Selasa, Juni 16, 2026
spot_img

Konflik PBNU Meruncing, Bergulir Desakan Mundur Rais Aam dan Ketum

JAKARTA – Ketua Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) sekaligus inisiator Gerakan Kebangkitan NU, Hery Haryanto Azumi, mendesak Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ketua Umum PBNU meletakkan jabatan mereka.

Hery menegaskan, langkah tersebut perlu dilakukan demi mengakhiri konflik internal yang dinilainya kian menggerus soliditas organisasi.

“Kami meminta dengan sangat hormat kepada yang mulia Rais Aam PBNU dan ketua umum, untuk menyerahkan mandat organisasi kepada ahlul halli wal aqdi (AHWA). Karena ini adalah cara terbaik untuk keluar dari konflik dan perbedaan,” tegas Hery kepada Inilah.com saat dihubungi di Jakarta, Minggu (21/12/2025).

Dia bilang, jika NU tidak mampu keluar dari konflik secara bermartabat, dampaknya justru akan membahayakan masa depan organisasi, umat, hingga bangsa dan negara.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Tertipu, Warga yang akan Dibantunya Ternyata Pelaku Curanmor

“Kita harus mengingatkan bahaya-bahaya bagi NU bagi umat dan bangsa kita,” jelasnya.

Selain soal kepemimpinan, Hery juga menyinggung polemik konsesi tambang yang belakangan menyeret nama NU. Ia meminta persoalan tersebut dikembalikan sepenuhnya kepada pemerintah sebagai pihak yang memiliki kewenangan pemberian izin.

“Agar kita bisa memulihkan kembali wibawa. Banyak sudah kiai menyampaikan tolong evaluasi tambang, tolong kembalikan tambang. Saya kira ini poin yang penting bahwa kita keluarkan masalah dari tubuh NU, yaitu kembalikan tambang ke pemerintah,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika ke depan ada pembicaraan ulang terkait tambang, maka hal itu sebaiknya dilakukan setelah NU benar-benar siap, baik dari sisi model bisnis maupun penyelesaian urusan dengan para investor.

“Ketiga, kami menyerukan kepada segenap jajaran pengurus NU dari wilayah hingga cabang agar bersama-sama mencari solusi terbaik, yaitu dengan ikut pada arahan ahlul halli. Jangan ada dualisme kepengurusan, jangan beri kesempatan terjadi dualisme, jangan dukung dualisme, karena sejatinya kita akan mendukung perpecahan organisasi,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Komnas PPLH Sampaikan 'Surat Cinta' kepada Bupati Karawang

Hery juga menegaskan agar pihak-pihak yang berada di lingkaran kekuasaan, termasuk para menteri dan mereka yang memiliki kepentingan politik, tidak mencampuri urusan internal NU demi kepentingan jangka pendek.

“Keempat, kita minta kepada para (bilad) di luar pemerintah, para menteri terkait yang urusannya dengan hukum, para pihak yang berkepentingan dalam politik jangka menengah atau jangka pendek, saya minta jangan intervensi NU untuk kepentingan jangka pendek politik,” ucap Hery.

Hery menekankan pentingnya relasi yang sehat antara pemerintah dan NU, tanpa saling mengintervensi.

Berita Lainnya  Beredar Isu Miring Oknum Anggota DPRD Karawang Partai Islam Disebut Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

“Mari kita bangun suatu hubungan yang baik, beri kesempatan untuk NU merawat diri, beri kesempatan NU untuk berkontribusi lebih besar,” pungkasnya.

Asal tahu saja struktur konflik saat ini antara Rais Aam/Syuriyah (Kubu Zulfa Mustofa) melawan Ketua Umum Tanfidziyah (Kubu Gus Yahya) memiliki kemiripan identik dengan pertarungan Gus Dur (Dewan Syuro) melawan Muhaimin Iskandar (Tanfidz) pada 2008.

Pada 2008 Gus Dur selaku Ketua Dewan Syuro memecat Muhaimin Iskandar. Namun, Muhaimin melawan. Hari ini, skenario serupa terjadi: Rais Aam dan jajaran Syuriyah “memecat” Gus Yahya, dan Gus Yahya pun melawan.***

Sumber : inilah.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Detik-detik Mahasiswa Teriaki Budiman Sudjatmiko ‘Pengkhianat Reformasi’

JAKARTA - Kericuhan mewarnai jalannya diskusi publik yang digelar platform Total Politik di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026)...

70 Ribu Siswa yang Tak Lolos Sekolah Negeri akan Ditampung di Sekolah Swasta, KDM : Biaya Ditanggung Pemprov Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 menunjukkan bahwa terdapat sekitar 444.000 siswa yang sudah terpetakan dalam...

Kejagung Bakal Periksa Seluruh Pengadaan Barang di BGN, dari Motor Listrik hingga Sepatu

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku bakal memeriksa seluruh pengadaan barang di Badan Gizi Nasional (BGN) buntut dugaan kasus korupsi tata kelola program Makan...

Disorot Mendagri, Rp 3,5 Triliun Belanja Pegawai Pemkab Bekasi Urutan Kedua Setelah Kaupaten Bogor

BEKASI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sampaikan solusi dan langkah terkait pengeluaran APBD untuk belanja pegawai daerah itu agar...

Bawa Isu Nasional hingga Soroti Kepemilikan SPPG oleh Anggota Dewan, Aliansi Mahasiswa Demo DPRD Kota Bekasi

KOTA BEKASI - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Kota Bekasi, pada Senin (15/06/26) Kedatangan mereka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan