Minggu, Mei 10, 2026
spot_img

Menghidupkan Kembali Ideologi Bung Karno : Marhaenisme, Nasionalisme dan Trisakti

KARAWANG – Menutup rangkaian kegiatan Haul Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Karawang – Jawa Barat menggelar kegiatan ‘Dialog Kebangsaan’ secara terbuka untuk masyarakat umum, Senin (30/6/2025).

Dengan tema kegiatan ‘Warisi Apinya, Bukan Abunya’, PDI-P Karawang berharap semua elemen bangsa bisa kembali menghidupkan ideologi Sang Proklamator, didalam mengisi sendi-sendi kemerdekaan bangsa saat ini.

Politisi PDI-P Karawang, Dr. Anwar Hidayat SH.MH menyampaikan, paling tidak ada tiga hal yang menjadi ciri khas ideologi Bung Karno. Yaitu Marhaenisme, Nasionalisme dan Trisakti.

Berita Lainnya  'Shut Up KDM', Kritik Keras Suporter untuk Dedi Mulyadi

Menurutnya, Marhaenisme menekankan kepada ideologi kerakyatan yang berakar pada gerakan sosialisme dan anti-penindasan. Sementara Nasionalisme menekankan persatuan bangsa.

Dan Trisakti adalah sikap setiap individu atau negara yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Ya, sesuai dengan tema kegiatan kita hari ini, Warisi Apinya, Bukan Abunya, kita berharap semua elemen bangsa bisa kembali menghidupkan idelogi Bung Karno untuk mengisi sendi-sendi kemerdekaan,” tuturnya.

Anggota DPRD Karawang yang akrab disama Doktor Dede Anwar ini juga kembali mengingatkan tentang tujuan Proklamasi yang tidak hanya sekedar menjadi formalitas kemerdekaan bangsa terhadap penjajahan.

Berita Lainnya  'Shut Up KDM', Kritik Keras Suporter untuk Dedi Mulyadi

Lebih dari itu, proklamasi juga menekankan kepada pentingnya kedaulatan dan kemandirian bangsa ditengah persaingan politik dan ekonomi global.

“Hari ini setiap individu negara harus kembali melakukan introspeksi diri, apakah SDM kita sudah siap bersaing di dunia globalisasi dan digitalisasi?,” kata Dede Anwar.

“Karena makna dan tujuan proklamasi tidak sekdar membebaskan kita dari penjajahan. Tetapi juga harus siap menyongsong kehidupan bangsa dan bernegara yang lebih baik dan bermartabat,” tutup Dosen di salah perguruan tinggi swasta Karawang ini.***

Berita Lainnya  'Shut Up KDM', Kritik Keras Suporter untuk Dedi Mulyadi

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pelaku Penadah HP Curian di Bekasi Pakai Aluminum Foil buat Tangkal Sinyal

JAKARTA - Polisi menangkap tiga orang penadah handphone curian di Bekasi Timur. Para tersangka menggunakan aluminum foil untuk mengacak sinyal pendeteksi handphone. Kanit Reskrim Polsek...

252 Siswa di Jakarta Timur Keracunan MBG

JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat sebanyak 252 siswa mengalami gejala diduga keracunan makanan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di...

Makam Dibongkar, Polisi Selidiki Kasus Bayi Tewas Tak Wajar di Karawang

KARAWANG - Diduga mengalami kematian tak wajar, pihak kepolisian akhirnya melakukan ekshumasi atau proses pembongkaran makam seorang bayi laki-laki berinisial TP (1,5), asal Desa...

Demo Bupati Indramayu, Massa Lemparkan Puluhan Ular ke Aparat yang Berjaga

INDRAMAYU – Suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu mendadak riuh saat puluhan ekor ular meluncur ke arah barisan penjagaan aparat keamanan. Aksi tak lazim...

Jadi Sorotan Satelit NASA, Kota Bekasi Disebut Salah Satu Kota Paling Beracun di Dunia

KOTA BEKASI - Di tengah bakal adanya proyek pengelolaan sampah energi listrik (PSEL), Kota Bekasi kembali jadi sorotan internasional setelah hasil pemantauan satelit mengungkap...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan