Selasa, September 15, 2026
spot_img

Viral Gumpalan Hitam di Langit Subang, BMKG : itu Bukan Disebabkan Alam

BANDUNG – Sebuah video yang menampilkan gumpalan diduga busa berwarna hitam menyerupai awan di Subang, Jawa Barat, viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @infoban**** pada Selasa (28/10/2025), terlihat gumpalan tersebut melayang di atas area persawahan pada Jumat (24/10/2025).

Seorang warga yang merekam kejadian itu terdengar memperingatkan agar orang lain berhati-hati karena gumpalan tersebut diduga mengandung racun dan mengeluarkan bau.

Ketika gumpalan hitam itu jatuh ke sawah, permukaannya tampak bergelombang menyerupai busa.

“Cek detik-detik kemunculan benda misterius yang bentuknya unik banget ini. Warga sampai bingung, ini awan? Busa? Atau fenomena alam apa?? Sumpah, ini bau banget! ???? Bahkan ada yang bilang bau ini bisa beracun,” tulis pengunggah di keterangan video.

Berita Lainnya  5 Jurnalis Dilaporkan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Penjelasan BMKG soal gumpalan hitam mirip awan muncul di Subang

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu alias Ayu buka suara terkait video gumpalan hitam menyerupai awan jatuh di sebuah sawah di Subang.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil kajian awal dari aspek meteorologi (data), fenomena ini tidak termasuk dalam kejadian alam yang disebabkan oleh proses cuaca, awan, maupun aktivitas atmosfer lainnya.

Secara ilmiah, awan terbentuk dari proses kondensasi uap air di atmosfer dengan pola, ketinggian, dan karakteristik tertentu yang dapat diidentifikasi oleh citra satelit dan radar cuaca BMKG.

“Kondisi cuaca di wilayah Subang pada tanggal 27 Oktober 2025 secara umum pada pagi berawan kemudian pada sore hari terpantau adanya awan hujan di sebagian wilayah Subang bagian selatan,” ujar Teguh dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (29/10/2025).

Berita Lainnya  2 Anggota TNI Aniaya Warga di Depan Istri dan Anak Korban

“Pada 28 Oktober 2025, cuaca Subang secara umum berawan tebal hingga hujan ringan sejak pagi hari hingga sore hari,” tambahnya.

Khusus Senin (27/10/2025), alat pengamatan terdekat (AWS Sukamandi) menunjukkan bahwa angin bertiup dominan dari timur-selatan dengan kecepatan maksimum 26,1 km/jam.

Kemudian, kondisi pada Selasa (28/10/2025) menunjukkan bahwa angin di wilayah Subang didominasi dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum 13,3 km/jam.

Ayu menegaskan bahwa kemunculan gumpalan hitam di Subang kemungkinan berasal dari aktivitas di permukaan Bumi, seperti proses industri, reaksi kimia limbah, atau aktivitas manusia lainnya.

Berita Lainnya  Bawa 243 Orang, Kapal Feri Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Perairan Laut Jawa

Faktor-faktor tersebut memungkinkan terbentuknya busa atau material ringan yang kemudian terangkat oleh angin.

“Namun, untuk memastikan sumber serta kandungan materialnya, disarankan agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau BPBD setempat,” ujar Ayu.

“BMKG Jabar terus memantau kondisi cuaca dan atmosfer di wilayah Subang serta siap memberikan dukungan data, apabila diperlukan untuk kajian lebih lanjut oleh pihak berwenang,” pungkasnya.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Berawal dari ‘Heureuy’, Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

SUKABUMI - Seorang oknum pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) telah dijemput...

Tegas! Pemprov Jabar Tutup Aktivitas Pertambangan PT. MPB di Karawang Selatan

KARAWANG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup aktivitas pertambangan PT. Mas Putih Belitung  (anak perusahaan PT. Jui Shin Indonesia), yang tidak mematuhi ketentuan...

Singgung Soal ‘Ideologi Politik’, Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang ‘Ngeramein’ Keracunan MBG

JAKARTA - Meski total korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencapai hampir 50 ribu orang yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia,...

KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : “Ekspresi Tidak Bisa Berbohong”

BANDUNG - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya berinisial RY dinyatakan 'clear' oleh Gubernur Jawa...

Disuruh Beli Mi Goreng Malah Mi Kuah, Prajurit TNI AU Meninggal Dianiaya Senior

JAKARTA - Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF), prajurit TNI AU di Magetan, Jawa Timur (Jatim), meninggal secara tak wajar setelah diduga dianiaya seniornya di...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan