SUBANG – Seorang guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Subang, Jawa Barat viral di media sosial lantaran dimarahi oleh orang tua siswa yang tidak terima anaknya dihukum karena diduga melanggar aturan sekolah.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan respons terkait peristiwa tersebut. Melalui video yang diunggah akun Instagram pribadinya terlihat gubernur Jawa Barat menemui guru tersebut dan meminta penjelasan terkait masalah yang tengah menimpanya.
“Hari ini saya bertemu dengan guru, Kepala Sekolah SMPN 2 Jalancagak ya, yang kemarin sempat muncul di media sosial, bersitegang antara orang tua siswa dan guru,” kata Dedi Mulyadi dilansir dari Instagram @dedimulyadi71.
Kepada Dedi Mulyadi, guru tersebut menjelaskan alasannya memberikan hukuman yang cukup keras kepada siswa yang bersangkutan karena dinilai telah beberapa kali melanggar aturan sekolah.
Dalam hal ini, ia menjelaskan kepada Gubernur Jawa Barat itu, bahwa siwa tersebut pernah merokok, mengganggu kelas yang lain, dan yang terbaru mencoba untuk meloncati tembok sekolah.
“Dia pelanggarannya merokok, kemudian berkelahi, mengganggu kelas yang lain, terakhir loncat,” jelasnya.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi lantas mengambil keputusan untuk segera bertemu dengan orang tua siswa tersebut agar permasalahan ini bisa secepatnya bisa terselesaikan.
Menurut ayah tiga anak ini, guru dan orang tua harus sama-sama memiliki tanggung jawab dalam mendidik siswa, oleh karena itu, keduanya harus bisa bekerja sama satu sama lain.
“Saya pikir masalah ini harus segera selesai, tugas guru adalah mendidik siswanya, kemudian, tugas orang tua juga mendidik anaknya. Ketika di sekolah anak jadi tanggung jawab guru, ketika di rumah jadi tanggung jawab orang tuanya,” ucap Dedi Mulyadi.
Di samping itu, Dedi Mulyadi juga meminta orang tua siswa agar mereka bisa memahami faktor di balik seorang guru memberikan hukuman yang cukup tegas kepada siswa dan siswinya.***










