Rabu, Juni 24, 2026
spot_img

Atap Sekolah di Bogor Roboh, 41 Siswa Luka-luka, 5 Cedera Patah Tulang

BOGOR – Kabupaten Bogor – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) bergerak cepat menanggapi insiden robohnya atap 5 ruang kelas di SMKN Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (3/11/2025). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.40 WIB saat angin kencang dan hujan lebat melanda kawasan tersebut.

Kadisdik Jabar, Purwanto meninjau langsung lokasi kejadian bersama Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Disdik Jabar, Edy Purwanto.

Purwanto menyampaikan, robohnya atap disebabkan dahan pohon besar yang menimpa atap hingga menarik kerangka baja ringan bangunan. Akibat kejadian itu, berdasarkan data Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, sebanyak 41 siswa mengalami luka-luka, 5 di antaranya masih dalam observasi karena mengalami cedera patah tulang.

Berita Lainnya  Karawang Gaduh Video Diduga Pasangan Muda-mudi LBGT yang Asik Berjoged

Purwanto pun menegaskan, seluruh biaya pengobatan korban ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jabar maupun Pemerintah Kabupaten Bogor. “Amanat Pak Gubernur jelas, pastikan anak-anak sehat kembali, ruang kelas segera dibangun, dan pembelajaran bisa berjalan seperti semula,” tegasnya.

Untuk memastikan proses belajar tidak terganggu, lanjutnya, Disdik Jabar telah menyiapkan skema pembelajaran daring bergilir bagi siswa. Sementara itu, kepala sekolah diminta segera menyusun jadwal dan langkah penenangan bagi peserta didik.

Purwanto menargetkan koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jabar tuntas dalam waktu satu minggu agar pembangunan ruang kelas dapat segera dimulai.

Berita Lainnya  Viral Video Anggota TNI Diduga Intimidasi Petani di Tasikmalaya

Selain langkah tanggap darurat, Disdik Jabar juga mengambil langkah pencegahan dengan meminta sekolah-sekolah melakukan mitigasi terhadap cuaca ekstrem. Pohon-pohon besar di sekitar ruang belajar segera dipangkas atau ditebang dan bangunan yang dinilai tidak layak harus dikosongkan sementara.

“Setiap sekolah harus waspada terhadap risiko hujan dan angin kencang. Kondisi seperti ini harus dimitigasi dengan baik,” tegasnya.

Purwanto pun menyampaikan apresiasi kepada BPBD, damkar, polsek, danramil, kecamatan, dan dinkes setempat atas respons cepat dalam membantu proses evakuasi dan penanganan di lapangan.

Berita Lainnya  Dugaan Sementara, Polisi Sebut Kebakaran di Pabrik BYD karena Puntung Rokok

“Alhamdulillah, penanganan berjalan cepat. Semua pihak bergerak bersama memastikan keamanan dan keselamatan siswa menjadi prioritas,” katanya.

Purwanto pun memastikan, Selasa (4/11/2025) ini SMKN Gunung Putri akan melakukan pertemuan dengan wali murid untuk menjelaskan kejadian yang menimpa gedung sekolah serta sosialisasi mekanisme pembelajaran sementara. (pun)

Sumber : jabarprov.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Digembleng Ala Militer, 2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal

JAKARTA - Dua orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal...

Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

JAKARTA - Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin berkaitan dengan pengakuan menerima uang Rp20 juta terkait...

Kasus Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah, Anne Ratna Mustika kembali Datangi Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (ARM) kembali terpantai mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (22/6/2026). Selain Anne tampak juga pengembang...

Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membuka sayembara bagi masyarakat untuk menemukan keberadaan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan terhadap YTR di Kabupaten Bandung. Hadiah...

SMA-SMK Swasta di Kota Bekasi Tolak Program Sekolah Gratis Dedi Mulyadi

KOTA BEKASI - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa mayoritas SMA/SMK swasta di Bekasi menolak program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan