Selasa, Oktober 27, 2026
Google search engine

Protes Program MBG, Ibu-ibu Gelar Aksi di Monas

JAKARTA – Sejumlah massa yang menamakan diri Suara Ibu Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar unjuk rasa di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025).

Aksi tersebut mengangkat tema “Negara Harus Serius: Makan Bergizi Gratis Harus Efektif, Tepat Sasaran, dan Berpihak pada Rakyat Kecil.” Pantauan Kompas.com di lokasi, massa membawa berbagai atribut protes.

Sejumlah peserta mengangkat poster dengan tulisan sindiran seperti “Makan Beracun Gratis”, “Pangan adalah Hak”, “Wujudkan Hak atas Pangan dan Gizi”, “Mama buat bekal dengan cinta, Negara datang dengan MBG racuni siswa”, hingga “Mau Bapak Gembira.”

Selain itu, mereka juga membentangkan spanduk besar berwarna merah-hitam bertuliskan “Suara Ibu Peduli MBG”.

Di trotoar dekat area parkir IRTI Monas, peserta aksi menata peralatan rumah tangga seperti panci, wajan, piring, gelas, saringan, kotak bekal, hingga wadah plastik di atas poster-poster protes sebagai simbol penolakan.

Berita Lainnya  Capaian Pendapatan Bapenda Diapresiasi, Bupati Diminta Tahan TPP 'Pejabat OPD Pemalas'

Beberapa orang tampak berorasi menggunakan megafon, sementara yang lain mengenakan caping atau topi petani sebagai bentuk simbolik.

Rusmarno Rusli dari Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat menyebutkan, program MBG pada dasarnya baik, namun pelaksanaannya belum berjalan sempurna.

“Kami memahami ini program pemerintah dan mengapresiasi Pak Prabowo untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Namun kenyataannya, mekanismenya masih belum bisa dibilang sempurna. Jangan sampai anak-anak dijadikan kelinci percobaan,” ujarnya.

Rusmarno menyoroti sejumlah kasus keracunan yang diduga terkait menu MBG di berbagai daerah.

“Data terakhir yang kami terima sudah ada sekitar 8.600 kasus keracunan. Apakah harus menunggu ada yang meninggal dulu baru dievaluasi?” katanya.

Berita Lainnya  Temuan DPMPTSP Soal 3 Perusahaan yang Belum Lengkapi Izin, Askun : "Itu Hanya Sekedar Cek Lokasi, Aparat Gabungan Harus Sidak Lagi"

Ia juga mengkritisi besarnya anggaran program yang dinilai rawan penyalahgunaan. “Ini menyedot 40 persen dari 20 persen anggaran pendidikan kita. Jangan sampai jadi proyek, bukan lagi program,” ucapnya.

Senada, Yuli Supriati dari Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat menekankan perlunya perbaikan sistem distribusi MBG agar lebih sesuai dengan kondisi anak-anak di daerah.

“Kita ini bukan negara yang kelaparan, tapi memang banyak anak yang masih lapar. Jadi programnya harus manusiawi, berbasis penelitian, bukan seperti bagi-bagi ransum tentara,” katanya.

Yuli menilai pemerintah perlu melakukan riset mendalam sebelum menentukan menu MBG, termasuk survei alergi, selera lokal, dan jenis makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Berita Lainnya  PERADI Kritik Keras Barrier Gate di Mapolresta Karawang : "Bikin Ribet Masyarakat yang Berkunjung"

“Program ini harus masuk ke mulut anak-anak, bukan jadi sampah makanan. Kalau dapurnya jauh, makanan bisa rusak. Lebih baik satu dapur melayani 100 anak tapi jelas terjamin kualitas dan gizinya,” ujarnya.

Melalui aksi ini, massa mendesak pemerintah memastikan program MBG benar-benar berjalan efektif, tepat sasaran, serta meningkatkan kualitas gizi anak-anak.

Mereka menekankan agar program tidak justru menimbulkan risiko kesehatan baru bagi siswa penerima.***

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Ibu-ibu Gelar Aksi di Monas, Protes Program Makan Bergizi Gratis”, Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2025/10/01/12213071/ibu-ibu-gelar-aksi-di-monas-protes-program-makan-bergizi-gratis.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Korupsi hingga TPPU, Mantan Bupati Gowa Resmi Ditahan

GOWA - Mantan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, resmi ditahan oleh penyidik Subdit III Tipidkor Polda Sulawesi Selatan pada Senin, 26 Oktober 2026. Setelah menjalani...

PSSI Kecam Keras Penyerangan yang Tewaskan Bobotoh di Bogor, Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku

JAKARTA - Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora, Erick Thohir, mengecam keras insiden penyerangan yang menewaskan seorang suporter Persib Bandung (Bobotoh) berinisial ARK (16 tahun)...

Polisi Amankan Pelaku Pembacokan Remaja Bobotoh Bogor

BOGOR - Polres Bogor bergerak cepat mengamankan pelaku yang terlibat dalam tewasnya seorang remaja Bobotoh berinisial ARK yang ditemukan bersimbah darah di Jalan Raya...

Istri dan Anak Asal Bogor Dibunuh Suami Siri, Dicekik – Dibakar hingga Dimasukan ke Penggilingan Daging

MADIUN - Dwi Bagus Martono, pelaku pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anak laki-lakinya yang berinisial AGEF (4), asal Kabupaten Bogor, ditangkap polisi. Kedua...

Polisi Selidiki Tewasnya Remaja Bobotoh Bogor, Minta Warga Beri Informasi Sekecil Apapun untuk Percepat Proses Hukum

BOGOR - Menanggapi insiden tewasnya seorang remaja Bobotoh berinisial ARK (16) yang diduga menjadi korban pembacokan dan penghadangan di Jalan Raya Jakarta-Bogor usai menonton...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan