JAKARTA – Sejumlah mitra SPPG menggelar aksi demonstrasi di DPR RI di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Ribuan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai daerah mengeluhkan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak kunjung beroperasi hingga berbulan-bulan.
Para mitra telah mengeluarkan modal besar berkisar Rp1,5 miliar hingga Rp6 miliar per dapur (menggunakan dana pribadi, pinjaman bank, hingga menggadaikan sertifikat).
Mereka protes terhadap perubahan aturan dari Badan Gizi Nasional (BGN), penghentian operasional/moratorium, serta ketidakjelasan skema pengembalian investasi (seperti skema insentif Rp6 juta per hari).
Adapun 4 tuntutan utama pada pendemo adalah sebagai berikut :
1. Dukungan Keberlanjutan Program MBG: Meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) Prabowo-Gibran terus berjalan dengan tata kelola yang lebih baik.
2. Pencabutan Moratorium SPPG: Mendesak pencabutan moratorium atau penghentian sementara pembangunan dapur SPPG (termasuk wilayah aglomerasi dan 3T).
3. Kepastian Investasi & Pengembalian Modal: Menuntut kejelasan mekanisme pengembalian modal pembangunan fasilitas dapur yang macet.
4. Kepastian Hukum (UU MBG): Mendorong pembentukan dan pengesahan Undang-Undang atau regulasi yang memberikan perlindungan hukum bagi mitra BGN.
Pimpinan DPR RI merespons aksi tersebut dengan berjanji akan memfasilitasi audiensi dan pertemuan antara perwakilan mitra SPPG dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).***

