Kamis, Juni 25, 2026
spot_img

Siswa Bermasalah di Karawang Siap-siap Dikirim ke Barak Militer

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh SE memastikan bahwa siswa-siswi menengah di SMA maupun SMK bakal didisik secara militer jika masuk kategori siswa berperilaku khusus alias nakal.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang memasukan anak-anak tidak nurut ke barak-barak militer.

Hal ini diutarakan bupati saat berkunjung ke SMKN 1 Karawang untuk melihat dari dekat dan memberikan motivasi kepada siswa dan siswi dalam upaya penguatan pendidikan vokasi di Jawa Barat serta peningkatan SDM lulusan SMK dalam program link and match dan kesenjangan keterampilan, Kamis 8 Mei 2025.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Ingin Pastikan Semua Anak di Jabar Bisa Sekolah

Dalam penyataannya ia sudah berkomunikasi dengan Komandan Bataliyon 305 mengenai pengiriman siswa ke barak militer.

Pemda tengah bersurat dengan Panglima Kostrad mengenai hal ini.

“Pak Danyon mengatakan bahwa hal ini harus sampai ke Pangkostrad. Nah mekanisme ini sudah kami tempuh. Kita masih nunggu izin Pangkostrad, kalau diizinkan, Yonif 305 sudah siap,” kata dia.

Sebagai bupati, sambung Haji Aep, dirinya berupaya menyelaraskan program ini dengan pemerintah provinsi.

Berita Lainnya  KBM Sekolah Rakyat di Bekasi Dimulai Akhir Juni 2026

Termasuk soal siswa SD dan SMP yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Maka dari itu saya membuat surat edaran agar anak-anak SD dan SMP diberikan penguatan karakter dengan praktek pendidikan keagamaan. Misalnya sebelum masuk kelas berdoa menghapal surat pendek, kemudian pas istirahat shalat Dhuha berjamaah, saat Dzhuhur sholatnya berjamaah,” tandasnya.

Pengayaan pendidikan agama ini diharapkan menjadi dasar penguatan karakter bagi anak-anak terutama saat usia dini.

Bupati memastikan program antara pemerintah provinsi dan kabupaten sejalan dalam rangka penguatan karakter dan pendidikan siswa-siswa SD, SMP dan SMA.(Prokompim)

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Digembleng Ala Militer, 2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal

JAKARTA - Dua orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal...

Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

JAKARTA - Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin berkaitan dengan pengakuan menerima uang Rp20 juta terkait...

Kasus Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah, Anne Ratna Mustika kembali Datangi Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (ARM) kembali terpantai mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (22/6/2026). Selain Anne tampak juga pengembang...

Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membuka sayembara bagi masyarakat untuk menemukan keberadaan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan terhadap YTR di Kabupaten Bandung. Hadiah...

SMA-SMK Swasta di Kota Bekasi Tolak Program Sekolah Gratis Dedi Mulyadi

KOTA BEKASI - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa mayoritas SMA/SMK swasta di Bekasi menolak program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan