Sabtu, Oktober 10, 2026
Google search engine

Viral Gumpalan Hitam di Langit Subang, BMKG : itu Bukan Disebabkan Alam

BANDUNG – Sebuah video yang menampilkan gumpalan diduga busa berwarna hitam menyerupai awan di Subang, Jawa Barat, viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @infoban**** pada Selasa (28/10/2025), terlihat gumpalan tersebut melayang di atas area persawahan pada Jumat (24/10/2025).

Seorang warga yang merekam kejadian itu terdengar memperingatkan agar orang lain berhati-hati karena gumpalan tersebut diduga mengandung racun dan mengeluarkan bau.

Ketika gumpalan hitam itu jatuh ke sawah, permukaannya tampak bergelombang menyerupai busa.

“Cek detik-detik kemunculan benda misterius yang bentuknya unik banget ini. Warga sampai bingung, ini awan? Busa? Atau fenomena alam apa?? Sumpah, ini bau banget! ???? Bahkan ada yang bilang bau ini bisa beracun,” tulis pengunggah di keterangan video.

Berita Lainnya  Dugaan Perundungan, Siswa Sekolah Dasar di Pemalang Meninggal Dunia

Penjelasan BMKG soal gumpalan hitam mirip awan muncul di Subang

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu alias Ayu buka suara terkait video gumpalan hitam menyerupai awan jatuh di sebuah sawah di Subang.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil kajian awal dari aspek meteorologi (data), fenomena ini tidak termasuk dalam kejadian alam yang disebabkan oleh proses cuaca, awan, maupun aktivitas atmosfer lainnya.

Secara ilmiah, awan terbentuk dari proses kondensasi uap air di atmosfer dengan pola, ketinggian, dan karakteristik tertentu yang dapat diidentifikasi oleh citra satelit dan radar cuaca BMKG.

“Kondisi cuaca di wilayah Subang pada tanggal 27 Oktober 2025 secara umum pada pagi berawan kemudian pada sore hari terpantau adanya awan hujan di sebagian wilayah Subang bagian selatan,” ujar Teguh dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (29/10/2025).

Berita Lainnya  Dugaan Pengeroyokan Kader HMI, Warek II : "UNSIKA Tidak Diam, Pasti Diproses"

“Pada 28 Oktober 2025, cuaca Subang secara umum berawan tebal hingga hujan ringan sejak pagi hari hingga sore hari,” tambahnya.

Khusus Senin (27/10/2025), alat pengamatan terdekat (AWS Sukamandi) menunjukkan bahwa angin bertiup dominan dari timur-selatan dengan kecepatan maksimum 26,1 km/jam.

Kemudian, kondisi pada Selasa (28/10/2025) menunjukkan bahwa angin di wilayah Subang didominasi dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum 13,3 km/jam.

Ayu menegaskan bahwa kemunculan gumpalan hitam di Subang kemungkinan berasal dari aktivitas di permukaan Bumi, seperti proses industri, reaksi kimia limbah, atau aktivitas manusia lainnya.

Berita Lainnya  Cekcok dan Perkelahian Anak Punk di Karawang Berakhir 2 Orang Dikabarkan Hilang Tenggelam

Faktor-faktor tersebut memungkinkan terbentuknya busa atau material ringan yang kemudian terangkat oleh angin.

“Namun, untuk memastikan sumber serta kandungan materialnya, disarankan agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau BPBD setempat,” ujar Ayu.

“BMKG Jabar terus memantau kondisi cuaca dan atmosfer di wilayah Subang serta siap memberikan dukungan data, apabila diperlukan untuk kajian lebih lanjut oleh pihak berwenang,” pungkasnya.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Sengaja Dibakar Setelah Rusuh Razia HP, Lapas Merauke Kebakaran, Sejumlah Narapidana Melarikan Diri

MERAUKE - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Merauke, Papua Selatan, diduga dibakar hingga sejumlah narapidana atau warga binaan melarikan diri. Kebakaran diduga dipicu kerusuhan...

Cekcok dan Perkelahian Anak Punk di Karawang Berakhir 2 Orang Dikabarkan Hilang Tenggelam

KARAWANG - Dua orang pemuda yang diduga anak punk bernama Abdullah (asal Sukamandi, Subang) dan Rian (asal Bayur) dilaporkan hilang tenggelam di Saluran Irigasi...

Loncat dari Lantai 3 Gedung, Aksi Heroik Seorang Ibu Saat Selamatkan Bocah dari Kebakaran

JAKARTA - Kebakaran melanda sebuah rumah makan (RM) Padang di Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim). Saat kebakaran terjadi, ada aksi heroik seorang wanita yang...

Diduga Jadi Markas Peredaran Narkoba, Polisi Gerebek Eks Prostitusi Saritem, 21 Orang Positif

BANDUNG - Eks lokalisasi prostitusi di Kota Bandung, Saritem digerebek jajaran Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung, karena diduga menjadi markas peredaran narkoba. Dalam penggerebekan itu...

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan KPK

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 7...

Hukum

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan KPK

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 7...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan