Senin, September 21, 2026
Google search engine

Dampak Kebijakan KDM, Sekolah Swasta di Karawang Hanya Terima 9 Siswa Baru

KARAWANG – Salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Karawang, Jawa Barat, hanya mendapatkan sembilan siswa baru dalam proses sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2025/2026. Kondisi ini diduga akibat adanya kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang memperbolehkan satu kelas di sekolah negeri diisi hingga 50 siswa.

SMK Pendekar, yang terletak di Jalan Pangkal Perjuangan, Karawang, menjadi salah satu sekolah terdampak serius dari kebijakan tersebut. Kepala Sekolah SMK Pendekar Suhela Maeliala menyatakan, pihaknya kini kesulitan menjaring siswa baru.

Berita Lainnya  FH UNSIKA Gelar Seminar Jurnalistik, Bahas Peran Media dalam Membentuk Kesadaran Publik

Pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2025, SMK Pendekar terlihat jauh lebih sepi dibandingkan sekolah-sekolah lain, khususnya sekolah negeri.

“Jumlah murid baru yang hanya sembilan orang menjadi tantangan besar bagi pihak sekolah dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” ujarnya, Selasa (16/7/2025).

Menurut Suhela, sepinya siswa baru disebabkan oleh kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengubah aturan jumlah siswa per kelas di sekolah negeri.

Dari semula maksimal 30 siswa, kini diperbolehkan hingga 50 siswa per kelas. “Hal ini secara langsung mengurangi kuota siswa yang biasanya tersebar ke sekolah swasta,” keluhnya.

Berita Lainnya  20 Sekolah di Bekasi Ikuti Penilaian Adiwiyata Tahun 2026

Akibatnya, banyak sekolah swasta yang tidak kebagian siswa baru. Bahkan, untuk menjaring murid, para guru di SMK Pendekar harus melakukan pendekatan langsung ke rumah-rumah calon siswa atau metode door to door. “Hal ini menunjukkan upaya keras agar sekolah tetap bertahan,” kata Suhela kepada Beritasatu.com.

Pihak sekolah berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib sekolah swasta, agar tidak semakin terpinggirkan. Jika tidak ada kebijakan penyeimbang, dikhawatirkan banyak sekolah swasta akan tutup karena tidak mampu bersaing dengan sekolah negeri yang daya tampungnya ditingkatkan

Berita Lainnya  Ibu Guru ini Didatangi Pejabat Kampar, Setelah Viralkan Bangunan Sekolah Berdinding Triplek

Sumber : Beritasatu

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

2 Pemuda Pemeran ‘A Day in My Life’ Ditetapkan Tersangka, Positif Mengidap HIV

Dua pria pemeran video asusila sesama jenis di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres...

Nusron Wahid Dikejar dan Dicecar Pertanyaan oleh Wartawan : “Ini Saya Mau Pulang”

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid kembali menghadiri rapat di DPR RI pada Senin, 21 September 2026. Kehadiran mendadaknya dalam rapat pleno pengambilan keputusan RUU Pengaturan Reforma...

Awalnya Garang Sambil Bawa Parang, Ujung-ujungnya Minta Maaf

Kasus pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang berakhir damai setelah pelaku pemuda bersenjata tajam menyampaikan permohonan maaf...

Ibu Guru ini Didatangi Pejabat Kampar, Setelah Viralkan Bangunan Sekolah Berdinding Triplek

Pada Rabu, 16 September 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi Kelas Jarak Jauh UPT SDN 007 Desa Sungai...

Kapal Ikan China Tabrak Kapal Kargo di Perairan Singapura, 8 Orang Dilaporkan Hilang

Kapal ikan berbendera China, Luqing Yuanyu 108, bertabrakan dengan kapal kargo berbendera Panama bernama First Margaux di perairan dekat Singapura pada Minggu, 20 September...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan