Kamis, Juli 23, 2026
spot_img

Demi Memikat Pujaan Hati yang Berprofesi ASN, Sopir ini Nyamar Jadi Polisi Gadungan

JEMBER – Seorang sopir asal Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Jember, berinisial ABT nekat menyamar menjadi anggota polisi. Aksi pria berusia 30 tahun ini lakukan demi memikat hati wanita idamannya yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Namun, penyamaran ABT berakhir apes. Dia diciduk jajaran Satreskrim Polres Jember saat tengah menunggu wanita pujaannya di tempat kerja.

Pengungkapan ini bermula dari aduan kecurigaan masyarakat terkait keberadaan seorang pemuda yang berseragam polisi dan mengaku sebagai personel Polresta Denpasar, Bali. Menindaklanjuti laporan itu, polisi langsung bergerak mendalami keberadaan pelaku.

Berita Lainnya  Melawan Saat Ditangkap, Polisi Tembak Kaki Maling Motor Pembunuh Ojol di Tangerang

Petugas akhirnya mendapati ABT sedang berada di area salah satu sekolah di Kecamatan Gumukmas, Jember. Saat itu, pelaku tampil dengan seragam lengkap kepolisian. Kedok ABT terbongkar saat petugas mengecek kelengkapan dokumen identitasnya.

“Saat kami temui, yang bersangkutan memang mengenakan seragam kepolisian. Namun saat kita minta KTA dan identitasnya, diketahui bahwa ia menggunakan identitas palsu dan bukan merupakan anggota Polri,” kata Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Iptu Andry Yunni Prasetiyo, Selasa (21/7/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif, motif utama ABT mengenakan seragam tersebut bukan untuk melakukan penipuan materi atau pemerasan. Melainkan murni untuk melancarkan aksi rayuannya.

Berita Lainnya  Resahkan Warga, 3 Pemuda Bawa Sajam Diamankan Polisi

“Tujuan yang bersangkutan menggunakan seragam adalah untuk merayu seorang wanita yang didekatinya, dengan harapan bisa meraih hatinya. Saat diamankan, pelaku sedang menunggu wanita tersebut di tempat kerjanya,” ujar Andry.

Kepada polisi, ABT mengaku membeli atribut dan seragam kepolisian tersebut secara mandiri melalui e-commerce.

Menurut Andry, dari hasil pendalaman tidak ditemukan niat jahat lain mau pun kerugian materiil. Wanita yang didekati pelaku juga merasa tidak dirugikan dan memilih untuk tidak membuat laporan polisi.

“Karena pihak korban merasa tidak dirugikan, yang bersangkutan tidak membuat laporan ke kepolisian. Sehingga pelaku hanya kita amankan karena menggunakan atribut kepolisian tanpa izin,” paparnya.

Berita Lainnya  Lokalisasi Tenda Biru Cibitung - Bekasi Digerebek, Polisi Ungkap Kasus Eksploitasi Anak yang Dipekerjakan untuk Layani Lelaki Hidung Belang

Saat ini, polisi telah menyita seluruh atribut kepolisian milik pelaku. ABT diberikan pembinaan serta diminta menandatangani surat pernyataan tertulis agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Kami juga memastikan aksi penyamaran ini baru pertama kali dilakukan pelaku dan belum pernah digunakan untuk modus kejahatan lain,” tandasnya.***

Sumber : Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Pakan Rp 10,2 Miliar, Satwa Sampai Kurus dan Sekarat

SURABAYA - Mantan Direktur Utama (Dirut) Kebun Binatang Surabaya, Choirul Anwar, menjadi tersangka kasus korupsi pengelolaan keuangan periode 2016-2024 sebesar Rp 10,2 miliar. Satwa...

Korban Keracunan MBG di Kulon Progo Jadi 105 Orang, dari Siswa, Bumil hingga Busui

KULON PROGO - Dinas Kesehatan Kulon Progo mencatat setidaknya 105 korban mengalami gejala keracunan (mual, muntah, dan diare) akibat menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dampak...

Keluhkan Sakit Perut hingga Diare, Puluhan Santri Pesantren di Garut Keracunan MBG

GARUT - Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mansuriah di Mekarsari, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan makanan. Mereka mengeluh sakit perut, mual,...

Dari Mual hingga Gatal-gatal, 14 Siswa SMA di Pasuruan Keracunan MBG

PASURUAN - Sebanyak 14 siswa kelas X SMAN 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengalami gejala diduga keracunan usai menyantap paket Makan Bergizi Gratis...

Jawa Barat Adalah Rumah bagi Kemajemukan, Mengganti Namanya Jadi Tatar Sunda Beresiko Picu Ego Primordial

DALAM Romeo and Juliet, William Shakespeare menggugat melalui Juliet: "What’s in a name? A rose by any other name would smell as sweet." Di hadapan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan