Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda (Bapis), diduga menjadi korban penyerangan dan pengeroyokan oleh orang tidak dikenal (OTK), di kawasan Tebet Barat Dalam IX, Jakarta Selatan, pada Minggu malam, 4 Oktober 2026, sekitar pukul 23.50 WIB.
Saat berkendara sepeda motor, Hafidz ditendang secara mendadak hingga terjatuh sejauh kurang lebih 5 meter dari kedai Sushimate.
Korban dipukuli hingga mengalami luka-luka serta memar, dan sempat diancam akan dibunuh oleh para pelaku.
Ponsel serta tas milik korban (yang juga berisi KTM milik Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra) dirampas oleh pelaku. Pelaku mematikan fitur pelacak lokasi (Find My) pada ponsel tersebut 15 menit setelah kejadian.
Para pelaku meninggalkan sebuah tas di tempat kejadian yang berisi barang-barang mencurigakan, antara lain sarung tangan latex, lakban, sandal, kain sarung/slayer, kacamata lensa oranye, dan peci.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh pihak BEM UI melalui Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra.

Sebelumnya, konten kreator dan aktivis Ferry Irwandi mengaku dibuntuti oleh sebuah mobil misterius berwarna silver (jenis Toyota Avanza dengan pelat nomor B 1592 POU) selama berminggu-minggu.
Ferry membagikan video melalui media sosial pada Jumat, 2 Oktober 2026, yang memperlihatkan momen ia mendatangi dan mengonfrontasi langsung mobil tersebut di jalan. Saat dihampiri dan diminta turun, pengemudi mobil justru menolak keluar dan langsung kabur memacu kendaraannya.
Dari penelusuran mandiri dan pengecekan yang dilakukan Ferry serta warganet, pelat nomor B 1592 POU yang digunakan mobil tersebut tidak terdaftar atau merupakan pelat palsu.
Selain aksi pembuntutan di jalan, Ferry menyebut bahwa situasi ini sudah mulai mengkhawatirkan karena keluarganya juga ikut mendapat tekanan, termasuk sang istri yang menjadi sasaran tudingan di media sosial.
Hingga saat ini, belum ada keterangan atau konfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pemilik mobil, motif pembuntutan, maupun langkah hukum lanjutan.***

