Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Sekolah Terendam Banjir, Komisi IV Minta Disdik Segera Keluarkan SE Belajar Daring

KARAWANG – Akibat banjir yang semakin meluas, belasan gedung sekolah di Kabupaten Karawang dikabarkan terendam banjir. Beberapa sekolah dikabarkan terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa.

Menananggapi kabar ini, Komisi IV DPRD Karawang meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karawang segera mengeluarkan ‘Surat Edaran’ untuk mewajibkan belajar daring bagi setiap sekolah yang terdampak banjir.

Sekretaris Komisi IV, Asep Syaripudin mengatakan, prediksi BMKG telah menegaskan jika cuaca ektream akan masih berlangsung dari 21-26 Januari. Oleh karenanya, setiap pemerintah daerah harus mengantisipasi dampak dari cuaca ekstream tersebut, termasuk dampak banjir untuk dunia pendidikan.

Ditegaskan Asep Ibe (sapaan akrab), keselamatan siswa dan tenaga pendidik harus diutamakan dalam menyikapi bencana banjir di Karawang ini. Oleh karenanya, kebijakan mengeluarkan Surat Edaran belajar daring bagi sekolah yang terdampak banjir harus segera dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Berita Lainnya  Ketua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan dan Evaluasi Total Program MBG

“Saya pikir Surat Edaran tersebut harus segera dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karawang. Karena kita harus mengutamakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik,” tutur Asep Ibe, Jumat (23/1/2026).

Sementara berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karawang hingga Jumat (23/1/2026), total ada 14 Sekolah Dasar (SD), satu Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dilaporkan terendam banjir akibat intensitas hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian, hingga saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan belum mengeluarkan instruksi khusus terkait kebijakan meliburkan sekolah secara menyeluruh. Kebijakan meliburkan KBM siswa baru bersifat situasional, tergantung dari kebijakan kepala sekolah masing-masing.

Berita Lainnya  Giliran Ratusan Siswa dan Guru di MAN 2 Rembang yang Keracunan MBG

“Tidak ada kebijakan meliburkan sekolah dari dinas. Keputusan diliburkan atau tidak disesuaikan dengan kondisi sekolah dan menjadi kewenangan kepala sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karawang, Wawan Setiawan, dilansir dari Tribun Jabar.

Wawan menjelaskan, sekolah yang terpaksa diliburkan berada di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Hal itu dilakukan karena kondisi lingkungan sekolah tidak memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

“Di Karangligar ada dua SD Negeri dan satu SMP yang diliburkan karena memang tidak memungkinkan untuk dilakukan proses belajar-mengajar,” kata dia.

Menyikapi ini, Asep Ibe kembali menegaskan jika Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tetap harus mengeluarkan Surat Edaran untuk mewajibkan belajar daring bagi sekolah yang terdampak banjir. Pasalnya, tidak ada yang bisa memprediksi kapan banjir Karawang akan surut.

Berita Lainnya  Andre Taulany Kian Mantap Nikahi Amanda Rigby

“Jika sekolah tidak diliburkan atau belajar daring, kita bukan hanya khawatir keselamatan siswa dan tenaga pendidik saat di sekolah. Tetapi saat perjalanan mereka menuju sekolah,” kata Asep Ibe.

“Makanya Disdikbud harus mengeluarkan Surat Edaran segera. Karena kita tidak bisa memprediksi kapan banjir surut dan berapa sekolah lagi yang akan terendam banjir beberapa hari ke depan,” tutup politisi Partai Golkar ini.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan