Senin, Juni 22, 2026
spot_img

Ditelepon Dedi Mulyadi, Plt Bupati Bekasi Langsung Tutup TPS Liar di Kebalen

BEKASI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja melakukan kunjungan ke Tempat Penampungan Sampah (TPS) liar di Kebalen, Kecamatan Babelan, Minggu (28/12/2025).

Dalam kunjungannya, Asep langsung menginstruksikan jajarannya untuk menutup operasi TPS tersebut.

“Jadi tadi langsung kami tutup hari ini dan tadi saya sudah ingatkan ke Kapolsek hari ini benar-benar di grup dan tidak ada lagi aktivitas pembuangan sampah,” kata Asep, Minggu (28/12/2025).

Asep menjelaskan untuk tahapan selanjutnya, pihaknya akan berkomunikasi dengan jajaran Kecamatan Babelan dan Dinas relevan untuk mengatasi hal serupa terulang.

“Ke depannya bagaimana caranya orang buang sampah ke tempat yang memang sudah kami sediakan dan nanti saya akan bicara dengan pak camat terkait hal itu,” jelasnya.

Terkait pemberian sanksi, Asep menuturkan pihaknya belum dapat memastikan, mengingat jajarannya akan terlebih dahulu melakukan pembahasan mendalam.

Berita Lainnya  7 Dewan Dapil 2 Karawang Tidak Peka Jeritan Rakyatnya, Angga : 'Mungkin Lagi Pada Sibuk Ngurusin Pokir'

“Ya dan izin saya juga baru melihat hari ini dan besok rapat dan mungkin nanti itu (Sanksi) akan kami bicarakan,” tuturnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Asep sempat dihubungi melalui ponsel oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) untuk merespons keluhan warga Kebalen perihal dugaan TPS liar.

Keluhan warga itu juga diunggah berupa video oleh KDM di akun pribadi Sosial Media (Sosmed) instagram nya pada Minggu (28/12/2025).

“Karena keluhan sampah itu adalah kewenangan wajib PLT Bupati atau Bupati, dan Kepala Daerah setempat,” ucap KDM dalam unggahan video.

Pengelola Minta Plt Bupati Cari Solusi

Penutupan operasi Tempat Penampungan Sampah (TPS) liar di Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi oleh Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menuai respons dari pengelola.

Pengurus TPS menyebut pihaknya telah membantu mengolah sampah warga dengan sistem pemusnahan menggunakan insinerator.

Berita Lainnya  Nama Dani Ramdan dan Iin Farihin Jadi Sorotan di Sidang Kasus Suap Ijon Proyek Ade Kunang

Pengurus Kelompok Masyarakat Pemilah Sampah (KMPS), Kelurahan Kebalen, Sarifudin, merespon dengan meminta Asep dan jajaran mempertimbangkan kembali putusan tersebut.

Sebab upaya yang dilakukan pihaknya dinilainya membantu dalam mengolah sampah karena mampu dimusnahkan.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi perlu mencari segera solusi pengolahan sampah jika mengalami situasi tidak terangkut UPTD ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.

“Ya saya sih cuma menyampaikan aja ya agar sampah yang tidak diangkut sama UPTD solusinya gimana. Ya sedangkan saya sudah menyiapkan tempat ya menggunakan insinerator pemusnah sampah tanpa asap,” kata Sarifudin di lokasi, Minggu (28/12/2025).

Sarifudin berharap Pemkab Bekasi dapat membantu pihaknya kedepan untuk segi kepengurusan pengolahan sampah.

Sehingga pengolahan sampah di Kebalen dapat terap berlangsung namun telah memenuhi prosedur atau aturan berlaku.

Berita Lainnya  Soal Kontroversi 'Map Bertuliskan Bupati Karawang' di Rumah Eks Kepala BGN, Ternyata Hanya Dokumen Pengajuan Kekurangan SPPG

“Tinggal kami perizinannya akan kami tempuh gitu. Tadi juga kata Pak Plt Bupati perizinannya harus ditempuh. Jadi ke depan mau menempuh perizinan itu ya agar bisa dikelola sampah-sampahnya,” jelasnya.

Sebagai informasi, Sarifudin memaparkan kalau ia setuju pengelolaan sampah di tempatnya dapat terus beroperasi.

Menurutnya, hal itu dapat membantu mengolah sampah terkhusus yang berasal dari kawasan rumah tangga, Kelurahan Kebalen.

Terlebih menurutnya dapat juga membantu ketika UPTD tidak melakukan pengangkutan sampah di kawasan Kelurahan Kebalen.

“Sampah yang kami olah dari warga lokal, khususnya sampah warga lokal yang tidak diangkut sama UPTD 1, jadi sampah orang kampung, bisa kami angkut musnahkan di sini,” paparnya.***

Sumber : TribunNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa Nakal

BANDUNG - Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait program sekolah swasta gratis tidak hanya menitikberatkan pada akses pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter siswa. Gubernur Jawa...

‘Nyanyian’ Sony Sonjaya Setorkan 41 Nama Tokoh yang Diduga Terlibat Korupsi MBG

JAKARTA - Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya kembali 'bernyanyi' terkait kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengungkap nama-nama baru...

Viral Video Anggota TNI Diduga Intimidasi Petani di Tasikmalaya

TASIKMALAYA - Dugaan intimidasi terhadap petani yang tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP) di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Wiria Cakra, Kecamatan...

Siapakah Fatimah Azzahra yang Berani Mengkritik Habis-habisan Program MBG

Sosok Mahasiswi Cerdas yang Menyita Perhatian Publik JAKARTA - Nama Fatimah Azzahra menjadi perbincangan luas di media sosial setelah tertangkap kamera wartawan saat melakukan orasi...

Roy Suryo dan dr. Tifa Ditahan, Jokowi akan Tunjukan Ijazah Asli di Pengadilan

SOLO - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menanggapi penahanan dua tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu UGM, Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma alias...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan