Minggu, Juni 14, 2026
spot_img

Libatkan TNI Bina Siswa Nakal, Dedi Mulyadi Dinilai Langgar Undang-undang

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mengkritik Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Sebab, Dedi menyatakan keinginannya untuk melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pembinaan karakter siswa yang dia anggap nakal di Jawa Barat.

Isnur mengatakan pelibatan TNI dalam mendidik anak bukan kebijakan yang tepat. Apalagi, kata dia, aparat selama ini kerap mempertontonkan kekerasan.

“Jadi ini seolah kebijakan yang baik, tapi sebenarnya ini berbahaya,” kata Isnur kepada Tempo pada Sabtu, 26 April 2025.

Berita Lainnya  Kasus Dugaan Gratifikasi Anne Ratna Mustika, LM Kembali Diperikza Kejari Purwakarta

Isnur menilai pernyataan Dedi itu bertentangan dengan hukum. Di antaranya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

“Di mana di sana diatur bagaimana melakukan pendidikan terhadap anak, termasuk anak-anak yang berhadapan dengan hukum,” ucap Isnur.

Menurut dia, keikutsertaan aparat bersenjata dalam mendidik anak bisa berakibat buruk.

“Jelas sekali ini bertentangan dengan semangat bagaimana mendidik anak yang sudah banyak direformasi oleh Indonesia,” ucap dia.

Berita Lainnya  Karawang Gaduh Video Diduga Pasangan Muda-mudi LBGT yang Asik Berjoged

Selain itu, Isnur menganggap pelibatan TNI dalam pendidikan anak juga merupakan langkah awal menuju perluasan fungsi angkatan bersenjata.

Dia menilai langkah tersebut akan menyalahi Undang-Undang TNI yang membatasi fungsi TNI di bidang pertahanan negara.

Isnur berujar ada instansi pemerintah lain yang lebih sesuai untuk mendidik siswa. Di antaranya kementerian bidang pendidikan, Kementerian Sosial, hingga Kementerian Agama.

“Selama ini mereka sudah punya solusi-solusi baik kok untuk mencegah dan memperbaiki anak yang bermasalah,” kata Isnur.***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ayah Biadab di Karawang, Anak Kandung Usia 3 Tahun ‘Digares’ juga

KARAWANG - J (39), seorang ayah yang merupakan warga Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa dicokok polisi, setelah diduga memerkosa anak kandung...

Mendikdasmen Klaim 43 Juta Siswa Ingin Program MBG Dilanjutkan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeklaim, 43 juta murid penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) menginginkan programnya lanjut. Dia menyebutkan,...

Presiden Prabowo Disarankan ‘Puasa Pidato’ untuk Redam Kemarahan Rakyat

JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa...

Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

JAKARTA - Mahasiswa dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) di Jabodetabek membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan jalan Jenderal...

Tetapkan Tersangka Baru, Kejagung Bongkar ‘Kongkalikong’ Pengaturan Titik SPPG

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejagung mengungkapkan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan