Rabu, Oktober 7, 2026
Google search engine

KDM Datangi Polres Subang, Jadwal Klarifikasi dr. Maxi Mendadak Dibatalkan, Ada Apa?

SUBANG – Situasi politik di Kabupaten Subang kian memanas setelah mencuatnya dugaan setoran gratifikasi bernilai miliaran rupiah di lingkaran pejabat daerah.

Ketegangan memuncak pada Kamis (20/11/2025), ketika jadwal klarifikasi Dr. Maxi di Polres Subang tiba-tiba dibatalkan, bertepatan dengan kunjungan mendadak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pembatalan mendadak ini, ditambah absennya Bupati, Forkopimda, serta pejabat daerah yang biasanya mendampingi Gubernur, memicu spekulasi liar.

Aktivis antikorupsi menilai Subang tengah berada dalam kondisi darurat politik.

Klarifikasi Dibatalkan: Skandal Setoran Rp 1 Miliar Makin Panas

Kasus ini bermula dari laporan polisi yang diajukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subang, Heri Sopandi, pada Rabu (12/11/2025).

Didampingi pengacara Pemkab, Dede Sunarya, serta advokat Irwan Yustiarta, Heri melaporkan Dr. Maxi atas dugaan pencemaran nama baik.

Heri menilai pernyataan Dr. Maxi yang menyebut dirinya sebagai perantara setoran ratusan juta rupiah dari para kepala dinas yang diduga ditujukan untuk Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita telah mencoreng reputasinya.

Berita Lainnya  LSM Laskar NKRI Instruksikan Semua Anggotanya Bantu Polisi Lawan Begal

Undangan Klarifikasi Bersifat Pasif, Bukan Panggilan Wajib

Meski massa dan aktivis siap mengawal kehadiran Dr. Maxi, ternyata surat dari Polres Subang hanya berupa “Undangan Klarifikasi”.

Undangan ini bersifat tidak mengikat sehingga kehadiran terlapor sepenuhnya menjadi pilihan.

“Undangan klarifikasi itu pasif, tergantung penerimanya mau datang atau tidak,” jelas Shandy Rizky Nugraha (Kinoy), Ketua Komunitas GBL Elit Subang.

Informasi terbaru menyebutkan Dr. Maxi tidak hadir, sementara undangan dari Polres telah dibatalkan atau dijadwal ulang.

Momen Janggal: Dedi Mulyadi Datang Tanpa Forkopimda

Yang membuat publik makin curiga adalah momen kedatangan Gubernur Dedi Mulyadi ke Polres Subang untuk meresmikan papan elektronik (Videotron).

Acara itu berlangsung tertutup dan hanya dihadiri Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, beserta jajaran internal.

Berita Lainnya  PP GPII Mengecam Keras Dugaan Kekerasan Fisik Terhadap Kader HMI, Minta Penyidik Polisi Bekerja Profesional

Hal paling mencolok adalah tidak hadirnya Bupati, Wakil Bupati, DPRD, maupun unsur Forkopimda lainnya.

“Tidak ada satu pun pendamping dari Forkopimda. Biasanya Bupati atau DPRD hadir,” ujar Kinoy.

Spekulasi Publik: Ada ‘Efek KPK’?

Ketidakhadiran Forkopimda serta sikap tertutup Gubernur memunculkan dugaan bahwa Dedi Mulyadi sengaja datang sendiri untuk melihat langsung kondisi Subang yang tengah bergolak pasca laporan dugaan korupsi Dr. Maxi ke KPK.

Biasanya ramah pada awak media, kali ini Gubernur Dedi tak memberi pernyataan apa pun dan langsung masuk ke mobil Lexus LX600 berpelat D 901 DM. Sikap ini menambah kuat anggapan bahwa ada dinamika serius di balik layar.

Manuver Hukum: Dr. Maxi Didukung Jadi Justice Collaborator

Pembatalan undangan klarifikasi memberi ruang gerak baru bagi kubu Dr. Maxi.

Berita Lainnya  Anak Buahnya Kena OTT KPK, Petani Karawang Sempat Demo Minta Prabowo Copot Nusron Wahid

Para kuasa hukumnya sejak awal menolak opsi Restorative Justice, karena mereka menilai kasus ini justru harus diungkap secara tuntas.

Mereka mendorong Dr. Maxi menjadi Justice Collaborator (JC) untuk menguatkan laporannya ke KPK terkait dugaan gratifikasi di lingkungan pejabat Subang.

Di sisi lain, sikap Polres yang memberi undangan pasif dan kemudian menunda jadwal memunculkan persepsi bahwa ada upaya meredam sorotan publik.

Aktivis menilai kini bola panas berada di tangan Dr. Maxi apakah ia akan memperkuat laporannya di KPK atau membiarkan drama politik lokal berlanjut di tengah sorotan masyarakat tentang transparansi pejabat publik.***

Artikel ini telah tayang di PorosJakarta.com : https://www.porosjakarta.com/nusantara/066859311/subang-memanas-usai-laporan-ke-kpk-dr-maxi-batal-klarifikasi-di-polres-saat-dedi-mulyadi-datang-tanpa-forkopimda?page=2

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Justin Hubner Balasan Cibiran Rival Negara Tetangga : “We Are The Real King”

Selain merayakan kemenangan atas Timnas Thailand di lapangan, bek tengah (center-beck) Timnas Indonesia, Justin Hubner yang dikenal berani dan gemar melakukan psywar juga memanfaatkan...

Eks Pimpinan Ponpes Abul Barokat Ditetapkan Tersangka Dugaan Pelecehan Sejumlah Santriwati

Polresta Lombok Tengah, menetapkan mantan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin...

35 Tahun Puasa Trofi, Timnas Indonesia Akhirnya Juara FIFA ASEAN Cup 2026

SETELAH mengalami puasa trofi selama 35 tahun sejak medali emas SEA Games 1991, Timnas Indonesia akhirnya memecahkan dahaga di gelar juara FIFA ASEAN Cup...

Satu Keluarga di Tulang Bawang – Lampung Tewas Dibunuh, Polisi Buru Pelaku

Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak perempuan ditemukan tewas bersimbah darah di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang,...

Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong Diberhentikan sebagai ASN

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, resmi diberhentikan dari statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) pada...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan