Minggu, Juli 12, 2026
spot_img

Pedagang Pasar Tumpah Cikarang Kota Masih Membandel

BEKASI – Para pedagang di pasar tumpah persimpangan Cikarang Kota, Kabupaten Bekasi masih membandel, meski pembatasan waktu berjualan telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Aktivitas jual beli di badan jalan melewati batas toleransi pukul 05.00 WIB, sehingga memicu kemacetan parah di Jalur Utama Pantura Karawang–Bekasi.

Kebijakan pembatasan ini sejatinya telah disosialisasikan sejak dua pekan lalu, dengan batas waktu operasional pedagang antara pukul 22.00 malam hingga 05.00 pagi.

Namun berdasarkan evaluasi Satpol PP Kabupaten Bekasi, sekitar 40 persen pedagang tetap melanggar aturan tersebut.

“Hingga pukul 06.00, kami beri ruang dan waktu untuk merapikan jualannya, tapi masih ditemukan pedagang yang belum selesai berjualan,” ujar Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kabupaten Bekasi, Ganda Sasmita, Senin (23/6/2025).

Berita Lainnya  Demo Emak-emak di Karawang: "Jangan Hentikan MBG, Anak-anak Kami Butuh Makan Bergizi"

Menurut Ganda, pemerintah telah melakukan upaya persuasif mulai dari sosialisasi hingga woro-woro menggunakan mobil patroli setiap pagi.

Namun tingkat kepatuhan pedagang dinilai masih rendah. Pihaknya pun mulai mengeluarkan teguran lisan dan tertulis kepada para pedagang.

“Jika dalam beberapa hari ke depan kepatuhan masih rendah, maka kami akan menjalankan tindakan tegas sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum, termasuk potensi penutupan permanen,” tegas Ganda.

Pedagang Keberatan dan Minta Solusi Relokasi

Di sisi lain, para pedagang mengaku terpaksa berjualan di luar jam yang ditetapkan karena khawatir pendapatan berkurang. Mereka menyebut pukul 05.00 justru merupakan puncak aktivitas jual beli.

Berita Lainnya  Tuntut Evaluasi MBG dan KDMP, Demo Mahasiswa Tutup Akses Menujul Tol Karawang Barat

“Kami mau beres-beres jam 5, justru itu pas lagi rame-ramenya. Kalau dibatasi, kami kehilangan pelanggan. Kecuali kalau dikasih tempat relokasi,” keluh Ibnu (40), salah satu pedagang sayur.

Keluhan senada juga disampaikan Diki (29), yang menyebut bahwa pembatasan tidak disertai solusi. Ia menyebut para pedagang berharap pemerintah segera menyelesaikan pembangunan Pasar Cikarang yang hingga kini belum difungsikan.

“Kalau ada tempat relokasi, kita pindah. Tapi kalau dibatasi tanpa solusi, kita bingung. Mau jualan aman saja susah, belum ada fasum yang layak,” ucap Diki.

Berita Lainnya  Warga Karawang Barat Keluhkan Serangan Kutu Beras, Mata Anak Sampai Bengkak

Kemacetan dan Ketertiban Jadi Sorotan

Kehadiran pasar tumpah yang menempati badan jalan menghambat arus lalu lintas yang setiap pagi sudah padat.

Jalur tersebut merupakan penghubung utama Karawang dan Bekasi, sehingga sangat vital untuk mobilitas warga dan kendaraan logistik.

Pemkab Bekasi berharap kesadaran kolektif dari para pedagang untuk menaati aturan. Jika pelanggaran masih terus terjadi, penertiban akan ditingkatkan demi menjaga ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan.

Sumber : GoBekasi.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Belum Ada Urgensi Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda

KARAWANG - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Sjamsurijal menilai belum ada urgensi terkait perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda. Cucun pun meminta...

Bejat! Anak Sendiri kok Dicabuli, Si Gondrong Kini Sudah Diringkus Polisi

KARAWANG - DH (46), seorang ayah asal Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa diringkus polisi, setelah kedapatan memperkosa anak kandungnya sendiri. Ironisnya,...

Bikin Bingung! Dedi Mulyadi Sebut Jalan Bergelombang Interchange Karawang Barat Kewenangan Jasa Marga

KARAWANG - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) merespon keluhan masyarakat mengenai banyaknya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan jalan bergelombang di Jalan Interchange...

Ono Surono dan Dedi Mulyadi Sependapat Tak Perlu Ada Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Tatar Sunda

BANDUNG - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono hingga Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi alias KDM secara terpisah mengutarakan pendapat senada bahwa...

Pertama, Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50 di KM 57A Karawang

KARAWANG - Presiden Prabowo meluncurkan Biodiesel B50 di Rest Area KM 57A, Tol Jakarta - Cikampek, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan