Kamis, Juli 9, 2026
spot_img

Warga Gak Bisa Kredit Rumah Subsidi Gegara Nunggak Paylater, Menteri Ara Usulkan Pemutihan

KARAWANG – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menerima banyak keluhan dari masyarakat yang gagal membeli rumah subsidi karena tercatat memiliki tunggakan paylater di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Padahal, tunggakan paylater tersebut nilainya di bawah Rp 1 juta.

Hal itu disampaikan warga saat sesi tanya jawab dalam kegiatan sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) Kementerian PKP di Aula Husni Hamid, Komplek Kantor Bupati Karawang, Senin (27/10/2025).

Maruarar mengatakan, pihaknya telah mengusulkan kepada Menteri Keuangan agar dilakukan pemutihan bagi masyarakat dengan tunggakan paylater kecil.

Berita Lainnya  Dugaan Penculikan oleh Oknum Aparat, Kuasa Hukum Karang Taruna Minta Perlindungan LPSK dan Komnas HAM

“Saya dapat banyak masukan dari masyarakat yang kena SLIK karena pinjol paylater dan sebagainya sehingga tidak bisa pinjam. Saya sudah usulkan kepada Pak Menteri Keuangan untuk diputihkan,” kata Maruarar.

Menurut dia, banyak warga yang tidak bisa mengajukan kredit rumah karena tunggakan kecil, bahkan hanya ratusan ribu rupiah.

“Untuk nilai tertentu kalau bisa diputihkan supaya rakyat tetap bisa mengajukan. Saya sudah sampaikan kepada Menteri Keuangan seperti itu,” ujarnya.

Maruarar minta tindak lanjut Maruarar menyebut telah meminta data dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Berita Lainnya  UHC Terancam Dicabut, Ratusan Massa Geruduk Kantor Pemkab Purwakarta

Ia berharap langkah itu bisa membuka akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap program rumah subsidi.

“Karena kasihan rakyat kita, rakyat kecil. Karena pinjol dan sebagainya banyak yang tidak bisa mendapatkan program negara,” ucapnya.

Momentum sesi tanya jawab Menteri Ara dengan warga yang mengeluh gak bisa kredit rumah subsidi karena masalah tunggakan paylater. (Foto : Prokompimkab Karawang)

Bupati Karawang Aep Saepuloh mengatakan, Pemerintah Kabupaten Karawang mendukung penuh program Kredit Program Perumahan (KPP) yang digulirkan Kementerian PKP.

“Pemkab Karawang terus mendorong masyarakat agar bisa memanfaatkan program Kementerian PKP tersebut,” ujar Aep.

Berita Lainnya  Imbas Kontroversi Lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejad', Bupati Purwakarta Diperiksa Kemendagri Selama 8 Jam

Melalui kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan dan Penguatan Ekosistem yang dihadiri Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi ini, Kabupaten Karawang kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Kali ini, Karawang menempati peringkat ketiga tertinggi penyerapan rumah subsidi di Indonesia, setelah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor.

Capaian ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait.***

Sumber: https://bandung.kompas.com/read/2025/10/27/211911478/banyak-warga-gagal-kpr-subsidi-akibat-tunggakan-paylater-di-bawah-rp-1-juta.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Job Fair Kota Bekasi, 7 Ribu Pencaker Berebut 3,5 Ribu Loker di 50 Perusahaan

KOTA BEKASI - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menghadiri pembukaan Job Fair Kota Bekasi 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bekasi...

Sekda Bekasi Akui Kasus Ade Kunang Berpengaruh Terhadap Administrasi Pemerintahan dan Psikologis ASN

BEKASI - Berdasarkan hasil pemeriksaan Laporan Keuangan  Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025, Pemkab Bekasi memperoleh opini Tidak Memberikan Pendapat (TMP) atau disclaimer dari...

Jawa Barat Berubah Nama Jadi Tatar Sunda, Dede Yusuf Khawatir Justru akan Terjadi Gesekan Antar Kelompok Budaya

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf mengingatkan usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda perlu dipertimbangkan secara matang. Menurutnya,...

Korupsi Batu Bara PLN, Polisi Bongkar Brankas Emas Batangan hingga Dollar Senilai Ratusan Miliar

BOGOR - Polisi menyita emas batangan 74 kilogram dan uang dollar Singapura dan Amerika Serikat saat menggeledah rumah di Sentul, Bogor pada Rabu (8/7/2026). Penggeledahan...

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG - H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda. Dikatakan Toto,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan