Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Menghidupkan Kembali Ideologi Bung Karno : Marhaenisme, Nasionalisme dan Trisakti

KARAWANG – Menutup rangkaian kegiatan Haul Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Karawang – Jawa Barat menggelar kegiatan ‘Dialog Kebangsaan’ secara terbuka untuk masyarakat umum, Senin (30/6/2025).

Dengan tema kegiatan ‘Warisi Apinya, Bukan Abunya’, PDI-P Karawang berharap semua elemen bangsa bisa kembali menghidupkan ideologi Sang Proklamator, didalam mengisi sendi-sendi kemerdekaan bangsa saat ini.

Politisi PDI-P Karawang, Dr. Anwar Hidayat SH.MH menyampaikan, paling tidak ada tiga hal yang menjadi ciri khas ideologi Bung Karno. Yaitu Marhaenisme, Nasionalisme dan Trisakti.

Berita Lainnya  Rekening Bank untuk 200 Juta Warga, Sulit Lawan Prabowo di Pemilu 2029

Menurutnya, Marhaenisme menekankan kepada ideologi kerakyatan yang berakar pada gerakan sosialisme dan anti-penindasan. Sementara Nasionalisme menekankan persatuan bangsa.

Dan Trisakti adalah sikap setiap individu atau negara yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Ya, sesuai dengan tema kegiatan kita hari ini, Warisi Apinya, Bukan Abunya, kita berharap semua elemen bangsa bisa kembali menghidupkan idelogi Bung Karno untuk mengisi sendi-sendi kemerdekaan,” tuturnya.

Anggota DPRD Karawang yang akrab disama Doktor Dede Anwar ini juga kembali mengingatkan tentang tujuan Proklamasi yang tidak hanya sekedar menjadi formalitas kemerdekaan bangsa terhadap penjajahan.

Berita Lainnya  Ustaz Das'ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : "Penjilat Luar Biasa itu"

Lebih dari itu, proklamasi juga menekankan kepada pentingnya kedaulatan dan kemandirian bangsa ditengah persaingan politik dan ekonomi global.

“Hari ini setiap individu negara harus kembali melakukan introspeksi diri, apakah SDM kita sudah siap bersaing di dunia globalisasi dan digitalisasi?,” kata Dede Anwar.

“Karena makna dan tujuan proklamasi tidak sekdar membebaskan kita dari penjajahan. Tetapi juga harus siap menyongsong kehidupan bangsa dan bernegara yang lebih baik dan bermartabat,” tutup Dosen di salah perguruan tinggi swasta Karawang ini.***

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan