KARAWANG – Seorang balita berusia 1,5 tahun di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan. Korban ditemukan dengan sejumlah luka memar serta bekas gigitan di sekujur tubuhnya. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya tindak penganiayaan.
Menurut orang tua angkat yang juga bibi korban, Komala Sari, sebelum meninggal dunia, bayi bernama Trialdo Pratama sempat mendapatkan pertolongan pertama di sebuah klinik pada Rabu (15/4/2026).
Namun, saat hendak dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut, korban mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan.
“Saya dapat telepon dari ibunya untuk ke klinik Azzahra. Ketika saya datang keadaan anak sudah kolaps. Lalu dirujuk klinik ke rumah sakit lain. Setengah perjalanan bocah sudah mengembuskan napas terakhir,” ungkap Komala, Kamis (16/4/2026).
Diungkapkannya, ketika pertama kali datang ke klinik dia mendapat kondisi tubuh bocah penuh memar. Komala melihat adanya memar di bagian jidat, rahang sebelah kanan, dada kiri dan paha kanan.
“Ibunya selalu menjawab tidak tahu sampai almarhum tiba di rumah dia menjawab tidak tahu,” tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan paman korban Dorma Susanto. Dia menilai adanya kejanggalan dalam kematian keponakannya itu.
“Ada kejanggalan. Saya ada rencana menindaklanjuti permasalahan ini. Ibunya tidak datang ke sini setelah kematian. Padahal anaknya kami yang urus bakan kami sudah gelar tahlilan,” katanya.
Atas kejadian ini, pihak keluarga berencana melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan kekerasan terhadap anak yang berujung tragis, sekaligus menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum dan masyarakat untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak.***
Sumber : beritasatu.com










