Rabu, Juni 3, 2026
spot_img

Diduga Alami Penganiayaan, Balita di Karawang Tewas Mengenaskan

KARAWANG – Seorang balita berusia 1,5 tahun di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan. Korban ditemukan dengan sejumlah luka memar serta bekas gigitan di sekujur tubuhnya. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya tindak penganiayaan.

Menurut orang tua angkat yang juga bibi korban, Komala Sari, sebelum meninggal dunia, bayi bernama Trialdo Pratama sempat mendapatkan pertolongan pertama di sebuah klinik pada Rabu (15/4/2026).

Namun, saat hendak dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut, korban mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan.

Berita Lainnya  Warga Cijambe - Subang Gempar Temuan Bayi Perempuan Dibuang di Semak-semak

“Saya dapat telepon dari ibunya untuk ke klinik Azzahra. Ketika saya datang keadaan anak sudah kolaps. Lalu dirujuk klinik ke rumah sakit lain. Setengah perjalanan bocah sudah mengembuskan napas terakhir,” ungkap Komala, Kamis (16/4/2026).

Diungkapkannya, ketika pertama kali datang ke klinik dia mendapat kondisi tubuh bocah penuh memar. Komala melihat adanya memar di bagian jidat, rahang sebelah kanan, dada kiri dan paha kanan.

“Ibunya selalu menjawab tidak tahu sampai almarhum tiba di rumah dia menjawab tidak tahu,” tambahnya.

Berita Lainnya  Pemkot Bekasi akan Tanggung Biaya Pendidikan Anak Korban Tewas Kecelakaan Mobil MBG

Hal senada juga diungkapkan paman korban Dorma Susanto. Dia menilai adanya kejanggalan dalam kematian keponakannya itu.

“Ada kejanggalan. Saya ada rencana menindaklanjuti permasalahan ini. Ibunya tidak datang ke sini setelah kematian. Padahal anaknya kami yang urus bakan kami sudah gelar tahlilan,” katanya.

Atas kejadian ini, pihak keluarga berencana melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Berita Lainnya  Hoaks Teror Pocong, Polisi Ungkap Hanya Cosplay Pengamen

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan kekerasan terhadap anak yang berujung tragis, sekaligus menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum dan masyarakat untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak.***

Sumber : beritasatu.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Beredar Isu Miring Oknum Anggota DPRD Karawang Partai Islam Disebut Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

KARAWANG - Ditengah opini publik mengenai 'Karawang Darurat Pedofil Anak', tiba-tiba beredar kabar ada oknum Anggota DPRD Karawang dari Partai Islam yang dipolisikan, gegara...

Karawang Darurat Pedofil Anak, Kompak Law Firm Minta DP3A dan KPAI Lebih Pro Aktif

KARAWANG - Terhitung dalam satu bulan terakhir pada periode Mei 2026, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kompak Law Firm mencatat ada empat laporan atau aduan...

LBH Arya Mandalika Desak Kejagung Tetapkan P21 Kasus Ijazah Jokowi

JAKARTA - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arya Mandalika menyatakan sikap tegas dan mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), agar segera menetapkan status P21...

PERADI Minta Kejari Kembalikan Duit Sitaan Rp 101 Miliar ke Kas Daerah, Askun : “Jangan Langsung ke Rekening Petrogas”

KARAWANG - Praktisi hukum dan pengamat kebijakan, Asep Agustian, SH., MH., meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang untuk mengembalikan Rp 101 miliar 'uang sitaan' kasus...

Tokoh Muda Golkar Dorong ‘Mas Bahlil Ganteng’ Nyapres 2029

KARAWANG - Fenomena lagu viral MBG = Mas Bahlil Ganteng bertajuk 'My Little Bolu Ketan' masih menjadi tranding penggunaan backsoun di media sosial. Tokoh Muda...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan