Minggu, Oktober 25, 2026
Google search engine

Di Pengenalan Kampus Unpas, Dedi Mulyadi Apresiasi Sikap Kritis Mahasiswa

KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap bahwa dirinya menyukai sikap kritis yang ditunjukan generasi muda, khususnya para mahasiswa yang kerap menyampaikan aspirasinya terhadap berbagai isu baik dari sisi pembangunan, pemerintahan hingga politik.

Sikap kritis mahasiswa merupakan modal penting yang dapat membawa banyak manfaat baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Lebih jauh lagi sikap kritis juga dapat menghadirkan perubahan.

Selain itu, sikap kritis ataupun gagasan-gagasan yang mahasiswa suarakan dapat menjadi bahan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan, baik bagi eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

Demikian disampaikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pasundan (Unpas) Tahun Akademik 2025/2026 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Kota Bandung, Selasa (16/9/2025).

Berita Lainnya  Aliansi Mahasiswa UBP Karawang Desak Rektorat Penuhi 8 Tuntutan, dari UKT hingga Batalkan Pembekuan Ormawa

“Hari ini bertemu dengan teman-teman mahasiswa Unpas, yang paling utama, saya mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan berbagai gagasan kritis bagi negara untuk melakukan evaluasi baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif,” ucap Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM.

“Terutama evaluasi tentang bagaimana negara efisien dalam melakukan pengelolaan keuangan dan berorientasi pada kemakmuran rakyat sehingga kebutuhan pokok dasar masyarakat terpenuhi,” tambahnya.

Maka sejalan dengan itu, ucap KDM, civil society atau masyarakat madani juga harus tumbuh dalam bentuk karakter manusia yang kuat.

“(Sehingga) saya juga mengajak mahasiswa, kalau negara tidak boleh koruptif, mahasiswa juga tidak boleh koruptif sama orang tuanya. Tidak boleh menilap uang semesteran, tidak boleh boros,” katanya.

Berita Lainnya  Aliansi Mahasiswa UBP Karawang Desak Rektorat Penuhi 8 Tuntutan, dari UKT hingga Batalkan Pembekuan Ormawa

“Karena itu prasyarat untuk membangun civil society yang kuat, yaitu pemimpinnya kuat, rakyatnya juga harus kuat. Pemimpinnya jujur, rakyatnya juga jujur, generasi penerusnya juga harus jujur,” tegasnya.

Di samping itu, dalam menghadapi persaingan global, KDM mendorong perguruan tinggi dapat menyiapkan tenaga-tenaga terampil.

Ia mendorong link and match antara sistem pendidikan dan kebutuhan pasar lapangan kerja sehingga ilmu yang didapat di perguruan tinggi dapat diterapkan di kehidupan secara nyata.

“Problem pendidikan di kita itu antara kebutuhan pasar dengan lulusan perguruan tinggi tidak match. Nah itu yang harus segera dibenahi ke depan sehingga tenaga-tenaga Indonesia mampu menjawab tantangan pasar,” ucapnya.

Berita Lainnya  Aliansi Mahasiswa UBP Karawang Desak Rektorat Penuhi 8 Tuntutan, dari UKT hingga Batalkan Pembekuan Ormawa

Maka dalam menghadapi kelulusan, seorang mahasiswa, ujar KDM, diharapkan dapat membuat suatu produk atau inovasi selain karya ilmiah.

Selain itu, civitas akademica juga perlu semakin peka terhadap kondisi lingkungan.

“Misalnya urusan sampah, yang paling banyak bermasalah biasanya malah di pusat-pusat kota, sementara perguruan-perguruan tinggi kebanyakan lokasinya di kota,” tegasnya.

“Itulah apa yang ada dalam pikiran saya, sebaiknya ke depan skripsi, disertasi, tesis itu selain bentuk dalam karya tulis. Seseorang menjadi sarjana karena mempunyai produk,” pungkas KDM.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Prabowo : “Saya Tidak Mau Jadi Presiden, Rakyat Saya Miskin Terus, Malu Saya”

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan lebih baik tidak menjabat sebagai presiden, jika rakyat Indonesia terus hidup dalam kemiskinan. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Rapat...

Ruko Gudang Makanan Ringan Terbakar, 1 Orang Tewas, Warga Malah Jarah Logistik

BENGKULU - Polresta Bengkulu langsung bergerak cepat mengamankan 12 warga yang diduga kuat melakukan penjarahan barang pascakebakaran maut. Aksi penjarahan logistik makanan ringan ini terjadi...

Kyai Kampung Demo Desak KPK Segera Tangkap Nusron Wahid

JAKARTA - Massa yang menamakan diri sebagai Kader dan Elemen KPK Nahdlatul Ulama (KPK NU) menggelar aksi unjuk rasa serta Istigasah Kubro di depan...

Anak Durhaka Aniaya Ibu Kandung Berakhir Diciduk Polisi, Menangis Saat Ditangkap di Kandang Ayam

PADANG - Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang telah menangkap seorang pemuda berinisial L (24 tahun) atau LN di kawasan Arai Pinang, Kecamatan Lubuk Begalung,...

Anggota TNI ini Meminta Maaf Sambil Menangis Setelah Pukul Kepsek Kiyai Kultural NU

LAMONGAN - Sebuah video memperlihatkan seorang Anggota TNI aktif/Babinsa Koramil Glagah, Serma Mamat Syaifudin (MS), sedang bersimpuh dan menangis sambil memeluk M. Munir Thowil...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan