Rabu, Agustus 5, 2026
spot_img

Konflik PBNU Meruncing, Bergulir Desakan Mundur Rais Aam dan Ketum

JAKARTA – Ketua Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) sekaligus inisiator Gerakan Kebangkitan NU, Hery Haryanto Azumi, mendesak Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ketua Umum PBNU meletakkan jabatan mereka.

Hery menegaskan, langkah tersebut perlu dilakukan demi mengakhiri konflik internal yang dinilainya kian menggerus soliditas organisasi.

“Kami meminta dengan sangat hormat kepada yang mulia Rais Aam PBNU dan ketua umum, untuk menyerahkan mandat organisasi kepada ahlul halli wal aqdi (AHWA). Karena ini adalah cara terbaik untuk keluar dari konflik dan perbedaan,” tegas Hery kepada Inilah.com saat dihubungi di Jakarta, Minggu (21/12/2025).

Dia bilang, jika NU tidak mampu keluar dari konflik secara bermartabat, dampaknya justru akan membahayakan masa depan organisasi, umat, hingga bangsa dan negara.

Berita Lainnya  Demo di Kejagung Ricuh, Massa Aksi dan Polisi Saling Dorong

“Kita harus mengingatkan bahaya-bahaya bagi NU bagi umat dan bangsa kita,” jelasnya.

Selain soal kepemimpinan, Hery juga menyinggung polemik konsesi tambang yang belakangan menyeret nama NU. Ia meminta persoalan tersebut dikembalikan sepenuhnya kepada pemerintah sebagai pihak yang memiliki kewenangan pemberian izin.

“Agar kita bisa memulihkan kembali wibawa. Banyak sudah kiai menyampaikan tolong evaluasi tambang, tolong kembalikan tambang. Saya kira ini poin yang penting bahwa kita keluarkan masalah dari tubuh NU, yaitu kembalikan tambang ke pemerintah,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika ke depan ada pembicaraan ulang terkait tambang, maka hal itu sebaiknya dilakukan setelah NU benar-benar siap, baik dari sisi model bisnis maupun penyelesaian urusan dengan para investor.

“Ketiga, kami menyerukan kepada segenap jajaran pengurus NU dari wilayah hingga cabang agar bersama-sama mencari solusi terbaik, yaitu dengan ikut pada arahan ahlul halli. Jangan ada dualisme kepengurusan, jangan beri kesempatan terjadi dualisme, jangan dukung dualisme, karena sejatinya kita akan mendukung perpecahan organisasi,” ungkapnya.

Berita Lainnya  19 Orang Diamankan, KPK OTT Bupati Lombok Barat

Hery juga menegaskan agar pihak-pihak yang berada di lingkaran kekuasaan, termasuk para menteri dan mereka yang memiliki kepentingan politik, tidak mencampuri urusan internal NU demi kepentingan jangka pendek.

“Keempat, kita minta kepada para (bilad) di luar pemerintah, para menteri terkait yang urusannya dengan hukum, para pihak yang berkepentingan dalam politik jangka menengah atau jangka pendek, saya minta jangan intervensi NU untuk kepentingan jangka pendek politik,” ucap Hery.

Hery menekankan pentingnya relasi yang sehat antara pemerintah dan NU, tanpa saling mengintervensi.

Berita Lainnya  Alasan Kesehatan, Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Ardiansyah

“Mari kita bangun suatu hubungan yang baik, beri kesempatan untuk NU merawat diri, beri kesempatan NU untuk berkontribusi lebih besar,” pungkasnya.

Asal tahu saja struktur konflik saat ini antara Rais Aam/Syuriyah (Kubu Zulfa Mustofa) melawan Ketua Umum Tanfidziyah (Kubu Gus Yahya) memiliki kemiripan identik dengan pertarungan Gus Dur (Dewan Syuro) melawan Muhaimin Iskandar (Tanfidz) pada 2008.

Pada 2008 Gus Dur selaku Ketua Dewan Syuro memecat Muhaimin Iskandar. Namun, Muhaimin melawan. Hari ini, skenario serupa terjadi: Rais Aam dan jajaran Syuriyah “memecat” Gus Yahya, dan Gus Yahya pun melawan.***

Sumber : inilah.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Warga dan Siswa di Papua Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

JAYAPURA - Sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Jayapura Yunus Wonda langsung meninjau...

Warga Depok Geger Penemuan Mayat Tanpa Kaki Diduga Korban Mutilasi

DEPOK - Mayat tanpa kaki diduga korban mutilasi ditemukan di sebuah lahan kosong, Pancoran Mas, Depok. Jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat...

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan