Selasa, Juli 14, 2026
spot_img

Mulai Selidiki Dugaan Mark Up Whoosh, KPK Diminta Tidak Sekedar ‘Omon-omon’

JAKARTA – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar serius dan transparan dalam menyelidiki dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh).

Ia menilai, publik berhak mengetahui perkembangan penanganan perkara yang disebut telah masuk tahap penyidikan sejak awal tahun ini.

“Kalau sudah lidik (penyelidikan) sejak awal tahun, maka apa hasilnya? Harus dibuka ke publik. Kalau tidak dibuka, bisa jadi itu cuma omong doang gara-gara dikritik sana-sini, termasuk oleh Pak Mahfud MD,” kata Boyamin saat dihubungi Inilah.com, Selasa (28/10/2025).

Boyamin menilai langkah KPK yang menaikkan status perkara ke tahap penyelidikan belum cukup menunjukkan keseriusan lembaga antirasuah tersebut. Ia mengingatkan agar KPK tidak berhenti di tengah jalan dan berani menindak siapa pun yang terlibat tanpa pandang bulu.

Berita Lainnya  Korupsi Batu Bara PLN, Polisi Bongkar Brankas Emas Batangan hingga Dollar Senilai Ratusan Miliar

“Betul (KPK jangan sekadar omong belaka),” tegasnya menambahkan.

Meski demikian, Boyamin mengaku masih menaruh harapan agar KPK benar-benar mendalami kasus dugaan korupsi dalam proyek strategis nasional tersebut, meski dengan optimisme yang terbatas. “Sementara optimistis 10 persen saja,” ujar Bonyamin.

Agar penyidikan berjalan transparan dan akuntabel, ia pun mendorong KPK untuk secara rutin menyampaikan perkembangan perkara kepada publik. “Update setiap minggu,” tandasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim diam-diam sudah menyelidiki kasus dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang sekarang berjuluk Kereta Whoosh, sejak awal 2025.

Berita Lainnya  Taufik Hidayat Minta Maaf dan Mengaku Menyesal

Tapi karena diam-diam, wajarlah banyak kalangan menilai lembaga ‘penjagal’ koruptor itu, melempem. Seakan ‘gagap’ dalam menggarap dugaan mark-up proyek Kereta Whoosh senilai US$7,27 miliar.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, proses penyelidikan perlu dilakukan di ruang gelap. Sehingga KPK belum mau memberikan informasi soal proses penyelidikan dugaan mark-up proyek Kereta Whoosh yang kini dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), menyasar siapa.

“Ya benar, jadi perkara tersebut saat ini sedang dalam tahap penyelidikan di KPK. Sehingga karena memang masih di tahap penyelidikan, informasi detil terkait dengan progres atau perkembangan perkaranya, belum bisa kami sampaikan secara rinci,” kata Budi di Jakarta, dikutip Selasa (28/10/2025).

Berita Lainnya  Diduga Terlibat Kasus Asusila, Maskar Desak Bupati Karawang Copot Kadishub Muhana

Dia mengatakan, penyelidikan terkait dugaan mak up proyek Kereta Whoosh, sudah dilakukan sejak awal 2025. Artinya, penyelidikan dilakukan KPK sebelum kasus ini viral dan membuat kehebohan seluruh negeri. “Adapun penyelidikan perkara ini sudah dimulai sejak awal tahun,” ujar Budi.

KPK terus mengimbau kepada masyarakat siapapun yang memiliki informasi ataupun data yang terkait dengan hal tersebut, bisa menyampaikan kepada KPK. Pesan ini termasuk untuk mantan cawapres 2024 sekaligus mantan Menko Polhukam Mahfud MD.***

Sumber : inilah.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sakit Hati karena Sering Di-bully, Siswa ini Ledakan Bom Rakitan di Lingkungan Sekolah

PADANG - Diduga menyimpan dendam karena sering mendapatkan perundungan atau bullying dari temannya, R (17) siswa MAN 3 Padang - Sumatera Barat, meledakan bom...

KPK Dalami Aliran Dana Rp100 juta ke Gus Miftah dalam Kasus Korupsi Proyek JGSS

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengusut Miftah Maulana Habiburrohman atau Gus Miftah yang diduga menerima Rp 100 juta dari proyek pembangunan jalur...

Polisi Tangkap Pelaku Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah – Jaksel

JAKARTA - Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku pria berinisial MY...

2 Saksi Ahli Nilai Penangkapan Ade Kunang Tidak Penuhi Karakteristik OTT

BANDUNG - Dua saksi ahli dihadirkan tim penasihat hukum Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang alias Abah Kunang, di persidangan...

Diduga Terlibat Kasus Asusila, Maskar Desak Bupati Karawang Copot Kadishub Muhana

KARAWANG - Beberapa orang yang mengatasnamakan gerakan Masyarakat Karawang (Maskar), melakukan aksi demonstrasi dan orasi di depan kantor Bupati Karawang, Senin (13/7/2026). Beberapa orang ini...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan