Jumat, Agustus 21, 2026
spot_img

Alih-alih Ngambek, Bupati Aep Justru Ucapkan Terima Kasih ke Dedi Mulyadi

“Mereka Sama-sama dari Perahu yang Sama, Partai Gerindra”

KARAWANG – “Bupati na kamana, Bupati Karawang dimana”, kalimat satir inilah yang muncul ke permukaan publik khususnya komentar-komentar di media sosial, ketika Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) terlihat gencar melakukan penertiban bangunan liar (bangli) di sepanjang Jalan Interchange Karawang Barat menuju gerbang tol.

Dalam aksinya KDM tidak hanya sendiri. Melainkan melibatkan tiga kepala desa yaitu Kades Wadas, Kades Purwadana dan Kades Sukamakmur.

Namun ditengah aksi KDM yang mencoba menata Interchange Karawang Barat ini, kemudian muncul spekulasi publik yang menjustifikasi jika Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh kurang peduli dengan kondisi semrawutnya tata kota di wilayah Interchange Karawang Barat, khususnya dalam penanganan masalah banjir yang disebabkan banyaknya bangli yang berdiri di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dikelola BBWS dan PJT II.

Sehingga isu ini disinyalir sedang ‘digoreng’ lawan politik atau segelintir orang yang selama ini tidak suka dengan sosok H. Aep Syaepuloh. Meski sejatinya antara Bupati Aep dengan Kang Dedi Mulyadi merupakan pemimpin dan politisi yang berada di perahu yang sama, yaitu Partai Gerindra. Lantas benarkah Bupati Aep seperti itu?.

Berita Lainnya  Korban Pengeroyokan oleh Anggota DPRD Bekasi Tolak Restorative Justice

Tata Kelola Interchange Karawang Barat Diambil Alih Dedi Mulyadi, Bupati Aep Tak Bisa Intervensi Lagi?

Berdasarkan rapat koordinasi (Rakor) yang digelar di Aula Gedung Singaperbangsa Pemkab Karawang pada Kamis (13/11/2025), Dedi Mulyadi akhirnya mengambil alih penataan tata kota di sepanjang jalan Interchange Karawang Barat hingga gerbang tol. Yaitu dari mulai persoalan banjir, bangli, infrastruktur jalan, jembatan hingga gapura.

Sementara Pemkab Karawang akan fokus penataan di jalur Interchange Karawang Timur hingga gerbang tol, dengan koordinasi bersama Jasa Marga hingga pihak kawasan industri di sekitar Karawang Timur.

Sehingga dengan kesepakatan ini, Bupati Aep sudah tidak bisa melakukan intervensi terhadap program penataan Interchange Karawang Barat yang sedang gencar dilakukan Dedi Mulyadi.

Bupati Aep Ucapkan Terima Kasih ke Dedi Mulyadi

Atas kesepakatan penataan ‘dua wajah Kota Karawang’ yaitu Interchange Karawang Barat dan Karawang Timur ini, sempat tersiar kabar jika sebenarnya Bupati Aep merasa tersinggung dan ‘ngambek’ atas permintaan Dedi Mulyadi ini.

Pasalnya atas nama otonomi daerah, Dedi Mulyadi dituding sudah terlalu banyak mengintervensi program pembangunan di Karawang untuk kepentingan popularitas pribadinya di Karawang.

Berita Lainnya  Guru Ngaji Diduga Cabuli Sejumlah Murid Laki-laki, Gak Mau Diusir dari Kampung Berakhir Rumah Dikepung

Sehingga sebagian orang bertanya-tanya : Kenapa akhir-akhir ini Dedi Mulyadi terus mengurusi persoalan pembangunan di Karawang?. Sebagai gubernur, kenapa Dedi Mulyadi terlihat jarang mengurusi persoalan di kabupaten/kota lain?.

Terlepas dari pertanyaan publik tersebut, Bupati Aep ternyata justru mengucapkan banyak terima kasih kepada Dedi Mulyadi yang sudah banyak membantu program pembangunan di Karawang.

Alih-alih dikabarkan ‘ngambek’, Bupati Aep justru mengakui jika tidak semua program pembangunan di Karawang bisa di-cover oleh APBD. Melainkan tetap harus ada intervensi dari pemerintah pusat dan Pemrov Jawa Barat.

“Iya dong Om…!, kan untuk dana bagi hasil pajak tertentu, setoran Karawang ke Provinsi kan juga lumayan gede. Jadi sudah sewajarnya pemprov banyak bantu Karawang,” tutur Bupati Aep, saat berdiskusi santai dengan Ketua PERADI Karawang dan Pimred Opiniplus.com, Jumat (21/11/2025) kemarin.

“Jadi justru saya berterima kasih banyak kepada Kang Dedi Mulyadi kalau selama ini sudah banyak dibantu. Jujur saja, tidak semua persoalan pembangunan di Karawang bisa saya selesaikan sendiri. Makanya saya terima kasih ke Pak Gubernur dan beberapa leading sektor tertentu,” timpal Bupati Aep.

Bupati Aep Siap Tidak Populer

Ditengah gencarnya aksi pembangunan yang dilakukan Dedi Mulyadi di Karawang, maka secara tidak langsung akan berimbas kepada tenggelamnya popularitas kepemimpinan Bupati Aep di mata masyarakat.

Berita Lainnya  Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

Menjawab pertanyaan ini, Bupati Aep seakan tidak memperdulikannya. Bahkan Bupati Aep mempersilahkan kepada siapapun yang ingin berbuat baik untuk kepentingan ‘Karawang Maju’ sesuai dengam visi misi kepemimpinannya.

Bupati Aep juga mengaku terus mendorong kinerja ASN Karawang untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sehingga hal inilah yang menjadikan alasan Bupati Aep tidak memotong Tambangan Penghasilan Pegawai (TPP) seperti yang dilakukan kabupaten/kota lain demi efisiensi anggaran, akibat dampak adanya pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) yang dilakukan pemerintah pusat.

“Om hapal sendiri-lah karakter saya dari dulu seperti apa. Saya tidak terlalu peduli dengan hal-hal kecil seperti ini. Yang penting saya ingin program pembangunan di semua dinas jalan semua. Saya benar-benar ingin apa yang sudah dan sedang saya lakukan hari ini benar-benar ada manfaatnya buat masyarakat. Udah itu aja!,” tandas Bupati Aep.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Lagi, Giliran Siswa SMKN 1 Tapung Keracunan Menu MBG

RIAU - Puluhan tepatnya 81 siswa di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (18/8/2026). Para...

Bukan ODGJ, Pria Mengamuk di Lenteng Agung Ternyata di Bawah Pengaruh Miras

JAKARTA - Pria tanpa busana bernama Josua mengamuk dan memukuli pengendara motor di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026) malam, bukan orang dengan...

Jika Tidak Ditutup, Habib Bahar Ancam Bakar Pabrik Miras di Bogor

BOGOR - Ratusan massa yang terdiri dari organisasi masyarakat (ormas), ulama, warga, dan santri menggelar aksi demonstrasi di depan PT Intitirta Sarimakmur di Desa...

Kepala Inspektorat Banda Aceh Ditangkap Bareng Pasangan Sejenis

BANDA ACEH - Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh, FD (52) ditangkap polisi syariah bersama pasangan sejenis di kantornya. FD sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasatpol PP-Wilayatul...

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

JAKARTA - Rencana massa mahasiswa menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/8/2026), berakhir tanpa mencapai titik tujuan. Setelah tertahan barikade kepolisian di depan...

Hukum

Kepala Inspektorat Banda Aceh Ditangkap Bareng Pasangan Sejenis

BANDA ACEH - Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh, FD (52) ditangkap polisi syariah bersama pasangan sejenis di kantornya. FD sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasatpol PP-Wilayatul...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan