Selasa, September 15, 2026
spot_img

Blusukan Wabup Bekasi ke Perusahaan Dituding Agenda Politik

Blusukan Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Anggota DPRD dari Partai Buruh ke sejumlah perusahaan di kawasan industri untuk memastikan tersedianya lowongan kerja (loker) bagi masyarakat lokal, dituding bermuatan politik.

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Jiovanno Nahampun, menilai langkah tersebut sarat kepentingan politik dan bertujuan melindungi Disnaker yang tengah disorot terkait data pelatihan dan penyaluran tenaga kerja.

“Saya rasa kunjungan wakil bupati Bekasi terkait kunjungan ke perusahaan-perusahaan itu bukan sekadar untuk mencari lowongan kerja, tapi agenda politik dan mengamankan Disnaker,” ujar Jio, sapaan akrabnya kepada Radar Bekasi, Kamis (24/4).

Anggota Pansus LKPJ ini menilai, wakil nupati seharusnya mengevaluasi Disnaker yang dinilai tidak transparan terkait data pelatihan dan penyaluran tenaga kerja tahun 2024.

Berita Lainnya  Pimpinan DPR RI Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tidak Disahkan 15 Desember 2026

“Seharusnya wakil bupati menegur Disnaker untuk terbuka soal calon pekerja yang sudah dilatih dan disalurkan ke perusahaan. Karena sampai sekarang, pansus LKPJ tidak menerima,” katanya.

Jio juga menyayangkan langkah wakil bupati yang melakukan kunjungan sebelum memperbaiki kinerja Disnaker.

“Disnaker belum dibereskan tapi langsung dijalanin. Bagaimana mau beres, bagaimana mau bentuk pelatihan kerja, sedangkan Disnaker tidak terbuka soal angkatan 2024, yang sudah menghabiskan anggaran banyak,” bebernya.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan itu bahkan menduga kunjungan wakil bupati tidak mendapat izin dari Bupati. Kekecewaan juga ia sampaikan terhadap Surohman, anggota DPRD dari Partai Buruh yang ikut dalam kunjungan tersebut, padahal menjabat sebagai Wakil Ketua Pansus LKPJ.

Berita Lainnya  Terkait Oil Spill di Pesisir Pantai, DPRD Karawang Bentuk 'Tim Investigasi Independen'

“Saya kecewa dengan Surohman sebagai Wakil Ketua Pansus. Justru dia malahan bareng-bareng dengan Disnaker, seolah-olah dia memanfaatkan Pansus LKPJ untuk kepentingan pribadi. Saya rasa mereka berdua itu agenda politik,” tudingnya.

Menanggapi tudingan tersebut, Ketua Exco Partai Buruh Jawa Barat, Suparno, enggan mempermasalahkan tafsiran Fraksi PDIP.

“Kalau dari Fraksi PDIP menafsirkan bahwa agenda politik, itu terserah mereka. Kan bagaimana Pak Wakil ini mengimplementasikan 100 hari program kerja bupati dan wakil bupati,” ujarnya.

Ia merasa bingung dengan tudingan bahwa kunjungan ke perusahaan sebagai agenda politik. Menurutnya, kunjungan wakil bupati dilakukan atas persetujuan bupati sebagai bagian dari program 100 hari kerja.

“Di mana agenda politiknya, saya kurang paham. Karena wakil bupati muter kunjungan itu atas surat bupati, bukan slonong boy,” katanha.

Berita Lainnya  Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-393, Karawang Terus Berbenah dan Bangun Infrastruktur

Suparno juga membantah tudingan bahwa pihaknya melindungi Disnaker. Ia justru mendorong peningkatan anggaran di Disnaker, karena job fair hanya diadakan setahun sekali. Sementara tingkat pengangguran di Kabupaten Bekasi tinggi.

“Itu saya sampaikan saat sambutan di acara halalbihalal. Jadi nggak ada ngelindungi Disnaker. Apa yang kita lindungi, kita itu tegang terus,” tukasnya.

Ia pun mengingatkan seluruh politikus di Bekasi agar berpolitik secara sehat dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Berpolitiklah secara sehat, berpolitiklah tujuannya untuk kepentingan rakyat, jangan berpolitik untuk mencari pencitraan,” pungkasnya. (pra)

Sumber : RadarBekasi

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Berawal dari ‘Heureuy’, Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

SUKABUMI - Seorang oknum pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) telah dijemput...

Tegas! Pemprov Jabar Tutup Aktivitas Pertambangan PT. MPB di Karawang Selatan

KARAWANG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup aktivitas pertambangan PT. Mas Putih Belitung  (anak perusahaan PT. Jui Shin Indonesia), yang tidak mematuhi ketentuan...

Singgung Soal ‘Ideologi Politik’, Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang ‘Ngeramein’ Keracunan MBG

JAKARTA - Meski total korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencapai hampir 50 ribu orang yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia,...

KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : “Ekspresi Tidak Bisa Berbohong”

BANDUNG - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya berinisial RY dinyatakan 'clear' oleh Gubernur Jawa...

Disuruh Beli Mi Goreng Malah Mi Kuah, Prajurit TNI AU Meninggal Dianiaya Senior

JAKARTA - Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF), prajurit TNI AU di Magetan, Jawa Timur (Jatim), meninggal secara tak wajar setelah diduga dianiaya seniornya di...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan