Kamis, Juni 25, 2026
spot_img

Banjir Terus-terusan, KDM Minta Pemkab Bekasi Tata Ulang Kawasan Pemukiman dan Perumahan

BEKASI – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) meminta agar Pemkab Bekasi mengevaluasi atau menata ulang kawasan pemukiman dan perumahan. Hal ini menyusul banyaknya perumahan di Bekasi yang terendam banjir saat diguyur hujan deras.

KDM meyebut jika penyebab banyaknya perumahan di Bekasi yang mengalami kebanjiran, salah satunya karena pertambahan penduduk yang masif sehingga kebutuhan akan rumah meningkat.

Ia menuturkan, karena UMK Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi salah satu yang tertinggi di Indonesia, banyak orang yang berbondong-bondong untuk bekerja di sana. Alhasil, kebutuhan akan rumah meningkat.

Alhasil, banyak area rawa-rawa dan persawahan di Bekasi yang ‘disulap’ menjadi perumahan. Hal ini menyebabkan kurangnya daya serap air.

Berita Lainnya  Cek Realisasi MBG 3B, Bupati Aep Puji Inovasi Program 'Banting Pelakor' Puskesmas Telagasari

“Implikasinya adalah penghitungan terhadap, satu, kemampuan daya serap air. Itu sudah tidak dihitung. Dua, daya dukung sungai sebagai aliran air yang mengalirkan air dari wilayah Bogor ke laut. Itu tidak dihitung,” tuturnya dalam acara Land Clearing Rumah Susun Subsidi untuk Rakyat, di Meikarta, Kabupaten Bekasi, Kamis (29/1/2026).

Lebih lanjut, sedimentasi sungai serta maraknya bangunan liar juga menjadi faktor penyebab banjir di perumahan yang ada di Bekasi.

“Maka kita bisa melihat bahwa sekarang itu yang terjadi di Kabupaten Bekasi, banjir itu selalu melanda kawasan perumahan,” ujarnya.

Berita Lainnya  Bupati Aep Perintahkan Dinas PRKP Bongkar Rumah Mak Aceung, Segera Bangun Rulahu

Maka dari itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk melakukan perubahan tata ruang. Ini harus dilakukan dengan pendekatan akademis dan teknis, bukan politis.

“Walaupun kuat politiknya, tapi longsor nggak bisa dicegah karena kekuatan politik atau putusan di DPR memutuskan suara bulat, nggak bisa. Karena alam itu nggak bisa dibohongi,” kata KDM.

Selain itu, KDM juga meminta Pemkab Bekasi untuk melakukan penataan ulang kawasan perumahan dan permukiman yaitu dengan mulai dibangunnya hunian vertikal.

“Solusinya adalah sudah ditawarkan oleh Menteri Perumahan karena memiliki kedekatan dengan orang-orang yang memiliki kemampuan pengembangan perumahan. Orang nyebutnya konglomerat. Salah satunya adalah tawarannya ke depan dimulai dari Meikarta. Perumahan dibangun vertikal. Dan tidak boleh menyebut lagi rumah susun. Karena begitu disebut rusun, orang nggak mau. Disebut saja apartemen,” tuturnya.

Berita Lainnya  Audiensi dengan Bappenas, Pemkab Bekasi Usulkan Undepass hingga Normalisasi Sungai

KDM mengaku sudah menghubungi pengembang kawasan di Purwakarta, Subang, Indramayu, Depok hingga Bandung Raya untuk membangun rusun subsidi.***

Sumber : Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Korupsi Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD, Kejati Jabar Periksa Wakil Bupati Indramayu

INDRAMAYU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat memeriksa Wakil Bupati Indramayu Syaefudin sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tunjangan perumahan dan transportasi...

Demo Emak-emak di Karawang: “Jangan Hentikan MBG, Anak-anak Kami Butuh Makan Bergizi”

KARAWANG - Massa aksi yang didominasi kalangan emak-emak melakukan aksi demonstrasi di depan gerbang kantor Pemkab Karawang, Rabu (24/6/2026). Massa aksi menyampaikan tuntutan menolak penghentian...

Aturan Teknis Belum Jelas, Sekolah Swasta di Purwakarta Bingung Jalankan Program SSK Dedi Mulyadi

PURWAKARTA - Sejumlah sekolah swasta di Kabupaten Purwakarta mengaku masih kebingungan menjalankan Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi...

Digembleng Ala Militer, 2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal

JAKARTA - Dua orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal...

Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

JAKARTA - Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin berkaitan dengan pengakuan menerima uang Rp20 juta terkait...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan