Selasa, April 14, 2026
spot_img

Dampak Kebijakan KDM, Sekolah Swasta di Karawang Hanya Terima 9 Siswa Baru

KARAWANG – Salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Karawang, Jawa Barat, hanya mendapatkan sembilan siswa baru dalam proses sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2025/2026. Kondisi ini diduga akibat adanya kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang memperbolehkan satu kelas di sekolah negeri diisi hingga 50 siswa.

SMK Pendekar, yang terletak di Jalan Pangkal Perjuangan, Karawang, menjadi salah satu sekolah terdampak serius dari kebijakan tersebut. Kepala Sekolah SMK Pendekar Suhela Maeliala menyatakan, pihaknya kini kesulitan menjaring siswa baru.

Berita Lainnya  Sering Terjadi Kriminalisasi Tenaga Pendidik, Kabupaten Bekasi Inisiasi Bentuk Perda Perlingungan Guru

Pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2025, SMK Pendekar terlihat jauh lebih sepi dibandingkan sekolah-sekolah lain, khususnya sekolah negeri.

“Jumlah murid baru yang hanya sembilan orang menjadi tantangan besar bagi pihak sekolah dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” ujarnya, Selasa (16/7/2025).

Menurut Suhela, sepinya siswa baru disebabkan oleh kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengubah aturan jumlah siswa per kelas di sekolah negeri.

Dari semula maksimal 30 siswa, kini diperbolehkan hingga 50 siswa per kelas. “Hal ini secara langsung mengurangi kuota siswa yang biasanya tersebar ke sekolah swasta,” keluhnya.

Berita Lainnya  Bupati Aep Pasang Badan Lindungi Guru yang Laporkan Kecurangan MBG

Akibatnya, banyak sekolah swasta yang tidak kebagian siswa baru. Bahkan, untuk menjaring murid, para guru di SMK Pendekar harus melakukan pendekatan langsung ke rumah-rumah calon siswa atau metode door to door. “Hal ini menunjukkan upaya keras agar sekolah tetap bertahan,” kata Suhela kepada Beritasatu.com.

Pihak sekolah berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib sekolah swasta, agar tidak semakin terpinggirkan. Jika tidak ada kebijakan penyeimbang, dikhawatirkan banyak sekolah swasta akan tutup karena tidak mampu bersaing dengan sekolah negeri yang daya tampungnya ditingkatkan

Berita Lainnya  SMK IDN Bogor Laporkan Keputusan Dedi Mulyadi ke Kemendagri dan Ombudsman

Sumber : Beritasatu

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kasak-kusuk ke Kejati Jabar Soal Dugaan Ijon Pokir

KARAWANG - Kabar teranyar mengenai dugaan ijon pokir anggota DPRD Karawang mengerucut kepada informasi beberapa pihak yang sudah 'kasak-kusuk' berkomunikasi dengan penyidik Kejaksaan Tinggi...

Terima Uang Rp 2,94 Miliar, KPK Periksa Henri Lincoln

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Henri Lincoln untuk mengonfirmasi penerimaan...

Pemborong Menjerit, Mau Nyari Untung Malah Buntung

KARAWANG - Mayoritas pengguna jasa (pemborong) yang mengerjakan proyek atau pekerjaan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang mulai menjerit. Hal ini...

Meski Sudah Jerat 2 Tersangka, Korupsi Ambulans RSUD Subang Kembali Dilaporkan

SUBANG – Langkah hukum baru diambil oleh dua praktisi hukum, Taufik H. Nasution, SH. MH. M.Kes dan Hugo S. Tambunan, SH.Mereka mendatangi Kejaksaan Negeri...

Wagub Krisantus Bakal Cium Lutut KDM, Jika Bisa Bangun Kalbar

SINTANG - Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan menanggapi keinginan warga yang ingin “meminjam” Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi untuk memperbaiki jalan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan