Senin, Oktober 12, 2026
Google search engine

Pulang-Pergi Jakarta, Bupati Subang Minta TKD yang Dipotong Dikembalikan

SUBANG – Demi menyelamatkan target pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Subang, Bupati Reynaldy Putra Andita Budi Raemi rela pulang-pergi ke Jakarta.

Langkah itu dilakukan untuk memperjuangkan agar dana Transfer ke Daerah (TKD) dan dana bagi hasil dari pemerintah pusat bisa dikembalikan sebagian ke daerah.

Reynaldy mengakui, program prioritas Pemkab Subang di bidang infrastruktur jalan terancam terdampak akibat adanya pengurangan TKD. Padahal, anggaran awal yang disiapkan untuk sektor tersebut mencapai Rp400 miliar.

“Jujur, tadinya target tahun depan itu untuk infrastruktur saya itu Rp400 miliar. Tapi dengan adanya seperti ini, kemungkinan ada pengurangan sekitar Rp50 miliar bahkan sampai Rp150 miliar,” ujar Bupati Reynaldy.

Berita Lainnya  Temukan Ribuan Lahan Sawah di Bekasi Kekeringan, Menteri PU Ancam Copot Pejabat yang Beri Laporan Palsu

Karena itu, ia terus berupaya melobi pemerintah pusat agar dana yang dikurangi bisa dikembalikan, minimal separuhnya, untuk menopang program pembangunan jalan yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

“Saya masih berjuang bolak-balik ke Jakarta bagaimana caranya setidaknya bisa dikembalikan lah dana bagi hasil kita, TKD kita itu bisa dikembalikan setengahnya saja untuk infrastruktur jalan,” katanya.

Bupati mengungkapkan, dari total kebutuhan anggaran sekitar Rp360 miliar untuk pembangunan jalan, kini Pemkab hanya mampu memaksimalkan sekitar Rp250 miliar. Padahal, target awal berada di kisaran Rp350–400 miliar.

Berita Lainnya  Kemarau Panjang, Pemkab Karawang Gelar Salat Istisqa Berharap Hujan Segera Turun

“Bingung juga mau memangkasnya di mana lagi, karena Rp1,2 triliun dari APBD kita itu sudah terserap untuk belanja pegawai dan gaji. Itu sudah tidak bisa diganggu gugat,” jelasnya.

Reynaldy menambahkan, ruang fiskal Pemkab Subang yang benar-benar bisa digunakan secara fleksibel hanya berada di kisaran Rp400–500 miliar, sedangkan sisanya sudah memiliki peruntukan pasti seperti Alokasi Dana Desa (ADD) dan belanja wajib lainnya.

“Kami pemerintah daerah hanya punya anggaran sekitar Rp400–500 miliar yang bisa diatur untuk pembangunan. Selebihnya sudah anggaran pasti semua: gaji pegawai, ADD, dana transfer ke desa, dan lainnya,” paparnya.

Berita Lainnya  Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Gratis dari Presiden Prabowo

Ia berharap, ke depan ada kebijakan baru dari pemerintah pusat agar daerah memiliki ruang fiskal yang lebih longgar dalam membiayai kebutuhan infrastruktur dasar.

“Maka dari itu saya mohon doanya dari semuanya, mudah-mudahan bisa ada perbaikan ke depan,” tutupnya.***

Sumber : TintaHijau.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Cuma Sakit Perut Dibilang Kerasukan Jin, Dukun Palsu di Lebak Cabuli Pasien Gadis 16 Tahun hingga Hamil

LEBAK - Polres Lebak menangkap seorang dukun palsu berinisial ER (43) di Kampung Sawah Baru, Desa Malingping Utara, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, karena mencabuli...

KDM dan Bupati Aep Soroti Dugaan Calo Tenaga Kerja di Industri yang Lakukan Pungli Rp 3 – 15 Juta

KARAWANG - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) bersama Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh aktif menyoroti dan mengawasi praktik pungli serta percaloan tenaga...

Pimpinan Pesantren di Bekasi Ditetapkan Tersangka Pencabulan 10 Santriwati, Aksi Bejat Pelaku Dilakukan Berulang Kali Sejak 2024

BEKASI - Polres Metro Bekasi Kota telah menangkap dan menahan seorang pria berinisial MHH (28), yang merupakan pimpinan sekaligus pengajar di sebuah pondok pesantren...

Diduga Sengaja Dibakar Setelah Rusuh Razia HP, Lapas Merauke Kebakaran, Sejumlah Narapidana Melarikan Diri

MERAUKE - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Merauke, Papua Selatan, diduga dibakar hingga sejumlah narapidana atau warga binaan melarikan diri. Kebakaran diduga dipicu kerusuhan...

Cekcok dan Perkelahian Anak Punk di Karawang Berakhir 2 Orang Dikabarkan Hilang Tenggelam

KARAWANG - Dua orang pemuda yang diduga anak punk bernama Abdullah (asal Sukamandi, Subang) dan Rian (asal Bayur) dilaporkan hilang tenggelam di Saluran Irigasi...

Hukum

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan KPK

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 7...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan