Selasa, Juni 9, 2026
spot_img

Demo Tolak Tambang, Warga dan Kades Dilaporkan ke Bareskrim, LBH : Ini Bentuk Kriminalisasi dan Pembungkaman

KARAWANG – Buntut aksi demonstrasi menolak operasi pertambangan PT. Mas Putih Belitung (PT. MPB – anak perusahaan PT. Jui Shin Indonesia) di Karawang Selatan – Jawa Barat pada 17 April 2025 lalu, warga dan Kades Tamansari Kecamatan Pangkalan dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

Kronologis Aksi Demonstrasi Warga

Ujang Nur Ali, warga yang menjadi koordinator demonstrasi menjelaskan, pada 16 Juli 2024 warga bersurat ke Plt Gubernur Jawa Barat meminta pembatalan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. MPB. Dan pada 27 September 2024, surat dijawab Pemprov melalui DPMPTSP Jabar yang menjelaskan bahwa izin pertambangan PT. MPB sudah sesuai perundang-undangan.

Kemudian, warga melamukan upaya Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Karawang pada 30 Desember 2024, yaitu dimana PT. MPB dan PT. Jui Shin Indonesua juga diundang tetapi tidak hadir.

“Saat itu pemangku kebijakan dari mulai camat dan kades, Perum Perhutani hadir. Saat itu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Karawang clear menolak pertambangan. Kemudian dijustifikasi surat Bupati akarawang pada 5 Pebruari 2025, jelas forum tata rung daerah juga menolak pertambangan,” tutur Ujang Nur Ali, saat konferensi pers di kantor LBH Cakra Indonesia, Rabu (13/8/2025).

Berita Lainnya  Mantan Caleg di Cirebon Paksa Seorang Kakek Berhubungan Sesama Jenis, Pelaku Rekam Adegan untuk Konten Asusila

Diceritakannya, langkah berikutnya warga melakukan RDP dengan Komisi IV DPRD Jabar. Saat itu dijelaskan persetujuan lingkungan pertambangan PT. MPB dibatalkan Pemda Karawang (membatalkan UKL-UPL). Dan pada tahun 2016-2017, PT. MPB mengggat Pemda Karawang, dan saat itu pemda menang.

“Kemudian MPB melakukan banding ke PTUN Jakarta, dalam banding itu MPB menang, tapi pemda konsisten menolak tambang dan melakukan Kasasi yang dimenangkan pemda. Ketidakpuasan MPB kemudian melakukan PK, PK itu dimenangkan pemda. Dan atas dasar surat pemda dan keputusan MA itu, jadi izin lingkungan dibatalkan,” papar Ujang Nur Ali.

Sekitar April 2025, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh mengeluarkan pernyataan agar Pemprov Jabar mengevaluasi pertambangan di Karawang Selatan. Saat itu akhirnya warga berembuk dan sepakat melakukan aksi demonstrasi damai di PT. MPB pada 17 April 2025.

Berita Lainnya  KDM Sebut Persib Klub Profesional Tanpa Campur Tangan Pemerintah, Janji Guyur Bonus Rp 1 Miliar dari Kantong Pribadi

“Di dalam aksi tersebut tidak bisa kami pungkiri ada ketidakpuasan massa, karena tidak ada perwakilan perusahaan yang menemui. Jumlah massa yang banyak tidak bisa dikontrol. Tapi kami koordinator aksi tidak pernah mengintruksikan melakukan pembakaran ban atau pengrusakan lainnya (pengrusakan gerbang dan pos security PT. MPB),” paparnya.

Warga dan Kades Diperiksa Bareskrim

Buntut dari aksi demonstrasi tersebut, Ujang Nur Ali menjelaskan, pada 28 Juli 2025 ia menrima surat panggilan dari Bareskrim Mabes Polri. Sebagai koordinator aksi demonstrasi, Ujang Nur Ali memenuhi panggilan Bareskrim pada 30 Juli 2025.

Selain dirinya, Ujang Nur Ali menjelaskan bahwa Kades Tamansari Ai Ratnaningsih juga dipanggil Bareskrim pada 4 Agustus 2025.

“Atas persoalan ini, akhirnya kami meminta bantuan (pendampingan hukum) ke LBH Karawang Selatan dan Cakra Indonesia,” paparnya.

LBH Sebut Laporan PT. MPB Bentuk Kriminalisasi dan Pembungkaman

Dadi Mulyadi SH, perwakilan dari LBH Karawang Selatan menjelaskan, warga dan kades dipolisikan PT. MPB dengan Pasal 170 KUHP atau 406 KUHP yang lebih ke persoalan ketertiban umum dan pengrusakan barang.

Berita Lainnya  Viral Video Klarifikasi Ibu Santriwati di Pekalongan : 'Anak Saya Hamil karena Mimpi dan Karunia Allah'

Dadi bependapat, laporan PT. MPB ke Bareskrim sebenarnya merupakan dugaan kasus peristiwa hukum ‘remeh temeh’ (pengrusakan pos security dan gerbang PT. MPB).

Laporan dugaan peristiwa hukumnya yang tidak dilaporkan dulu ke Polsek atau Polres setempat, Dadi menduga ada upaya teror hingga pembungkaman terhadap warga Karawang Selatan yang selama ini menolak pertambangan PT. MPB. Bahkan menurutnya ada motif politik juga.

“Berapa sih nilai kerugian pengrusakannya?. Kenapa laporannya langsung ke Mabes Polri?. Kenapa gak ditingkat Polsek atau Polres dulu,” tanya Dadi Mulyadi.

“Jadi kita melihat ada bentuk motif politik juga. Ada juga bentuk teror, intimidasi dan pembungkaman warga yang selama ini meolak penambangan PT. MPB,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Studi PUSTAKA Sebut ‘Video Viral LGBT’ di THM Karawang Bisa Dijerat Pidana Kesusilaan

KARAWANG - Beredarnya video viral yang diduga memperlihatkan aktivitas komunitas LGBT di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Karawang, perlu ditindaklanjuti secara...

Desak ‘THM Sarang Maksiat’ Ditutup Total, Santri Pondok Pesantren Bakal Kepung Kantor Bupati Karawang

KARAWANG - Jamiyyah Nahdatul Ulama (JNU) mendesak agar Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh segera menutup total Tempat Hiburan Malam (THM) yang diduga menjadi sarang...

Proyek SPPG Mandek, Investor di Sukabumi Merugi Rp 218 Miliar

SUKABUMI - Munjayin, investor asal Cikiray, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengaku rugi Rp 218 miliar dalam proyek pengambilalihan 97 dapur khusus Satuan...

Soal Kontroversi ‘Map Bertuliskan Bupati Karawang’ di Rumah Eks Kepala BGN, Ternyata Hanya Dokumen Pengajuan Kekurangan SPPG

KARAWANG - Terkait kontroversi keberadaan 'map bertuliskan Bupati Karawang' di rumah eks Kepala BGN, Dadan Hindayana, saat dilakukan penggeledahan oleh Kejagung, Bupati Karawang, H....

Nama Dani Ramdan dan Iin Farihin Jadi Sorotan di Sidang Kasus Suap Ijon Proyek Ade Kunang

BANDUNG - Bukan hanya mantan Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan yang terseret pusaran kasus suap ijon proyek di Pemkab Bekasi,  nama a nggota DPRD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan