Selasa, Juli 7, 2026
spot_img

Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah Haji Kota Bekasi Dipercepat

KOTA BEKASI  Pemerintah Kota Bekasi memperluas jejaring layanan kesehatan untuk pemeriksaan Calon Jemaah Haji (CJH) 2026. Enam rumah sakit kini dilibatkan dalam proses pemeriksaan kesehatan, menyusul meningkatnya kuota jamaah haji asal Kota Bekasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengatakan penambahan fasilitas layanan ini merupakan langkah antisipatif agar proses pemeriksaan berjalan lebih cepat dan merata. Sebelumnya, pemeriksaan kesehatan hanya dilakukan di empat rumah sakit rujukan.

“Awalnya hanya empat rumah sakit yang dilibatkan. Karena kuota calon jamaah haji bertambah, maka kami juga menambah jumlah rumah sakit rujukan,” ujar Satia, Rabu (17/12/2025).

Tak hanya menambah jumlah rumah sakit, Dinas Kesehatan juga memperluas tipe fasilitas kesehatan yang dilibatkan. Jika pada tahap awal pemeriksaan hanya mengandalkan rumah sakit tipe D, kini sejumlah rumah sakit lain dengan kapasitas lebih besar turut disertakan. Langkah ini diambil untuk menghindari penumpukan antrean dan mempercepat penerbitan status istithaah, yakni kelayakan medis jamaah untuk berangkat haji.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

Data Dinas Kesehatan menunjukkan, hingga pertengahan Desember 2025, baru sekitar separuh dari total calon jamaah yang telah dinyatakan layak secara medis. Dari sekitar 5.200 calon jamaah haji, sebanyak 2.800 orang telah memenuhi persyaratan kesehatan.

“Yang sudah diperiksa dan dinyatakan istithaah sekitar 2.800 orang dari total 5.200 calon jamaah,” kata Satia.

Masih berlangsungnya proses pemeriksaan ini berkaitan erat dengan diterbitkannya jadwal pelunasan biaya haji, yang menjadi penanda kesiapan administratif sekaligus medis jamaah. Karena itu, Dinkes Kota Bekasi mendorong calon jamaah agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan.

Berita Lainnya  Tak Sesuai Nilai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' Ciptaan Bupati Purwakarta

“Saya mendorong masyarakat untuk segera mengecek porsi keberangkatannya dan mempercepat pemeriksaan kesehatan. Semakin cepat diperiksa, maka semakin cepat pula penerbitan status istithaah,” ujarnya.

Namun, perluasan layanan tidak serta-merta berarti semua calon jamaah dapat dinyatakan layak berangkat. Dinas Kesehatan menegaskan bahwa aspek keselamatan jamaah tetap menjadi prioritas utama. Hingga saat ini, tiga calon jamaah haji tidak diberikan status istithaah karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

“Ada tiga calon jamaah yang kami tolak. Satu di antaranya mengalami demensia, termasuk gangguan kesehatan jiwa, dan dua lainnya karena penyakit tertentu,” kata Satia.

Penolakan ini, menurut Dinkes, bukan bentuk pembatasan, melainkan bagian dari upaya perlindungan jamaah agar tidak menghadapi risiko kesehatan serius selama menjalankan ibadah haji yang menuntut kesiapan fisik dan mental tinggi.

Berita Lainnya  Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas

Dengan meningkatnya jumlah jamaah dan kompleksitas tantangan kesehatan, Pemerintah Kota Bekasi menilai penguatan sistem pemeriksaan kesehatan menjadi krusial. Penambahan rumah sakit rujukan diharapkan mampu memastikan seluruh calon jamaah memperoleh layanan yang memadai—tanpa mengorbankan standar keselamatan dan kualitas pemeriksaan.

Ke depan, Dinas Kesehatan Kota Bekasi berkomitmen terus melakukan evaluasi agar proses pemeriksaan kesehatan haji berjalan lebih efektif, transparan, dan berpihak pada keselamatan jamaah, seiring meningkatnya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.***

Sumber : GoBekasi.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Kejagung Ungkap Dugaan Keterlibatan Anggota TNI Aktif di Korupsi Program MBG

JAKARTA - Penyidikan kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap adanya dugaan keterlibatan anggota militer aktif yang berdinas di Badan Gizi Nasional (BGN). Direktur...

Usulan Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Menguat

BANDUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat memastikan akan menindaklanjuti usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Provinsi Pasundan. Usulan...

Diduga Jadi Korban Peluru Nyasar TNI, Warga Intan Jaya – Papua Tengah Arak Jenazah Ibu Hamil

Seorang ibu hamil bernama Melkiana Dwitau meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah diduga terkena peluru nyasar di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan...

Tuai Banyak Pujian, Luna Maya Bangun Gedung Taman Kanak-kanak di NTT

ARTIS Luna Maya mengunjungi Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu, 1 Juli 2026. Dia ke sana, untuk melakukan peletakan batu pertama...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan