Minggu, Juni 21, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi vs Aura Cinta, Soal Larangan Study Tour dan Wisuda Sekolah

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menjadi perbincangan saat dirinya berdebat dengan seorang remaja wanita asal Kabupaten Bekasi yang disebut-sebut sebagai korban penggusuran.

Diketahui, remaja yang terlihat cantik dan kritis ini belakangan diketahui bernama Aura Cinta yang tidak sependapat jika Dedi Mulyadi melarang kegiatan study tour dan wisuda sekolah.

“Kalau sekolah tanpa wisuda, semua siswa, terutama dari keluarga kurang mampu, jadi kehilangan kesempatan punya kenangan,” kata sang remaja, dilansir dari tayangan YouTube Dedi Mulyadi.

“Saya tanya, di negara mana TK, SMP, SMA ada wisuda? Hanya di Indonesia. Wisuda itu seharusnya untuk mahasiswa,” balas Dedi Mulyadi.

Berita Lainnya  Gegara Berselisih di Medsos, Remaja di Bekasi Tewas Dikeroyok, 6 Pelaku Diamankan

Dedi Mulyadi menyebut bahwa acara perpisahan sekolah bisa dilakukan, asal tak melibatkan pihak terkait seperti sekolah yang menekan biaya mahal.

“Gubernur itu berusaha menurunkan beban orang tua, karena sekolah sudah gratis. Kalau perlu, anak-anak ke sekolah jalan kaki atau naik sepeda, pulang sekolah jualan supaya tetap bisa bersekolah dengan hebat. Ini anak pulang motoran, rumah aja nggak punya,” balas Dedi Mulyadi lagi.

Setelah debat panjang, Dedi Mulyadi tampak kesal dengan sang remaja yang disebut-sebut sebagai korban penggusuran rumah di bantaran sungai kawasan Cikarang, Bekasi.

“Saya cuman minta keadilan aja pak,” tegas Aura.

Berita Lainnya  Pemkot Bekasi Larang ASN 'Ngonten' Pakai Seragam dan Atribut Dinas

“Yang minta adil apa?” tanya Dedi Mulyadi.

“Waktu digusur itu nggak ada musyawarah, cuma ada Satpol PP dateng,” balas Aura.

Dedi Mulyadi dengan tegas menyindir bahwa tempat Aura tinggal di rumah lamanya milik pemerintah.

Aura yang mendengar hal tersebut langsung panik dan mengakui soal status dirinya.

“Kamu miskin nggak?,” tanya Dedi Mulyadi lagi.

“Iya saya mengakui (miskin),” jawab Aura.

“Kenapa miskin pengen hidup bergaya, sekolah harus ada perpisahan? Kenapa orang miskin nggak prihatin?,” tanya Dedi lagi.

Dedi Mulyadi lantas kembali mempertanyakan korelasi pentingnya antara mengontrak untuk tempat tinggal dengan wisuda sekolah.

Berita Lainnya  Karawang Gaduh Video Diduga Pasangan Muda-mudi LBGT yang Asik Berjoged

“Kalau buat ngontrak aja nggak punya, ngapain protes wisuda harus ada? kan logikanya harus dipakai. Hidup tuh jangan sombong gitu,” pungkas Dedi Mulyadi.

Sayangnya, video potongan debat viral tersebut menuai nyinyiran netizen, setelah penggunaan kata sombong dan miskin yang dilontarkan Dedi Mulyadi.

“Si remaja nggak seharusnya diintimidasi begitu sih,” komentar warganet.

Lebih ke menyudutkan sih daripada debat. Tapi, kayak settingan hehehehe,” sindir yang lain.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa Nakal

BANDUNG - Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait program sekolah swasta gratis tidak hanya menitikberatkan pada akses pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter siswa. Gubernur Jawa...

‘Nyanyian’ Sony Sonjaya Setorkan 41 Nama Tokoh yang Diduga Terlibat Korupsi MBG

JAKARTA - Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya kembali 'bernyanyi' terkait kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengungkap nama-nama baru...

Viral Video Anggota TNI Diduga Intimidasi Petani di Tasikmalaya

TASIKMALAYA - Dugaan intimidasi terhadap petani yang tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP) di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Wiria Cakra, Kecamatan...

Siapakah Fatimah Azzahra yang Berani Mengkritik Habis-habisan Program MBG

Sosok Mahasiswi Cerdas yang Menyita Perhatian Publik JAKARTA - Nama Fatimah Azzahra menjadi perbincangan luas di media sosial setelah tertangkap kamera wartawan saat melakukan orasi...

Roy Suryo dan dr. Tifa Ditahan, Jokowi akan Tunjukan Ijazah Asli di Pengadilan

SOLO - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menanggapi penahanan dua tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu UGM, Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma alias...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan