Jumat, Mei 22, 2026
spot_img

UMKM Bekasi Kesulitan Akses KUR, Banyak Beralih ke Rentenir

BEKASI – Sejumlah pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi mengeluhkan sulitnya mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga terpaksa mencari sumber pinjaman alternatif, termasuk meminjam kepada rentenir dengan risiko bunga tinggi.

Keluhan tersebut mencuat dalam kegiatan Sosialisasi KUR Perumahan dan KPR FLPP yang digelar di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Jumat (21/11/2025).

Para pelaku usaha menyebut proses pengajuan KUR perbankan masih dianggap rumit, mulai dari persyaratan jaminan, seleksi administrasi, hingga lamanya proses verifikasi. Kondisi ini membuat banyak UMKM lebih memilih pinjaman informal meski bunga yang dikenakan jauh lebih besar.

Devi (46), produsen bumbu rendang yang telah berusaha selama 10 tahun, mengaku kesulitan mendapatkan modal karena prosedur pengajuan KUR dinilai menyulitkan.

Berita Lainnya  Pasca 2 Wisatawan Tewas Tertimbun Longsor, Kini Wisata Curug Cileat - Subang Ditutup Sementara

“Agak susah karena persyaratannya susah, aksesnya juga enggak gampang. Terutama ada jaminan. Jadi kami minta dipermudah atuh pak,” ujarnya.

Selama ini, Devi hanya mengandalkan tabungan pribadi dan berharap dapat memperoleh pinjaman Rp 100 juta hingga Rp 500 juta untuk memperluas usaha sekaligus kebutuhan rumah tangga.

Keluhan serupa disampaikan Rini (37), pengusaha katering yang terkendala rapor merah pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK akibat kehilangan mobil, yang membuatnya terkena BI Checking.

“Sudah saya bilangin tapi tetap nggak bisa. Akhirnya saya pakai rentenir karena mau pinjem jaminan susah. Harusnya ini jadi jalan keluar,” katanya.

Berita Lainnya  Rupiah Melemah, Prabowo: Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar

Menteri PKP Mauarar Sirait menilai kendala tersebut muncul akibat lambannya kinerja birokrasi dalam memproses pengajuan masyarakat.

“Harusnya kita bekerja lebih profesional kepada masyarakat. Jangan sampai terlambat-terlambat seperti ini,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran besar untuk mempercepat akses modal bagi masyarakat. Ia menyebut Presiden Prabowo telah mengalokasikan Rp 130 triliun untuk program KUR Perumahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan, pembelian, hingga renovasi rumah guna mendukung kegiatan usaha.

“Dan tahun depan dipastikan programnya berlanjut. Silakan dimanfaatkan,” ujarnya.

Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, memastikan pemerintah daerah mendukung penuh percepatan penyaluran KUR. Program tersebut dinilai mampu membantu masyarakat memperoleh modal usaha hingga Rp100 juta dengan mekanisme yang lebih mudah.

Berita Lainnya  KADIN Karawang Dorong Penilaian PTSP dan PPB Secara Objektif demi Perbaikan Iklim Investasi

“Jadi masyarakat tidak pusing lagi dan jangan sampai terjerat judi online dan bank emok untuk usahanya. Kabupaten Bekasi tentu mendukung program ini,” katanya.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap penyaluran KUR di Kabupaten Bekasi menjadi lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran, sehingga pelaku UMKM tidak lagi bergantung pada pinjaman informal yang berisiko tinggi.***

Sumber : BeritaSatu.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Heryanto, Pelaku Pembunuhan Karyawati Minimarket Divonis Hukuman Mati

PURWAKARTA - Kasus pembunuhan pegawai minimarket, Dina Octaviani, akhirnya memasuki babak akhir setelah terdakwa Heryanto alias HBK mencabut upaya banding dan menerima putusan majelis...

Dikabarkan Hilang, Siswa SD di Karawang Ternyata Kabur Bersama Pacarnya, Alasannya Bikin Geleng-geleng Kepala

KARAWANG - Dikabarkan hilang selama empat hari sejak Senin (18/5/2026), LZ (13) siswi Madrasah Ibtidaiyah atau setingkat Sekolah Dasar di Kecamatan Karawang Barat, akhirnya...

KPK Dukung Program MBG : ‘Jangan Sampai Ada Korupsi’

JAKARTA - KPK menyampaikan dukungan terhadap program prioritas pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski begitu, KPK menyebut tetap memberikan catatan penting mengenai tata kelola...

2 Buruh Tani di Pantura Subang Tewas Tersambar Petir

SUBANG - Nasib nahas menimpa dua orang buruh tani asal Desa Cigugur, Kecamatan Pusakajaya, Subang, yang kehilangan nyawa akibat tersambar petir saat bekerja memanen...

Isu Teror Pocong di Tanggerang, Polisi Imbau Warga Tenang dan Tingkatkan Kewaspadaan

TANGGERANG - Isu liar teror 'pocong' mencuat di bilangan Tangerang. Isu itu menyebutkan adanya pocong tipuan meneror warga di Kecamatan Rajeg, Tangerang, Banten. Heboh isu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan