Sabtu, Oktober 17, 2026
Google search engine

IWO Indonesia Peringati Hari Pers Nasional di Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok

KARAWANG – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWO Indonesia) Kabupaten Karawang sukses menggelar kegiatan ‘Renungan Kebangsaan’ di Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, Minggu (8/2/2026) sore.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 IWO Indonesia yang jatuh pada 9 Februari 2026.

Mengusung tema “Pers Merawat Ingatan Bangsa, Jurnalis Menjaga Nurani Demokrasi”, kegiatan ini menegaskan kembali komitmen insan pers untuk berpegang pada integritas, akurasi, dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

Acara berlangsung mulai pukul 16.30 WIB hingga 19.00 WIB di kawasan bersejarah Rengasdengklok, yang memiliki makna penting dalam perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua Pelaksana, Dedi MK mengatakan, pemilihan Rengasdengklok bukan tanpa alasan. Tempat tersebut merupakan simbol keberanian dalam menentukan arah bangsa di masa genting.

“Rengasdengklok mengajarkan keberanian dalam menentukan sikap. Spirit itu relevan dengan tugas pers hari ini, yakni berani menyampaikan kebenaran di tengah berbagai tekanan,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pengumpulan peserta di Sekretariat IWOI Jasmine pukul 14.30 WIB untuk registrasi dan pengarahan. Peserta kemudian bertolak konvoi menuju lokasi pada pukul 16.00 WIB.

Acara resmi dibuka pukul 16.45 WIB, dilanjutkan pembacaan doa serta refleksi sejarah Rengasdengklok dan pemaknaan peran pers dalam demokrasi.

Berita Lainnya  LSM Laskar NKRI Instruksikan Semua Anggotanya Bantu Polisi Lawan Begal

Momentum renungan dipusatkan pada doa bersama dan refleksi HUT ke-8 IWO Indonesia sebagai bentuk introspeksi moral insan pers. Kegiatan ditutup dengan dokumentasi dan silaturahmi bersama pengurus pusat dan daerah.

Ketua IWO Indonesia DPD Karawang, Syuhada Wisastra, Amd., CHRM menegaskan bahwa HPN dan HUT ke-8 harus menjadi titik penguatan soliditas organisasi.

“Jurnalis IWO Indonesia harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kebenaran. Delapan tahun IWO Indonesia berdiri di negeri ini, dan tiga tahun berkembang di Karawang. Jangan pernah lelah belajar, jangan takut bersuara, dan jangan tergoda meninggalkan integritas demi kepentingan sesaat,” kata Syuhada.

Ia mengungkapkan, perjalanan organisasi di Karawang bukan hal mudah. Selama 25 tahun dirinya berkarier di dunia industri sebelum memutuskan hijrah dan membangun organisasi pers.

“Saya tiga tahun terakhir belajar membangun IWO Indonesia di Karawang. Alhamdulillah, kini anggota mencapai sekitar 65 orang, dan lebih dari 50 hadir dalam kegiatan ini. Kekompakan adalah kunci,” ujarnya.

Syuhada juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan digelar tanpa pungutan biaya dari anggota.

“Sebagai laporan kepada Ketua Umum, kegiatan ini tidak ada pungutan apa pun. Semua kebutuhan ditanggung panitia,” katanya.

Berita Lainnya  Dugaan Pengeroyokan Kader HMI, Dewan Pertimbangan UNSIKA Angkat Bicara

Ke depan, IWOI Karawang menargetkan pelaksanaan uji kompetensi jurnalis bekerja sama dengan BNSP serta verifikasi Dewan Pers pada 2027.

“Kecepatan bukan alasan mengabaikan akurasi. Popularitas bukan tujuan utama. Tugas kita menghadirkan informasi yang mencerahkan dan membangun kepercayaan publik,” tegasnya.

Kekompakan Pengurus DPD IWO Indonesia Kabupaten Karawang saat mendokumentasikan diri di Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok.

Sementara itu, Ketua Umum IWO Indonesia, Dr. NR Icang Rahardian, SH. S.AK., MH., M.Pd. menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia jurnalis.

“Jangan hanya pakaiannya yang keren, tapi ilmunya kosong. SDM harus ditingkatkan agar wartawan benar-benar diperhitungkan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa pada 2026 IWO Indonesia tidak menggelar perayaan skala nasional sebagai bentuk empati atas berbagai musibah di sejumlah daerah di Indonesia. Namun, pada 2027 organisasi akan menyiapkan agenda nasional yang lebih besar dan bermakna.

Menurut Icang, Rengasdengklok memiliki makna filosofis bagi perjalanan organisasi. Ia mengibaratkan fase awal IWO Indonesia seperti perjuangan bangsa yang berawal dari titik-titik genting sejarah.

“IWO Indonesia berdiri pada 2018. Pergerakan awalnya tidak mudah. Namun setelah Karawang diberi mandat, organisasi justru berkembang. Ini bukan kebetulan. Karawang memiliki nilai sejarah perjuangan,” katanya.

Ia juga menegaskan prinsip dasar organisasi, yakni zero payment. Sejak awal berdiri, IWO Indonesia tidak membebani anggota dengan iuran untuk kartu anggota, atribut, maupun kegiatan organisasi.

Berita Lainnya  SETAKAR Bersiap Demo KIIC, Desak Bongkar Pabrik yang Gunakan Lahan Hutan

“Organisasi ini dibangun tanpa membebani anggota. Prinsip itu harus dijaga agar IWO Indonesia tetap independen dan bermartabat,” ujarnya.

Selain itu, Icang meminta seluruh jajaran daerah memperkuat koordinasi hingga tingkat desa dan kecamatan, termasuk dalam mengawal program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis.

Ia mendorong anggota IWO Indonesia aktif melakukan pengawasan dan pemberitaan secara profesional demi kepentingan publik.

Dalam naskah renungan yang dibacakan, ditegaskan bahwa pers tidak sekadar mencatat peristiwa, melainkan menjaga ingatan kolektif bangsa. Di tengah derasnya arus informasi digital, jurnalis diingatkan untuk tidak mengorbankan akurasi demi kecepatan serta tidak menukar integritas dengan popularitas.

Delapan tahun perjalanan IWO Indonesia disebut bukan semata perayaan usia, melainkan momentum memperkuat tanggung jawab moral jurnalis online agar lebih profesional, beretika, dan berpihak pada kepentingan publik.

Dari Rengasdengklok, insan pers diingatkan kembali bahwa kebebasan pers harus selalu diiringi tanggung jawab. Menulis dengan akal sehat, bekerja dengan hati nurani, serta menjaga marwah profesi menjadi fondasi demokrasi yang sehat.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Produksi Capai 160 Ton per Hari, Menteri ESDM Bahlil Resmikan Kilang LPG Cilamaya

KARAWANG - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dr. Bahlil Lahadalia, S.E., M.Si., meresmikan Kilang LPG Cilamaya...

KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules, Terkait Korupsi Kementerian ATR/BPN – PT. Summarecon

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyiya uang senilai Rp800 juta dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya Hercules...

Diduga Cabuli 2 Anak Kandung, Mantan Kepala KUA Ditangkap Polisi Setelah Selesai Jadi Imam Salat Berjamaah

SOLOK - Seorang pria berinisial AH (66 tahun) yang merupakan pensiunan PNS Kementerian Agama (mantan Kepala KUA) sekaligus imam masjid ditangkap oleh Satreskrim Polres...

Viral Video Pria Dicambuk Meringis Kesakitan di KPPG Bogor, Polisi Lakukan Penyelidikan

BOGOR - Pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait rekaman video yang memperlihatkan pria dicambuk yang dinarasikan terjadi di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor. "Ya kita...

RDP Soroti Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Murni Konsleting atau Sabotase Data Tanah Rakyat

KARAWANG - Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka (RDP) mengaku kaget atas insiden kebakaran kantor ATR/BPN Karawang yang terjadi pada Rabu (14/10/2026),...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan