Senin, Juli 20, 2026
spot_img

Dr. Gary : Bupati Aep juga Harus Tekankan Pemberdayaan Pelaku Usaha Lokal di MBG

KARAWANG – Rapat koordinasi (Rakor) program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah digelar Pemkab Karawang pada Rabu (1/10/2025).

Melalui kesempatan tersebut, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menegaskan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pengusaha katering, agar menjami MBG yang higienis, supaya tidak menimbulkan kasus keracunan MBG seperti di kabupaten/kota lain.

Namun demikian, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Dr. M. Gary Gagarin Akbar, SH. MH mengingatkan Bupati Karawang agar tidak sekedar menekankan kualitas MBG semata. Melainkan juga menegaskan persoalan pemberdayaan ekonomi lokal di dalam program MBG.

Berita Lainnya  Ulama dan Ormas Islam di Bekasi Demo Tolak Legalisasi THM Lewat Perda Pariwisata

Diakui atupun tidak, kata Gary, program MBG di Karawang yang sudah berjalan tidak memberdayakan atau tidak memaksimalkan  kerja sama dengan pelaku usaha lokal, UMKM, Bumdes maupun Koperasi Desa.

Sehingga kehadiran dapur SPPG tidak berefek pada peningkatan ekonomi dan daya beli warga sekitar. “Misal dalam penyerapan tenaga kerja MBG hanya sekitar 40% dari jumlah pekerja,” tuturnya.

Kemudian, sambung Gary, program MBG yang dikelola oleh Yayasan/SPPG yang sudah berjalan juga telah menimbulkan kerugian pada para pelaku UMKM, yakni warung-warung di kantin sekolah.

Berita Lainnya  LBH Arya Mandalika Soroti Selisih Anggaran Rp972 Proyek Videotron Dishub Karawang

Yaitu dimana para pedagang kecil ini mengalami sepi pembeli dan terancam bangkrut, serta kehilangan sumber penghasilan untuk kelangsungan hidupnya.

“Maka di sinilah kita berharap agar Pak Bupati tidak hanya sekedar menyoroti persoalan higienis atau tidaknya MBG. Lebih dari itu nasib para pelaku usaha lokal juga harus dipikirkan nasibnya,” pinta Gary.

Dalam persoalan lain, banyak Yayasan yang ditunjuk sebagai pengelola SPPG berasal dari luar kabupaten, sehingga kurang memahami asfek sosial ekonomi warga penerima manfaat.

Berita Lainnya  Puluhan Massa Demo Tolak Kedatangan Jokowi di Jawa Barat

“Persoalan MBG memang komplek. Saya berharap Pak Bupati bisa menjawab persoalan ini, pemberdayaan para pelaku usaha lokal dan kerugian para pelaku usaha lokal akibat dampak MBG,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Motif Tekanan Ekonomi, Oknum Polisi Rampok Toko Emas

ACEH - Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh menangkap seorang oknum polisi yang diduga merampok...

Spanyol Rebut Gelar Piala Dunia, Pecahkan Rekor Laju Tak Terkalahkan

East Rutherford - Spanyol merebut gelar juara Piala Dunia 2026 dengan nyaris sempurna. Spanyol melengkapi suksesnya dengan menciptakan rekor baru laju tak terkalahkan terpanjang. La...

Wacana Pemberlakuan SPP di SMA-SMK, KDM : “Cukup dengan Dana BOS”

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi kembali angkat bicara soal wacana pemberlakuan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMA-SMK Negeri. Ia menyebut sudah...

Dualisme KADIN Karawang Buat Dunia Usaha dan Industri Jadi Bingung

KARAWANG - Dinamika dualisme kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Kabupaten Karawang kembali menjadi perhatian publik pada pertengahan Juli 2026. Dalam rentang waktu...

Sahroni Kritik Hotman Paris : “Gak Usah Bawa-bawa Nama Presiden”

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengkritik Hotman Paris, kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah, karena membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto....

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan