Jumat, Agustus 21, 2026
spot_img

Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah Haji Kota Bekasi Dipercepat

KOTA BEKASI  Pemerintah Kota Bekasi memperluas jejaring layanan kesehatan untuk pemeriksaan Calon Jemaah Haji (CJH) 2026. Enam rumah sakit kini dilibatkan dalam proses pemeriksaan kesehatan, menyusul meningkatnya kuota jamaah haji asal Kota Bekasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengatakan penambahan fasilitas layanan ini merupakan langkah antisipatif agar proses pemeriksaan berjalan lebih cepat dan merata. Sebelumnya, pemeriksaan kesehatan hanya dilakukan di empat rumah sakit rujukan.

“Awalnya hanya empat rumah sakit yang dilibatkan. Karena kuota calon jamaah haji bertambah, maka kami juga menambah jumlah rumah sakit rujukan,” ujar Satia, Rabu (17/12/2025).

Tak hanya menambah jumlah rumah sakit, Dinas Kesehatan juga memperluas tipe fasilitas kesehatan yang dilibatkan. Jika pada tahap awal pemeriksaan hanya mengandalkan rumah sakit tipe D, kini sejumlah rumah sakit lain dengan kapasitas lebih besar turut disertakan. Langkah ini diambil untuk menghindari penumpukan antrean dan mempercepat penerbitan status istithaah, yakni kelayakan medis jamaah untuk berangkat haji.

Berita Lainnya  Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

Data Dinas Kesehatan menunjukkan, hingga pertengahan Desember 2025, baru sekitar separuh dari total calon jamaah yang telah dinyatakan layak secara medis. Dari sekitar 5.200 calon jamaah haji, sebanyak 2.800 orang telah memenuhi persyaratan kesehatan.

“Yang sudah diperiksa dan dinyatakan istithaah sekitar 2.800 orang dari total 5.200 calon jamaah,” kata Satia.

Masih berlangsungnya proses pemeriksaan ini berkaitan erat dengan diterbitkannya jadwal pelunasan biaya haji, yang menjadi penanda kesiapan administratif sekaligus medis jamaah. Karena itu, Dinkes Kota Bekasi mendorong calon jamaah agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan.

Berita Lainnya  Menakar Nilai Ekologi Sunda Kuno, Refleksi Historis untuk Mengurai Sengkarut Tata Ruang Karawang

“Saya mendorong masyarakat untuk segera mengecek porsi keberangkatannya dan mempercepat pemeriksaan kesehatan. Semakin cepat diperiksa, maka semakin cepat pula penerbitan status istithaah,” ujarnya.

Namun, perluasan layanan tidak serta-merta berarti semua calon jamaah dapat dinyatakan layak berangkat. Dinas Kesehatan menegaskan bahwa aspek keselamatan jamaah tetap menjadi prioritas utama. Hingga saat ini, tiga calon jamaah haji tidak diberikan status istithaah karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

“Ada tiga calon jamaah yang kami tolak. Satu di antaranya mengalami demensia, termasuk gangguan kesehatan jiwa, dan dua lainnya karena penyakit tertentu,” kata Satia.

Penolakan ini, menurut Dinkes, bukan bentuk pembatasan, melainkan bagian dari upaya perlindungan jamaah agar tidak menghadapi risiko kesehatan serius selama menjalankan ibadah haji yang menuntut kesiapan fisik dan mental tinggi.

Berita Lainnya  HMI Soroti Klaim Tunggakan BPJS Kesehatan ke Rumah Sakit

Dengan meningkatnya jumlah jamaah dan kompleksitas tantangan kesehatan, Pemerintah Kota Bekasi menilai penguatan sistem pemeriksaan kesehatan menjadi krusial. Penambahan rumah sakit rujukan diharapkan mampu memastikan seluruh calon jamaah memperoleh layanan yang memadai—tanpa mengorbankan standar keselamatan dan kualitas pemeriksaan.

Ke depan, Dinas Kesehatan Kota Bekasi berkomitmen terus melakukan evaluasi agar proses pemeriksaan kesehatan haji berjalan lebih efektif, transparan, dan berpihak pada keselamatan jamaah, seiring meningkatnya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.***

Sumber : GoBekasi.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Lagi, Giliran Siswa SMKN 1 Tapung Keracunan Menu MBG

RIAU - Puluhan tepatnya 81 siswa di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (18/8/2026). Para...

Bukan ODGJ, Pria Mengamuk di Lenteng Agung Ternyata di Bawah Pengaruh Miras

JAKARTA - Pria tanpa busana bernama Josua mengamuk dan memukuli pengendara motor di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026) malam, bukan orang dengan...

Jika Tidak Ditutup, Habib Bahar Ancam Bakar Pabrik Miras di Bogor

BOGOR - Ratusan massa yang terdiri dari organisasi masyarakat (ormas), ulama, warga, dan santri menggelar aksi demonstrasi di depan PT Intitirta Sarimakmur di Desa...

Kepala Inspektorat Banda Aceh Ditangkap Bareng Pasangan Sejenis

BANDA ACEH - Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh, FD (52) ditangkap polisi syariah bersama pasangan sejenis di kantornya. FD sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasatpol PP-Wilayatul...

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

JAKARTA - Rencana massa mahasiswa menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/8/2026), berakhir tanpa mencapai titik tujuan. Setelah tertahan barikade kepolisian di depan...

Hukum

Kepala Inspektorat Banda Aceh Ditangkap Bareng Pasangan Sejenis

BANDA ACEH - Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh, FD (52) ditangkap polisi syariah bersama pasangan sejenis di kantornya. FD sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasatpol PP-Wilayatul...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan