Senin, Juli 27, 2026
spot_img

Rp5,6 Miliar Anggaran Pulsa di DPPKB Karawang Disorot

KARAWANG – Sebesar Rp5,6 miliar anggaran pengadaan pulsa di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karawang disorot Komisi IV DPRD Karawang.

Sekretaris Komisi IV DPRD Karawang, Asep Syaripudin mengatakan, anggaran untuk pembelian pulsa para kader Tim Pendamping Keluarga dalam upaya penanganan stunting ini berpotensi pemborosan anggaran, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dilakukan.

Asep Ibe (sapaan akrab) menyebut, jika kebijakan anggaran pengadaan pulsa yang cukup besar itu merupakan pemikiran terbalik dalam penanganan stunting. Sebab anggaran sebesar itu seharusnya difokuskan untuk intervensi langsung yang menyentuh masyarakat, seperti pemenuhan gizi melalui makanan tambahan untuk balita.

“Penanganan stunting itu harus bersentuhan langsung, misalnya pembelian telur atau makanan tambahan untuk balita. Bukan hanya untuk pembelian pulsa kader dalam rangka verifikasi dan validasi data,” tutur Asep Ibe, dilansir dari Antara, Kamis (16/4/2026).

Berita Lainnya  Sahroni Kritik Hotman Paris : "Gak Usah Bawa-bawa Nama Presiden"

Menurutnya, DPPKB Karawang sebagai bagian dari gugus tugas percepatan penurunan stunting, seharusnya memberi contoh dalam penyusunan anggaran yang efektif dan efisien.

“Ini jelas DPPKB Karawang melakukan pemborosan anggaran, dengan kegiatan pembelian pulsa kader sebesar Rp5,6 miliar. Ini tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran,” kataya.

Atas hal tersebut, Komisi IV DPRD Karawang mendesak agar DPPKB Karawang mengevaluasi anggaran Rp5,6 miliar untuk pengadaan pulsa para kadernya.

Kepala DPPKB Karawang, Imam Al Husaeri Bahanan sebelumnya mengakui pada tahun ini terdapat alokasi anggaran sekitar Rp5,6 miliar untuk pengadaan pulsa dalam penanganan stunting.

Berita Lainnya  Rapat Paripurna Pertanggungjawaban APBD 2025 hingga Proyeksi KU-PPAS 2027 Digelar

“Pulsa itu dikirim langsung oleh penyedia jasa (operator seluler),” katanya.

Dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Karawang terdapat anggaran sebesar Rp5.637.000.000.

Uraian pekerjaan dari pagu anggaran tersebut ialah kawat/faksimili/internet/tv berlangganan, dengan spesifikasi pekerjaan beban penggantian pulsa tim pendamping keluarga.

Imam menyampaikan, anggaran sekitar Rp5,6 miliar tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) BKKBN tahun 2026.

Menurut dia, anggaran sebesar Rp5.637.000.000 sebenarnya dari BKKBN RI yang disalurkan melalui DPPKB Karawang sebagai ‘pengampu’ Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di daerah.

Untuk mendukung program itu, sebanyak 5.637 orang dari kader tenaga pendamping keluarga atau kader stunting diberikan insentif pulsa sebesar Rp100 ribu setiap bulan, selama sepuluh bulan.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Matangkan Raperda RPIK, Libatkan KADIN hingga Akademisi UNSIKA

Imam menyebutkan, insentif pulsa diberikan atas jasa kader dalam menjalani tugasnya sebagai pendamping keluarga resiko stunting yang terdiri atas calon pengantin, ibu hamil, ibu bersalin dan balita.

“Pulsa digunakan karena hasil tugas pendampingan terhadap keluarga resiko stunting harus di input ke aplikasi ELSIMIL (elektroniik siap nikah siap hamil) yang digagas BKKBN RI,” katanya.***

Sumber : AntaraNews
Ket foto : Sekretaris Komisi IV DPRD Karawang, Asep Syaripudin.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sempat Sembunyi di Kasir Minimarket, Maling Motor di Morowali Tewas Setelah Dihakimi Massa

MOROWALI - Pria berinisial S (33) asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), dikeroyok massa usai diduga mencuri motor di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulsel). Pengeroyokan...

Polisi Tetapkan 5 Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Terduga Maling Ayam

TABANAN - Polres Tabanan telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan berat, hingga mengakibatkan korban meninggal, yakni pria berinisial KD, warga Desa Sidetapa,...

1 Orang Tewas, Polisi Ungkap Penyebab Bentrokan Massa di Jakarta Pusat, Benarkah Gegara Makan Nasi Uduk Gak Bayar?

JAKARTA - Polisi menyebut bentrokan pecah antara warga dan sekelompok orang di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), akibat salah paham. Kapolres Metro Jakarta...

Karawang Jadi Wilayah Tujuan Pengemis, Penghasilan Bisa Sampai Rp 150 Ribu per Hari

KARAWANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebut Karawang kini menjadi tujuan aktivitas gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen dari berbagai daerah karena...

Polisi Selidiki Misteri Tewasnya Sutrimo, Mantan Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan tengah menyelidiki penyebab kematian pria bernama Sutrimo. Ia diduga merupakan mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan