Rabu, September 23, 2026
Google search engine

Karawang Jadi Tuan Rumah Gerakan Pengendalian PBP

KARAWANG –  Kabupaten Karawang menjadi tuan rumah kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Penggerek Batang Padi (PBP) serentak yang diinisiasi Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan).

Kegiatan tersebut digelar di Desa Sukamakmur, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan secara masif di 10 provinsi utama penghasil padi sawah nasional, 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, serta 30 kecamatan di Kabupaten Karawang.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Rachmat, menekankan bahwa pengendalian hama menjadi kunci keberhasilan panen.

Berita Lainnya  Driver GOKAR Dapat Kemudahan KPR, Founder Langsung Diminta Siapkan MOU dengan BTN Karawang

Ia berharap gerakan ini dapat memantik para petani untuk terus melakukan pengendalian secara mandiri dengan pendampingan berkelanjutan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

Menurutnya, kegiatan tersebut akan terus berlanjut di tingkat lapangan melalui pendampingan teknis kepada para petani guna memastikan ancaman hama penggerek batang padi dapat ditekan sejak dini.

“Kita berikhtiar mulai dari persemaian agar panen berhasil dengan baik. Mari kita kompak menjaga tanaman dari hama dan penyakit untuk menyongsong tahun 2026 sebagai tahun swasembada beras berkelanjutan,” ujarnya.

Berita Lainnya  Siswi Berprestasi di Karo yang Keracunan MBG Alami Gangguan Ingatan hingga 70 Persen

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Rohman, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 realisasi produksi padi sawah di Kabupaten Karawang mencapai 1,43 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka tersebut melampaui target awal sebesar 1,41 juta ton GKG.

Ia menambahkan, terdapat kelebihan produksi sekitar 53 ribu ton atau 0,39 persen dari target yang telah ditetapkan.

Rohman menegaskan bahwa gerakan pengendalian yang dilakukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata untuk memutus siklus hidup hama penggerek batang padi.

Berita Lainnya  Wujudkan UMKM Digitalisasi, Disperindagkop UKM Kolaborasi dengan GOKAR

“Kami mengimbau para petani agar melakukan tanam padi secara serentak. Jika tidak serentak, hama berupa kupu-kupu akan mudah berpindah dari satu lahan ke lahan lainnya,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan tingkat kabupaten/kota.***

Sumber : Diskominfo Karawang

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

KPK Diminta Bongkar Dugaan Gratifikasi Pencaplokan Lahan Hutan Jadi Kawasan Industri di Karawang

KARAWANG - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Serikat Tani Karawang (SETAKAR) ke kantor ATR/BPN Karawang, pada Kamis (24/9/2026), Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan,...

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan