Kamis, Mei 14, 2026
spot_img

Protes Program MBG, Ibu-ibu Gelar Aksi di Monas

JAKARTA – Sejumlah massa yang menamakan diri Suara Ibu Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar unjuk rasa di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025).

Aksi tersebut mengangkat tema “Negara Harus Serius: Makan Bergizi Gratis Harus Efektif, Tepat Sasaran, dan Berpihak pada Rakyat Kecil.” Pantauan Kompas.com di lokasi, massa membawa berbagai atribut protes.

Sejumlah peserta mengangkat poster dengan tulisan sindiran seperti “Makan Beracun Gratis”, “Pangan adalah Hak”, “Wujudkan Hak atas Pangan dan Gizi”, “Mama buat bekal dengan cinta, Negara datang dengan MBG racuni siswa”, hingga “Mau Bapak Gembira.”

Selain itu, mereka juga membentangkan spanduk besar berwarna merah-hitam bertuliskan “Suara Ibu Peduli MBG”.

Di trotoar dekat area parkir IRTI Monas, peserta aksi menata peralatan rumah tangga seperti panci, wajan, piring, gelas, saringan, kotak bekal, hingga wadah plastik di atas poster-poster protes sebagai simbol penolakan.

Berita Lainnya  Om Zein : Generasi Muda Jangan Malu Pakai Bahasa Sunda

Beberapa orang tampak berorasi menggunakan megafon, sementara yang lain mengenakan caping atau topi petani sebagai bentuk simbolik.

Rusmarno Rusli dari Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat menyebutkan, program MBG pada dasarnya baik, namun pelaksanaannya belum berjalan sempurna.

“Kami memahami ini program pemerintah dan mengapresiasi Pak Prabowo untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Namun kenyataannya, mekanismenya masih belum bisa dibilang sempurna. Jangan sampai anak-anak dijadikan kelinci percobaan,” ujarnya.

Rusmarno menyoroti sejumlah kasus keracunan yang diduga terkait menu MBG di berbagai daerah.

“Data terakhir yang kami terima sudah ada sekitar 8.600 kasus keracunan. Apakah harus menunggu ada yang meninggal dulu baru dievaluasi?” katanya.

Berita Lainnya  Overstay, WNA Asal Pakistan dan Rusia Dideportasi

Ia juga mengkritisi besarnya anggaran program yang dinilai rawan penyalahgunaan. “Ini menyedot 40 persen dari 20 persen anggaran pendidikan kita. Jangan sampai jadi proyek, bukan lagi program,” ucapnya.

Senada, Yuli Supriati dari Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat menekankan perlunya perbaikan sistem distribusi MBG agar lebih sesuai dengan kondisi anak-anak di daerah.

“Kita ini bukan negara yang kelaparan, tapi memang banyak anak yang masih lapar. Jadi programnya harus manusiawi, berbasis penelitian, bukan seperti bagi-bagi ransum tentara,” katanya.

Yuli menilai pemerintah perlu melakukan riset mendalam sebelum menentukan menu MBG, termasuk survei alergi, selera lokal, dan jenis makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Berita Lainnya  Banyak Warga Jabar Ngeluh Susah Cari Kerja, NHRI Tanggapi Pernyataan Dedi Mulyadi

“Program ini harus masuk ke mulut anak-anak, bukan jadi sampah makanan. Kalau dapurnya jauh, makanan bisa rusak. Lebih baik satu dapur melayani 100 anak tapi jelas terjamin kualitas dan gizinya,” ujarnya.

Melalui aksi ini, massa mendesak pemerintah memastikan program MBG benar-benar berjalan efektif, tepat sasaran, serta meningkatkan kualitas gizi anak-anak.

Mereka menekankan agar program tidak justru menimbulkan risiko kesehatan baru bagi siswa penerima.***

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Ibu-ibu Gelar Aksi di Monas, Protes Program Makan Bergizi Gratis”, Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2025/10/01/12213071/ibu-ibu-gelar-aksi-di-monas-protes-program-makan-bergizi-gratis.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ustaz di Purwakarta Diduga Cabuli Murid, Polisi Sebut Ada 6 Korban di Bawah Umur

PURWAKARTA - Satreskrim Polres Purwakarta, Jawa Barat, menangkap seorang ustaz yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap muridnya di sebuah majelis taklim tempatnya mengajar. Kasat Reskrim...

LMP dan Brigez Kembali Sambangi Kejari Bekasi, Pertanyakan Laporan Dugaan Korupsi dan TPPU Dirut PDAM Tirta Bhagasasi

BEKASI – Ormas Laskar Merah Putih (LMP) bersama Brigez, menyambangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari), Kabupaten Bekasi untuk memfollow-up laporannya pada 20 April 2026 lalu. Kedatangan...

Saling Lempar Tanggungjawab di Sidang Ade Kunang, Hakim Minta Para Saksi Dikonfrontir

BANDUNG - Sidang kasus dugaan korupsi dan ijon proyek di Kabupaten Bekasi dengan terdakwa Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang alias Ade Kunang dan...

2 Napiter di Lapas Subang Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

SUBANG – Langkah nyata pembinaan dan deradikalisasi kembali membuahkan hasil di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang. Dua narapidana tindak pidana terorisme (Napiter) secara resmi...

Upaya Penyelundupan Narkotika ke Lapas Karawang Digagalkan Petugas

KARAWANG - Upaya penyelundupan narkotika oleh orang tak dikenal (OTK) ke dalam Lapas Karawang berhasil digagalkan petugas, Senin (11/5/2026). Pelaku melakukan modus pelemparan barang haram...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan