Minggu, September 20, 2026
spot_img

Polres Subang Ungkap Kasus Pestisida Palsu, 3 Pelaku Asal Garut Diringkus

SUBANG – Polres Subang berhasil meringkus tiga orang warga Kabupaten Garut yang diduga memproduksi dan mengedarkan pestisida jenis insektisida merek Puradan 3 Gr palsu. Pestisida ilegal ini rencananya akan dijual di wilayah Kabupaten Subang dan Indramayu.

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan polisi pada Senin, 30 Maret 2026, di wilayah Pusakanagara, Kabupaten Subang. Laporan tersebut ditindaklanjuti oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Subang.

Tiga tersangka yang berhasil diamankan adalah SB (wiraswasta, Cigedug, Garut), UK (wiraswasta, Cisurupan, Garut), dan MN (wiraswasta, Cigedug, Garut). SB dan UK diamankan di Kabupaten Subang, sementara MN diamankan di Kabupaten Garut.

Peran masing-masing tersangka adalah SB sebagai pembuat dan pengedar pestisida palsu di Garut dan Subang, UK sebagai pengedar di Subang, dan MN sebagai pemilik tempat produksi pestisida palsu di Garut.

Berita Lainnya  Dugaan Penipuan Modus Pinjaman Uang, 2 Warga Karawang Laporkan Perempuan Berinisial NA ke Polisi

Modus operandi yang digunakan adalah memalsukan pestisida merek Puradan 3 Gr ukuran 2 kilogram, kemudian mengedarkan dan menjualnya kepada konsumen dengan harga di bawah pasaran (Rp150 ribu per dus, sedangkan harga pasaran sekitar Rp350 ribu per dus) untuk meraup keuntungan.

Kronologi pengungkapan dimulai pada Senin, 30 Maret 2026, sekitar pukul 09.20 WIB di Pusakanagara, Subang, ketika Satreskrim Polres Subang mengamankan UK dan SB yang kedapatan membawa 1.400 unit pestisida diduga palsu menggunakan mobil pikap Daihatsu GrandMax. Dari pemeriksaan, diketahui produksi dilakukan di Garut.

Pada Selasa, 31 Maret 2026, sekitar pukul 01.45 WIB, tim melakukan pengembangan ke Cigedug, Garut. Di sebuah gudang milik MN, polisi mengamankan tersangka MN dan menemukan ratusan pestisida palsu siap edar beserta peralatan produksinya.

Berita Lainnya  Apes! Salah Sasaran Malah Palak Mantan Ajudan Dedi Mulyadi, Preman ini Berakhir Diciduk Polisi

Barang bukti yang diamankan meliputi 1.740 unit Puradan 3 Gr ukuran 2 kilogram siap edar, ratusan kemasan plastik, dus kemasan, mesin segel, perlengkapan produksi, empat karung ayak, dan satu unit mobil pikap Daihatsu GrandMax.

Para tersangka mengakui telah menjalankan bisnis ilegal ini sejak Januari 2026. Produksi dilakukan di gudang MN di Garut, dan hasil produksi didistribusikan ke Subang dan Indramayu. Kapasitas produksi mencapai 1.000 hingga 1.500 unit per produksi.

Pestisida palsu tersebut dibuat dengan mencampur pasir ayak, bahan kimia pertanian, pewarna, dan air, kemudian dikemas menggunakan kemasan palsu agar menyerupai produk asli.

Polres Subang sedang mendalami jaringan distribusi, asal kemasan, peralatan produksi, serta kemungkinan adanya pelaku lain. Para tersangka dijerat dengan Pasal 123 juncto Pasal 77 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Perkebunan, dan atau Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 80 huruf b dan f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Berita Lainnya  Berawal dari 'Heureuy', Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

Kapolres Subang menegaskan bahwa Polres Subang tidak memberikan ruang bagi kejahatan dan akan menegakkan hukum secara tegas, terukur, dan profesional. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan tindakan kejahatan.***

Sumber : TribrataNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Peras 21 Kepala Sekolah, Dua Staf Dinas Pendidikan Banyuasin Kena OTT di Hotel

Polda Sumatera Selatan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin berinisial RB dan...

Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan 3 Siswi Magang dengan Modus Karaoke Bersama

SUKABUMI - Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdis) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP (54) ditetapkan jadi tersangka atas kasus tindak asusila terhadap tiga siswi magang. Aksi pencabulan...

Pria ini Dilaporkan ke Polisi Setelah Mengaku Bertemu dengan Allah dan Rasulullah

Seorang pria di Jember bernama Abdullah Arrosy dilaporkan ke Polres Jember pada Kamis, 17 September 2026, karena membuat konten TikTok yang mengaku pernah bertemu...

Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, viral di media sosial setelah tertangkap kamera melakukan video call dan menjulurkan lidah saat mengikuti rapat...

Prabowo : “Saya Bisa Diundang di Acara Tidak Terlalu Besar, Kalau Perlu Tidak Ada Wartawan”

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menghadiri berbagai agenda kegiatan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk ketika diundang Pondok Modern Darussalam Gontor. Pernyataan tersebut disampaikan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan