Selasa, September 15, 2026
spot_img

Bekasi Sukses Ikuti Saran Prabowo, Efisiensi Anggaran Surplus Rp 4,62 Miliar

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi mencatat  pelaksanaan efisiensi anggaran tahun 2025 hingga hampir satu triliun.

Berdasarkan laporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), total efisiensi mencapai Rp492,57 miliar, melampaui target awal sebesar Rp487,95 miliar.

Informasi tersebut tertuang dalam nota dinas Bappeda bernomor 000.7.2.4/2822/Bappeda.4 tertanggal 23 Mei 2025, yang disampaikan kepada Sekretaris Daerah dan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah.

Efisiensi tersebut diperoleh melalui tiga tahapan, yaitu, Tahap I (P2): Rp123 miliar, pengurangan alokasi gaji: Rp20 miliar dan Tahap II (terkonfirmasi): Rp259,52 miliar.

Meskipun sempat terjadi kekurangan efisiensi sebesar Rp85,37 miliar, potensi tambahan sebesar Rp90 miliar berhasil ditemukan melalui penyisiran ulang belanja gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Dengan begitu, total efisiensi mencapai Rp492,57 miliar atau surplus Rp4,62 miliar dari target.

Berita Lainnya  KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : "Ekspresi Tidak Bisa Berbohong"

Dana hasil efisiensi ini dialokasikan untuk membiayai kebutuhan belanja wajib, antara lain pengadaan blangko KTP: Rp3 miliar, Program Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional: Rp90 miliar, Pembayaran jasa outsourcing: Rp21 miliar dan penanganan Kali Bekasi nilai anggaran masih dalam proses penetapan.

Sejumlah dinas berkontribusi besar terhadap efisiensi ini.

Dinas Pendidikan mencatat efisiensi Rp30,8 miliar, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Rp35,7 miliar, serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Rp52,2 miliar.

Sebaliknya, 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi tidak menyumbang efisiensi karena tidak termasuk dalam skema efisiensi tahun ini.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Bekasi, Hudaya, menyatakan bahwa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Bappeda kini tengah menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai dasar penyusunan APBD Perubahan.

Berita Lainnya  Rekening Bank untuk 200 Juta Warga, Sulit Lawan Prabowo di Pemilu 2029

“Kami menargetkan pengesahan APBD Perubahan pada Juli agar program-program daerah bisa segera berjalan,” ujarnya.

Hudaya menambahkan, efisiensi anggaran ini merupakan wujud pelaksanaan Instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Dan komitmen pemerintah daerah dalam mengelola anggaran secara efektif dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

“Nanti tentu hasil dana efisiensi ini diarahkan untuk pembangunan prioritas daerah dan pemerintah pusat,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Aria Dwi Nugraha, mengatakan efisiensi anggaran tersebut akan menjadi bagian penting dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2025, usai pengesahan Pertanggungjawaban APBD (P2APBD) 2024 melalui rapat paripurna.

“Kami sedang membahas P2APBD dan akan segera memparipurnakannya dalam waktu dekat,” kata Aria Dwi Nugraha.

Aria menjelaskan bahwa pembahasan P2APBD menjadi momentum evaluasi terhadap kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Berita Lainnya  Evakuasi Penumpang dan Kru Kapal Virgo Transport, 108 Selamat, 6 Meninggal Dunia, 129 dalam Pencarian

Ia menegaskan pentingnya memaksimalkan program kerja agar menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Setiap fraksi pasti memiliki pandangan berbeda. Namun semua pandangan itu menjadi bahan evaluasi konstruktif DPRD,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Ia menambahkan, pelaksanaan APBD Perubahan akan dipercepat sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) mengenai efisiensi anggaran.

Dana yang sebelumnya digunakan untuk biaya hotel dan kegiatan seremonial, dialihkan ke sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, infrastruktur, dan ketahanan pangan.

“Setelah paripurna P2APBD, kami akan mengawal pelaksanaan APBD bersama pemerintah daerah,” kata Aria.

Sumber : Wartakotalive

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Berawal dari ‘Heureuy’, Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

SUKABUMI - Seorang oknum pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) telah dijemput...

Tegas! Pemprov Jabar Tutup Aktivitas Pertambangan PT. MPB di Karawang Selatan

KARAWANG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup aktivitas pertambangan PT. Mas Putih Belitung  (anak perusahaan PT. Jui Shin Indonesia), yang tidak mematuhi ketentuan...

Singgung Soal ‘Ideologi Politik’, Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang ‘Ngeramein’ Keracunan MBG

JAKARTA - Meski total korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencapai hampir 50 ribu orang yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia,...

KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : “Ekspresi Tidak Bisa Berbohong”

BANDUNG - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya berinisial RY dinyatakan 'clear' oleh Gubernur Jawa...

Disuruh Beli Mi Goreng Malah Mi Kuah, Prajurit TNI AU Meninggal Dianiaya Senior

JAKARTA - Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF), prajurit TNI AU di Magetan, Jawa Timur (Jatim), meninggal secara tak wajar setelah diduga dianiaya seniornya di...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan