Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi Tutup Sementara Tambang di Parung Panjang Bogor

BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sementara seluruh aktivitas pertambangan di Kecamatan Parung Panjang, Rumpin, dan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kebijakan ini tertuang dalam surat teguran terhadap pengusaha pemegang izin pertambangan tertanggal 26 September 2025.

Surat teguran ini hasil tindak lanjut dan evaluasi dari surat edaran yang diteken Dedi Mulyadi perihal pembatasan kegiatan tambang serta operasional angkutan barang di wilayah tersebut.

Adapun dalam evaluasi itu menunjukkan aktivitas pertambangan di Parung Panjang, Rumpin, dan Cigudeg menyisakan persoalan sosial serta lingkungan.

Kebijakan Dedi Mulyadi yang menghentikan sementara operasional pertambangan ini dikritik oleh sekelompok masyarakat. Mereka menamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Parung Panjang-Rumpin.

Berita Lainnya  Tuntut Transparansi Pajak Parkir, Belasan Aktivis Demo Kantor Bapenda

Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf apabila kebijakannya tersebut mengecewakan sekelompok orang. Namun, kata dia, seorang kepala daerah sudah seharusnya mengambil keputusan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

“Saya paham bahwa para penambang kehilangan pendapatannya, para pengusaha angkutan kehilangan pemasukannya, sopir truk kehilangan pekerjaannya,” kata Dedi dalam keterangan video yang ia unggah di akun Instagram @dedimulyadi71 pada Senin, 29 September 2025.

Namun, Dedi menyatakan ada rakyat yang selama ini menderita lantaran kegiatan pertambangan di wilayah tersebut. Berdasarkan catatannya, sejak 2019 hingga 2024 terdapat 195 orang meninggal di jalan karena terlindas truk.

Berita Lainnya  Wakapolda Jabar Sidak Pospam Mudik di Purwakarta

Sebagian besar masyarakat, menurut Dedi, juga menderita penyakit infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Dia menilai penderitaan itu berkelindan dengan angka depresi yang disebabkan pengaruh polusi jalanan.

“Saya tidak anti penambangan. Tapi saya sangat bersikap empati pada rakyat yang menderita,” ucap Dedi.

Selain itu, Dedi merasa perlu untuk mengeluarkan kebijakan penghentian sementara izin tambang di Parung Panjang. Dia mengatakan tak hanya rakyat yang mengalami kerugian, tetapi juga pemerintah provinsi.

Berita Lainnya  Laskar NKRI Gelar Bukber dan Bagikan Seribu Takjil

Sebab, kata Dedi, adanya aktivitas pertambangan itu telah membuat infrastruktur jalanan yang dibangun pemerintahannya terdampak rusak. Mantan Bupati Purwakarta ini menilai negara akan terus-menerus merugi bila kerusakan imbas aktivitas pertambangan ini dibiarkan.

“Untuk itu mari duduk bersama merumuskan pembangunan yang berkeadilan dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” ucap Dedi.***

Artikel ini telah tayang di Tempo : https://www.tempo.co/politik/pertimbangan-dedi-mulyadi-menghentikan-sementara-operasi-tambang-di-parung-panjang–2074435

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kangkangi Inpres, IWOI Karawang Soroti Minimnya Keterlibatan KDKMP dalam Program MBG

KARAWANG — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang menyoroti dugaan pelanggaran terhadap Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan...

Pakar Hukum : KPK Mending di Bawah Kejagung dan Polri

JAKARTA - Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepatutnya menjadi lembaga di bawah Kejaksaan Agung (Kejagung) atau...

Tangan Tak Diborgol, Gus Yaqut Kembali Jadi Tahanan Rutan

JAKARTA - Tangan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tak diborgol saat kembali ditahan usai sempat dialihkan menjadi tahanan rumah. KPK mengatakan petugas...

Disuruh PL Buat Ngecek Warem, Pria ini Malah Temukan Pemilik Tempat Karaoke Tewas Membusuk

SUBANG - Warga Pantura di wilayah Patokbeusi, Kabupaten Subang, digegerkan dengan penemuan jenazah pemilik warung remang-remang (Warem). Korban bernama Ani Anggraeni (47), warga Tasikmalaya,...

Kecelakaan Maut di Majalengka, 6 Pemudik Asal Rengasdengklok Tewas

MAJALENGKA - Kecelakaan maut menimpa mobil travel jenis Elf yang membawa rombongan pemudik di turunan Desa Maniis, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/3/2026) malam....

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan