Minggu, November 8, 2026
Google search engine

Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung yang Masih 5 Tahun, Istri Lapor Polisi Malah Digugat Cerai

Kasus pencabulan anak kandung yang dilakukan oleh seorang ayah berinisial ABP (seorang karyawan swasta di perusahaan ternama di Karawang) menggemparkan.

Korban, yang baru berusia 5 tahun, diduga kuat telah mengalami perbuatan keji tersebut berulang kali sejak Desember 2024.

Terungkapnya kasus pencabulan anak di Karawang ini bermula dari kecurigaan sang ibu. Ia mendapati anaknya sering mengeluh sakit pada bagian intimnya.

Dengan nada pilu, ibu korban mengungkapkan, “Saya tanya anak saya karena sering mengeluh sakit di bagian intimnya. Ternyata jawaban anak saya sering dicabuli ayahnya sendiri.”

Tak hanya dugaan pencabulan terhadap anak, ABP juga dituding melakukan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) terhadap istrinya hingga menyebabkan trauma psikologis atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Ironisnya, pelaku juga diduga melakukan penelantaran keluarga dengan tidak memberikan nafkah kepada istri dan anaknya.

Lebih lanjut, ABP saat ini justru melayangkan gugatan cerai terhadap istrinya di Pengadilan Agama Karawang.

Tidak menyangka anak saya harus mengalami perlakuan bejad dari ayahnya sendiri,” tegas ibu korban.

Ia menambahkan, “Saat ini saya dan pelaku sedang berproses di Pengadilan Agama Karawang atas gugatan cerai yang diajukan oleh pelaku.”

Kuasa Hukum korban dari Kantor Hukum Dhigdaya Partners, Darus Hayina Umami, S.H., telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan perbuatan pelaku ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang pada 12 Februari 2025.

“Kami telah membuat laporan polisi atas dugaan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di unit PPA Polres Karawang,” jelas Darus Hayina Umami, Sabtu, 26 April 2025.

Pihaknya berharap Polres Karawang dapat segera menindaklanjuti laporan ini dan memberikan tindakan tegas kepada pelaku.

“Agar pelaku segera ditangkap serta pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum yang berlaku,” tandasnya.

Laporan polisi ini didasarkan pada dugaan pelanggaran Pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pihak kepolisian Karawang diharapkan dapat segera mengusut tuntas kasus kekerasan seksual pada anak dan KDRT ini demi keadilan bagi korban. ***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bahlil Bantah Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal HP Presiden

MALUKU - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat...

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan