Selasa, September 15, 2026
spot_img

Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Purwakarta Luncurkan Program ‘Satu Desa Satu Sarjana’

PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, meluncurkan program Satu Desa Satu Sarjana dalam rangkaian Gebyar Program Keluarga Harapan 2025. Inisiatif ini bertujuan menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.

“Kami ingin memastikan setiap desa memiliki minimal satu sarjana. Para sarjana ini kelak bisa menjadi teladan dan bukti nyata bahwa pendidikan mampu mengangkat derajat keluarga dari garis kemiskinan,” ujar Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein di Purwakarta, Rabu (24/9/2025).

Program tersebut merupakan wujud komitmen Pemkab Purwakarta dalam memberikan akses pendidikan tinggi kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bupati menekankan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat tentang kemiskinan, yang menurutnya merupakan hasil dari berbagai faktor yang ditanamkan sebelumnya.

Berita Lainnya  Wagub Erwan Minta Warga Jabar Tak ke Jakarta Ikut Demo

“Kita harus berupaya menghasilkan uang dengan berusaha dalam berbagai bidang. Kebiasaan masyarakat yang menghabiskan modal usaha untuk menyekolahkan anak harus diubah. Pendidikan anak harus menjadi investasi yang meningkatkan perekonomian keluarga,” tegasnya.

Berdasarkan data Pemkab Purwakarta, terjadi tren penurunan angka kemiskinan yang konsisten.

Pada tahun 2022 angka kemiskinan turun menjadi 8,70 persen, kemudian 8,46 persen pada 2023, dan mengalami penurunan signifikan menjadi 7,16 persen pada 2024. Meski demikian, angka tersebut masih tergolong tinggi.

Berita Lainnya  Jawa Barat Target 2029 Tidak Ada Lagi Anak Muda Menganggur

Sekda Jawa Barat Herman Suryatman menyatakan apresiasinya terhadap program ini, yang dinilainya tidak hanya membantu keluarga keluar dari kemiskinan tetapi juga menciptakan generasi berpendidikan tinggi.

“Targetnya 250 sarjana, sementara jumlah desa hanya 183. Artinya, satu desa bisa memiliki lebih dari satu sarjana. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Herman menambahkan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan untuk menerapkan program serupa di kabupaten/kota lain di Jawa Barat. Program ini dianggap strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Berita Lainnya  Pastikan Bantuan Pompanisasi Bermanfaat bagi Petani, Mentan Amran Sidak Sawah di Kota Lumbung Padi

“Jawa Barat memiliki angka kemiskinan 7,02 persen, dan kami akan terus berupaya menurunkannya hingga menjadi yang terendah di Indonesia pada tahun 2029,” pungkasnya.***

Sumber : Antara

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ramai Fenomena Planet Venus Berdekatan dengan Bulan Sabit, ini Penjelasan BRIN

JAKARTA - Fenomena langit malam berupa bulan sabit yang tampak berdampingan dengan sebuah titik cahaya terang di langit pada Senin (14/9/2026) malam, akhirnya terjawab....

Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat panggilan telepon penting dari Istana dan meninggalkan ruang rapat gabungan di Kompleks Parlemen pada Senin, 14...

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

Mantan Bupati Bekasi Divonis 6 Tahun Penjara, Bayar Rp 10,4 Miliar, Hak Politik Dicabut 10 Tahun

BANDUNG - Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang divonis enam tahun penjara dalam perkara tindak pidana korupsi. Putusan dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung...

Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

KARAWANG - Setelah sebelumnya melakukan aksi tanam pohon pisang di Jalan Badami-Loji, kini warga Karawang Selatan melakukan aksi demonstrasi terhadap Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan