Jumat, Mei 22, 2026
spot_img

Rugi Berturut-turut, 2 Pabrik Tekstil di Karawang Gulung Tikar

KARAWANG – Dua pabrik tekstil di Karawang gulung tikar alias tutup permanen, yakni PT Asia Pacific Fibers dan PT Polychem Indonesia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Rosmalia Dewi, menyebut PT Polychem Indonesia sejak 2024 melapor mengalami kerugian berturut-turut yang dialami perusahaan.

“Informasi umum yang kami terima sejak akhir tahun 2024, perusahaan mengalami kerugian terus-menerus,” kata Rosmalia saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon, Senin (15/12/2025).

Berita Lainnya  Kadin Karawang Silaturahmi dengan Kajari, Sinergitas Dunia Usaha dengan Penegakan Hukum

Hanya saja, saat dimintai data soal jumlah pasti pekerja yang terkena PHK, Rosmalia menyebut data ada di bidang hubungan industrial. Meski begitu, Rosmalia memastikan hak-hak pekerja yang terkena PHK telah dipenuhi.

“Hak-haknya telah dilaksanakan,” kata Rosmalia.

Diketahui, PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) mengumumkan perseroannya telah menutup permanen lini bisnis Polyester pada 14 November 2025.

Melansir Kontan, segmen tersebut mencatat kerugian beruntun selama beberapa tahun dan tidak lagi memberikan kontribusi positif bagi kinerja maupun strategi jangka panjang perusahaan.

Berita Lainnya  KADIN Karawang Dorong Penilaian PTSP dan PPB Secara Objektif demi Perbaikan Iklim Investasi

Sebelumnya, divisi ini dihentikan sementara pada 29 Maret 2022 lantaran dampak pandemi Covid-19. Adapun PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) mengumumkan penutupan secara permanen pabrik kimia dan serat yang ada di Karawang, Jawa Barat.

Pengumuman disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 21 Juli 2025.

POLY telah melakukan penghentian sementara operasional pabrik di Karawang tersebut sejak 1 November 2024.

POLY pun menjelaskan alasan penutupan pabrik secara permanen karena terdampak situasi bisnis di dalam dan luar negeri.***

Berita Lainnya  Bangkitkan Gairah Ekonomi Kerakyatan, Kang Jimmy akan Bagikan 'Gerobak Nyai' kepada Anak Muda dan Guru Ngaji

Sumber: https://bandung.kompas.com/read/2025/12/15/205300578/rugi-beruntun-dua-pabrik-tekstil-di-karawang-tutup-permanen.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Dukung Program MBG : ‘Jangan Sampai Ada Korupsi’

JAKARTA - KPK menyampaikan dukungan terhadap program prioritas pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski begitu, KPK menyebut tetap memberikan catatan penting mengenai tata kelola...

2 Buruh Tani di Pantura Subang Tewas Tersambar Petir

SUBANG - Nasib nahas menimpa dua orang buruh tani asal Desa Cigugur, Kecamatan Pusakajaya, Subang, yang kehilangan nyawa akibat tersambar petir saat bekerja memanen...

Isu Teror Pocong di Tanggerang, Polisi Imbau Warga Tenang dan Tingkatkan Kewaspadaan

TANGGERANG - Isu liar teror 'pocong' mencuat di bilangan Tangerang. Isu itu menyebutkan adanya pocong tipuan meneror warga di Kecamatan Rajeg, Tangerang, Banten. Heboh isu...

Dana Bantuan Provinsi Turun Drastis, Anggota DPRD Sukabumi Kritik Dedi Mulyadi

SUKABUMI - Transfer keseluruhan dana dari pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk Kota Sukabumi turun drastis di periode Dedi Mulyadi. Hal itu diungkap oleh anggota DPRD...

Mangkir dari Panggilan DPRD Karawang, Koperasi Pindo Deli Siap-siap Dipolisikan

KARAWANG - Rapat Dengar Pendapat (RDP) digelar Komisi II DPRD Karawang, Kamis (21/5/2026). RDP ini membahas persoalan aduan puluhan eks anggota Koperasi PT. Pindo...

Hukum

KPK Dukung Program MBG : ‘Jangan Sampai Ada Korupsi’

JAKARTA - KPK menyampaikan dukungan terhadap program prioritas pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski begitu, KPK menyebut tetap memberikan catatan penting mengenai tata kelola...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan