas, Julia Risky Ramadiana...

Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Lahan untuk Kebun Kelapa Sawit

BERAU - Di tengah kondisi darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Polres Berau menangkap seorang pelaku pembakaran lahan di...

Hukum

Dari 89 Laporan, Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla

JAKARTA - Bareskrim Polri menetapkan puluhan tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Total sudah 72 orang yang ditetapkan sebagai...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan