Selasa, September 22, 2026
Google search engine

Pemkot Bekasi Kebut Proyek Pengendali Banjir

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kini tengah mempercepat penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur pengendali banjir, seperti pembangunan polder air dan turap.

Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi menghadapi potensi curah hujan tinggi yang diprediksi akan terjadi pada akhir tahun 2025.

​Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan untuk memastikan proyek-proyek vital ini dapat berfungsi optimal saat musim hujan tiba, terutama di titik-titik rawan genangan.

Fokus Pengerjaan di Titik Rawan Banjir

​Saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi pada Senin (03/11/2025), Tri Adhianto merinci beberapa lokasi yang menjadi prioritas utama. Proyek-proyek ini dikejar target penyelesaiannya untuk memitigasi risiko banjir secara signifikan.

Berita Lainnya  Ariel NOAH Ultah, Wulan Guritno Beri Kejutan, Picu Spekulasi Asmara dari Publik

​”Hari ini kita memang kebut penyelesaian beberapa folder air. Fokusnya ada di Rawalumbu, kemudian Bekasi Timur, dan dua lokasi di Bekasi Barat yang sedang kami optimalisasi, termasuk pengerukan sedimen sungai,” ucap Tri.

​Selain pembangunan folder, ia menambahkan bahwa tim dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) juga terus melakukan pengerukan di wilayah Bekasi Utara dan Medan Satria. Alat-alat berat bahkan telah beroperasi selama hampir lima bulan tanpa henti.

​”Hasilnya sudah mulai terlihat, genangan air relatif lebih terkendali. Mudah-mudahan curah hujannya tetap adaptif, karena hujan tidak bisa kita kontrol,” sambungnya.

Tantangan Lintas Batas dan Masalah Sampah

​Tri Adhianto mengakui bahwa penanganan banjir di Kota Bekasi tidak hanya soal infrastruktur internal, tetapi juga menghadapi dua tantangan eksternal yang kompleks: masalah perbatasan wilayah dan perilaku masyarakat.

Berita Lainnya  Dugaan Korupsi Rekrutmen Tenaga Honorer, Sekda Lampung Tengah Resmi Ditahan

Penyempitan Aliran di Perbatasan Kabupaten

​Salah satu persoalan klasik adalah adanya penyempitan aliran sungai di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bekasi. Hal ini menyebabkan air dari Kota Bekasi tertahan dan meluap.

​”Persoalan yang sering kita hadapi adalah penyempitan di wilayah Kabupaten. Ini menjadi PR tersendiri, bagaimana kita mengoptimalkan komunikasi dengan pemerintah Kabupaten agar di wilayah perbatasan ini bisa ditangani bersama. Salah satu contoh yang sudah berjalan adalah di Kali Busa,” jelasnya.

Sampah Masih Jadi Musuh Utama

Berita Lainnya  Pelaku Pembunuhan Wanita yang Mayatnya Dibungkus Kardus Ditangkap

​Kendala terbesar lainnya, menurut Tri, adalah rendahnya disiplin sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke kali. Perilaku ini membuat upaya pengerukan menjadi sia-sia.

​”Ini yang ironis. Baru saja dikeruk dan dibersihkan, ternyata belum sampai seminggu sudah penuh lagi dengan sampah,” keluhnya.

​Ia mengimbau masyarakat untuk membangun kesadaran bersama. Membuang sampah ke sungai tidak hanya membuat pemerintah bekerja dua kali, tetapi juga menimbulkan masalah lain seperti pencemaran air, gangguan kesehatan akibat bau tak sedap, dan merusak keindahan kota.

Sumber : RakyatBekasi.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Seorang ASN berinisial AN (32) tewas ditusuk oleh mantan istrinya berinisial DK (28) atau DLA, di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),...

Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Ratusan gelondongan kayu berukuran besar berlabel Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdampar di pesisir Pantai Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,...

2 Pemuda Pemeran ‘A Day in My Life’ Ditetapkan Tersangka, Positif Mengidap HIV

Dua pria pemeran video asusila sesama jenis di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres...

Hukum

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan