Minggu, September 27, 2026
Google search engine

Proyek Sabuk Pantai Tak Selesai, PERADI : Pejabat yang Gak Bisa ‘Gaspol’ Ikuti Jiep Mending Mundur!

KARAWANG – Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian SH. MH mengapresiasi atas beberapa capaian program kerja pemerintahan Aep-Maslani di akhir tahun 2025, khsususnya dalam bidang infrastruktur beberapa proyek monumental dan ikonik yang menjadi kebanggaan masyarakat Karawang.

Sebut saja diantaranya seperti pembangunan Underpass Gorowong Warungbambu dan revitalisasi GOR Panatayudha yang telah diresmikan Bupati, H. Aep Syaepuloh (Jiep).

Namun demikian, Asep Agustian mengkritik beberapa pekerjaan atau proyek Dinas PUPR Karawang yang tak selesai hingga akhir tahun 2025. Salah satunya adalah proyek Sabuk Pantai (Sea Wall) di Muara Pantai Pakisjaya, dibawah naungan Bidang SDA Dinas PUPR Karawang.

Diketahui, proyek dengan nilai Rp 900 juta yang dikerjakan CV. Mazel Arnawama Indonsesia tersebut mengalami keterlambatan (tidak selesai 90 hari kalender), sehingga pengerjaanya distop sementara di akhir tahun 2025. Pengerjaan proyek sabuk pantai ini baru mencapai 56 meter, dari total keseluruhan 80 meter.

Berita Lainnya  KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : "Ekspresi Tidak Bisa Berbohong"

Atas persoalan ini, Asep Agustian meminta Bupati Aep mengevaluasi total kinerja Bidang SDA Dinas PUPR Karawang yang tidak selesai mencapai target.

“Ya, harus dievaluasi total itu Kabid SDA PUPR. Karena satu sisi kita sebagai masyarakat bangga dengan beberapa capaian proyek munumental yang sudah diresmikan Pak Bupati. Tapi di sisi lain masih ada ‘duri dalam sekam’ tentang beberapa kinerja pejabat dinas yang lamban seperti keong,” tutur Asep Agustian, Selasa (30/12/2025).

Ketua DPC PERADI Karawang ini kembali menegaskan, agar Bupati Jiep segera mengevaluasi total kinerja para pejabat yang tidak bisa ‘bekerja gaspol’ dalam mengikuti kebijakannya, seperti Kabid SDA Dinas PUPR Karawang.

“Pejabat yang gak bisa ‘Gaspol’ mengikuti Bupati Jiep mending mundur saja, ulah ngagokan!. Mutasi saja mereka ke kecamatan, biar bisa mengevaluasi diri. Jangan sampai bupati-nya lari terus, tapi pejabatnya lamban seperti keong,” sindir Asep Agustian.

Berita Lainnya  Diduga Kesurupan, Petugas Kebersihan Bandara Soekarno-Hatta Menangis, Tertawa hingga Lompat-lompat Seperti Pocong
Pengerjaan proyek sabuk pantai di Muara Pakisjaya ini dihentikan sementara, karena mengalami keterlambatan dalam pengerjaanya.

Sementara dilansir dari Delik.co.id, Tim Audit dari Dinas PUPR Karawang telah menghentikan sementara pengerjaan proyek sabuk pantai yang mengalami keterlambatan.

Dan seseorang bernama Adam yang mengaku sebagai Direktur CV. Mazel Arnawama Indonesia masih sulit dikonfirmasi wartawan, terkait adanya keterlambatan dalam pengerjaaan proyek sabuk pantai ini.

Begitupun dengan Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas PUPR Karawang, Aries Purwanto yang juga sulit dikonfirmasi.

Padahal sebelumnya, Aries sempat menyatakan rasa optimistismenya jika proyek sabuk pantai dapat diselesaikan tepat waktu.

“Insya Allah, on progres dan bisa selesai sesuai waktu,” ujar Aries beberapa waktu lalu.

Dan saat dikonfirmasi ulang, Asep Agustian kembali menyindir jika Kabid SDA Dinas PUPR Karawang terlalu banyak mimpi dan halu. Alih-alih pengerjaan proyek bisa selesai sebelum akhir tahun, tetapi malah distop sementara karena mengalami keterlambatan.

Berita Lainnya  KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

“Ya, pada akhirnya di akhir tahun 2025, itu proyek sabuk pantai belum ada manfaatnya untuk masyarakat. Padahal sejak awal saya sudah bilang itu proyek tidak akan bisa selesai sampai akhir tahun, karena saya melihat progres pengerjaan di lapangan seperti apa,” kata Askun (sapaan akrab).

“Jadi saya nilai Kabid SDA Aries ini terlalu banyak mimpi dan halu. Katanya akademisi, tapi tidak bisa menghitung dan mengantisipasi tenggat waktu pengerjaan proyek secara ilmiah,” tutup Askun.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bupati Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Pengurusan PBG

Penyidik Kortas Tipidkor Polri menetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya...

Pria Berbaju Hitam Mengejek Pendemo, Julurkan Lidah ke Massa Aksi Hari Tani di Bengkulu

Seorang pria berbaju hitam viral karena menjulurkan lidah ke arah massa aksi saat demonstrasi Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis,...

Kamar Kos Aktivis Mahasiswa di Bekasi Dibakar Orang Tak Dikenal

Kamar kos milik Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Bina Insani, Trio Syah Putra Lase, di kawasan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, diduga dibakar oleh orang tak...

Viral Karyawan Minimarket Menangis Emosional Saat Memergoki 2 Emak-emak Mengambil Barang Tanpa Membayar

Pegawai Indomaret di OKU Selatan menangis emosional karena sering harus menombok atau mengganti barang yang hilang akibat pencurian saat memergoki dua emak-emak atau ibu-ibu...

Akibat Kepsek Tampar Siswa, Sejumlah Wali Murid dan Siswa Gelar Protes di SMPN 18 Kota Malang

Aksi protes oleh ratusan siswa dan wali murid terjadi di SMPN 18 Kota Malang pada Jumat, 25 September 2026 pagi. Aksi demonstrasi ini dipicu oleh...

Hukum

Bupati Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Pengurusan PBG

Penyidik Kortas Tipidkor Polri menetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan