Jumat, Oktober 9, 2026
Google search engine

Mulai Selidiki Dugaan Mark Up Whoosh, KPK Diminta Tidak Sekedar ‘Omon-omon’

JAKARTA – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar serius dan transparan dalam menyelidiki dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh).

Ia menilai, publik berhak mengetahui perkembangan penanganan perkara yang disebut telah masuk tahap penyidikan sejak awal tahun ini.

“Kalau sudah lidik (penyelidikan) sejak awal tahun, maka apa hasilnya? Harus dibuka ke publik. Kalau tidak dibuka, bisa jadi itu cuma omong doang gara-gara dikritik sana-sini, termasuk oleh Pak Mahfud MD,” kata Boyamin saat dihubungi Inilah.com, Selasa (28/10/2025).

Boyamin menilai langkah KPK yang menaikkan status perkara ke tahap penyelidikan belum cukup menunjukkan keseriusan lembaga antirasuah tersebut. Ia mengingatkan agar KPK tidak berhenti di tengah jalan dan berani menindak siapa pun yang terlibat tanpa pandang bulu.

Berita Lainnya  Oknum Polisi Bengkulu yang Julurkan Lidah ke Pendemo Dijatuhi Sanksi Disiplin

“Betul (KPK jangan sekadar omong belaka),” tegasnya menambahkan.

Meski demikian, Boyamin mengaku masih menaruh harapan agar KPK benar-benar mendalami kasus dugaan korupsi dalam proyek strategis nasional tersebut, meski dengan optimisme yang terbatas. “Sementara optimistis 10 persen saja,” ujar Bonyamin.

Agar penyidikan berjalan transparan dan akuntabel, ia pun mendorong KPK untuk secara rutin menyampaikan perkembangan perkara kepada publik. “Update setiap minggu,” tandasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim diam-diam sudah menyelidiki kasus dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang sekarang berjuluk Kereta Whoosh, sejak awal 2025.

Berita Lainnya  Setelah Sempat Pingsan Kena Pukulan Vicky Prasetyo, Alhamdulillah...! Dede Sunandar Sudah Siuman dan Membaik

Tapi karena diam-diam, wajarlah banyak kalangan menilai lembaga ‘penjagal’ koruptor itu, melempem. Seakan ‘gagap’ dalam menggarap dugaan mark-up proyek Kereta Whoosh senilai US$7,27 miliar.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, proses penyelidikan perlu dilakukan di ruang gelap. Sehingga KPK belum mau memberikan informasi soal proses penyelidikan dugaan mark-up proyek Kereta Whoosh yang kini dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), menyasar siapa.

“Ya benar, jadi perkara tersebut saat ini sedang dalam tahap penyelidikan di KPK. Sehingga karena memang masih di tahap penyelidikan, informasi detil terkait dengan progres atau perkembangan perkaranya, belum bisa kami sampaikan secara rinci,” kata Budi di Jakarta, dikutip Selasa (28/10/2025).

Berita Lainnya  Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong Diberhentikan sebagai ASN

Dia mengatakan, penyelidikan terkait dugaan mak up proyek Kereta Whoosh, sudah dilakukan sejak awal 2025. Artinya, penyelidikan dilakukan KPK sebelum kasus ini viral dan membuat kehebohan seluruh negeri. “Adapun penyelidikan perkara ini sudah dimulai sejak awal tahun,” ujar Budi.

KPK terus mengimbau kepada masyarakat siapapun yang memiliki informasi ataupun data yang terkait dengan hal tersebut, bisa menyampaikan kepada KPK. Pesan ini termasuk untuk mantan cawapres 2024 sekaligus mantan Menko Polhukam Mahfud MD.***

Sumber : inilah.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Rumah di Kompleks TNI Cijantung Digerebek Polisi, 11 Operator Judi Online Diamankan

Aparat menggerebek kepolisian menggerebek sebuah rumah di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, yang diduga dijadikan markas operator judi online pada Minggu,...

Dikonfirmasi Persoalan Sewa Alat Berat, Kadis DLH Bekasi Lecehkan Wartawan : “Kau Jelek, Bau Sekali Badanmu”

BEKASI - Polemik dugaan perlakuan tidak pantas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, terhadap seorang wartawan terus menuai perhatian kalangan...

Wapres Gibran : “Kalau Saya Gak Lulus SMA, Gak Mungkin Saya Bisa Kuliah”

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan bahwa tidak mungkin dirinya bisa melanjutkan kuliah hingga tingkat sarjana (S1) jika tidak lulus sekolah menengah atas (SMA). Pernyataan...

MK Tolak Gugatan Keabsahan Syarat Pendidikan Wapres Gibran

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan gugatan terkait keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak dapat diterima. Sidang putusan tersebut dipimpin oleh Ketua MK...

Memilukan! Pembunuhan Sekeluarga di Lampung, Anak Korban Ijab Kabul Pernikahan di Samping Jenazah Kedua Orang Tua dan Adiknya

Seorang anak korban pembunuhan satu keluarga di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, melangsungkan prosesi ijab kabul pernikahan di hadapan...

Hukum

MK Tolak Gugatan Keabsahan Syarat Pendidikan Wapres Gibran

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan gugatan terkait keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak dapat diterima. Sidang putusan tersebut dipimpin oleh Ketua MK...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan