Senin, Juli 20, 2026
spot_img

Pemkot Bekasi Kebut Proyek Pengendali Banjir

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kini tengah mempercepat penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur pengendali banjir, seperti pembangunan polder air dan turap.

Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi menghadapi potensi curah hujan tinggi yang diprediksi akan terjadi pada akhir tahun 2025.

​Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan untuk memastikan proyek-proyek vital ini dapat berfungsi optimal saat musim hujan tiba, terutama di titik-titik rawan genangan.

Fokus Pengerjaan di Titik Rawan Banjir

​Saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi pada Senin (03/11/2025), Tri Adhianto merinci beberapa lokasi yang menjadi prioritas utama. Proyek-proyek ini dikejar target penyelesaiannya untuk memitigasi risiko banjir secara signifikan.

Berita Lainnya  Sekda Bekasi Akui Kasus Ade Kunang Berpengaruh Terhadap Administrasi Pemerintahan dan Psikologis ASN

​”Hari ini kita memang kebut penyelesaian beberapa folder air. Fokusnya ada di Rawalumbu, kemudian Bekasi Timur, dan dua lokasi di Bekasi Barat yang sedang kami optimalisasi, termasuk pengerukan sedimen sungai,” ucap Tri.

​Selain pembangunan folder, ia menambahkan bahwa tim dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) juga terus melakukan pengerukan di wilayah Bekasi Utara dan Medan Satria. Alat-alat berat bahkan telah beroperasi selama hampir lima bulan tanpa henti.

​”Hasilnya sudah mulai terlihat, genangan air relatif lebih terkendali. Mudah-mudahan curah hujannya tetap adaptif, karena hujan tidak bisa kita kontrol,” sambungnya.

Tantangan Lintas Batas dan Masalah Sampah

​Tri Adhianto mengakui bahwa penanganan banjir di Kota Bekasi tidak hanya soal infrastruktur internal, tetapi juga menghadapi dua tantangan eksternal yang kompleks: masalah perbatasan wilayah dan perilaku masyarakat.

Berita Lainnya  Minta Masyarakat Bersabar, Pemkab Bekasi Percepat Penanganan 4 Titik Longsor Jalan CBL

Penyempitan Aliran di Perbatasan Kabupaten

​Salah satu persoalan klasik adalah adanya penyempitan aliran sungai di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bekasi. Hal ini menyebabkan air dari Kota Bekasi tertahan dan meluap.

​”Persoalan yang sering kita hadapi adalah penyempitan di wilayah Kabupaten. Ini menjadi PR tersendiri, bagaimana kita mengoptimalkan komunikasi dengan pemerintah Kabupaten agar di wilayah perbatasan ini bisa ditangani bersama. Salah satu contoh yang sudah berjalan adalah di Kali Busa,” jelasnya.

Sampah Masih Jadi Musuh Utama

Berita Lainnya  Perkuat Ekosistem Keamanan, Kapolda Jabar Luncurkan Gerakan 'Jaga Rawat Jawa Barat'

​Kendala terbesar lainnya, menurut Tri, adalah rendahnya disiplin sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke kali. Perilaku ini membuat upaya pengerukan menjadi sia-sia.

​”Ini yang ironis. Baru saja dikeruk dan dibersihkan, ternyata belum sampai seminggu sudah penuh lagi dengan sampah,” keluhnya.

​Ia mengimbau masyarakat untuk membangun kesadaran bersama. Membuang sampah ke sungai tidak hanya membuat pemerintah bekerja dua kali, tetapi juga menimbulkan masalah lain seperti pencemaran air, gangguan kesehatan akibat bau tak sedap, dan merusak keindahan kota.

Sumber : RakyatBekasi.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sahroni Kritik Hotman Paris : “Gak Usah Bawa-bawa Nama Presiden”

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengkritik Hotman Paris, kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah, karena membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto....

Maksa Nikah Siri Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Karyawati 22 Tahun, Ketua Serikat Pekerja di Bekasi Dipolisikan

BEKASI - Ketua Serikat Pekerja di salah satu perusahaan elektronik terbesar di Kawasan Industri EJIP, Cikarang, berinisial Mrn, dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas...

Perkuat Ekosistem Keamanan, Kapolda Jabar Luncurkan Gerakan ‘Jaga Rawat Jawa Barat’

BANDUNG - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto, resmi meluncurkan gerakan 'Jaga Rawat Jawa Barat' sebagai implementasi dan penguatan transformasi Polri presisi di...

Soal Rumah Febrie di Sentul, Hotman Paris : “Sudah Dihibahkan ke Cucu dari Mertuanya”

JAKARTA - Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea, menjelaskan rumah milik kliennya di kawasan...

Febrie Ardiansyah Belum Ditahan, Kejagung : “Itu Kewenangan Penyidik”

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menjelaskan alasan belum melakukan penahanan terhadap mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, yang telah berstatus...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan