Senin, Juli 6, 2026
spot_img

Perundungan di Sekolah Kembali Terjadi, Siswa SD Trauma Setelah Alami Kekerasan Fisik

KOTA BEKASI – Kasus dugaan perundungan di lingkungan sekolah dasar di Kota Bekasi kembali mencuat. Seorang siswa kelas 3 SD di salah satu sekolah swasta, kawasan Harapan Indah, berinisial G (9), dilaporkan mengalami trauma psikis setelah diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh teman sekelasnya.

Peristiwa itu terjadi pada 29 Oktober 2025. Insiden bermula ketika G menegur seorang siswa berinisial A yang disebut kerap mengejek dan merundung temannya yang yatim piatu. Niat G untuk melerai justru berujung kekerasan.

Ibu korban, Chelsea, mengungkapkan bahwa anaknya diserang di hadapan teman-teman sekelas. “Anak saya ditendang empat kali di bagian perut dan satu kali di kaki. Padahal dia hanya ingin membela temannya yang sering dihina,” ujar Chelsea saat ditemui, awak media, Kamis (18/12/2025).

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Siapkan Beasiswa Pelatihan ke Inggris bagi Siswa dan Guru Berprestasi di 'Sekolah Maung'

Akibat kejadian tersebut, kondisi psikologis G disebut mengalami perubahan signifikan. Anak yang sebelumnya ceria dan berprestasi itu kini kerap menangis tiba-tiba dan menunjukkan rasa takut berlebihan.

“Kalau dengar nama pelaku, dia bisa langsung panik. Bahkan kemarin menangis berkali-kali saat di luar rumah. Pagi ini dia juga menolak sekolah karena takut bertemu A, padahal ada acara Natal,” tutur Chelsea dengan suara bergetar.

Keluarga telah membawa G menjalani pendampingan psikologis. Namun trauma yang dialami disebut belum mereda dan masih memengaruhi aktivitas sehari-hari korban.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Ingin Pastikan Semua Anak di Jabar Bisa Sekolah

Tak hanya itu, pihak keluarga juga menyoroti sikap sekolah yang dinilai kurang tegas. Chelsea menyebut, perilaku kekerasan yang dilakukan A bukan kejadian pertama. Insiden serupa diduga sudah terjadi sejak korban duduk di kelas 1.

“Dulu anak saya juga pernah ditendang di bagian vital dan pinggang. Bahkan informasinya ada sekitar enam anak lain yang pernah menjadi korban, mulai dari ditendang, dipukul, ditampar, sampai diancam,” jelasnya.

Menurut Chelsea, sejumlah orang tua murid telah menyuarakan kekhawatiran dan berharap ada langkah konkret dari pihak sekolah, termasuk kemungkinan pemindahan pelaku demi keamanan siswa lain. “Kami melihat ada kesan pembiaran. Ini tidak bisa dianggap hal biasa,” tegasnya.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa Nakal

Atas kondisi tersebut, keluarga korban mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi untuk turun tangan. Mereka meminta adanya perlindungan bagi korban serta evaluasi serius terhadap pihak sekolah.

“Kami hanya ingin anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman. Jangan sampai kasus seperti ini terulang,” pungkas Chelsea.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan perundungan di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan penanganan tegas demi keselamatan peserta didik.(**)

Sumber : BeritaBekasi.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Kejagung Ungkap Dugaan Keterlibatan Anggota TNI Aktif di Korupsi Program MBG

JAKARTA - Penyidikan kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap adanya dugaan keterlibatan anggota militer aktif yang berdinas di Badan Gizi Nasional (BGN). Direktur...

Usulan Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Menguat

BANDUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat memastikan akan menindaklanjuti usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Provinsi Pasundan. Usulan...

Diduga Jadi Korban Peluru Nyasar TNI, Warga Intan Jaya – Papua Tengah Arak Jenazah Ibu Hamil

Seorang ibu hamil bernama Melkiana Dwitau meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah diduga terkena peluru nyasar di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan...

Tuai Banyak Pujian, Luna Maya Bangun Gedung Taman Kanak-kanak di NTT

ARTIS Luna Maya mengunjungi Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu, 1 Juli 2026. Dia ke sana, untuk melakukan peletakan batu pertama...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan